About Us

Profil Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah

SEJARAH

Sejak tahun 2003, Muhammadiyah telah mendirikan Lembaga Studi dan Pemberdayaan Lingkungan Hidup (LSPLH) dan menjadikan program lingkungan sebagai bagian tidak terpisahkan dari program organisasi. Sejak Muktamar Muhammadiyah ke -45 (Tahun 2005) di Malang dirubah menjadi Lembaga Lingkungan Hidup (LLH) dan pasca Muktamar Muhammadiyah ke-46 (1 Abad, tahun 2010) dirubah lagi menjadi Majelis Lingkungan Hidup (MLH).

 

LATAR BELAKANG

Berbagai kasus kerusakan lingkungan yang terjadi, seperti banjir, longsor, pendangkalan sungai dan danau, kelangkaan air, polusi air dan udara, pemanasan global, perubahan iklim, penurunan biodiversitas, wabah penyakit hewan dan manusia serta, kelangkaan pangan dan lainnya eskalasinya semakin tinggi. Hal itu merupakan dampak telah terjadinya ketidak-setimbangan dan kerusakan lingkungan fisik maupun non-fisik di permukaan bumi. Sebenarnya, fenomena dan kejadian seperti itu berakar dari perilaku manusia terhadap alam dan lingkungannya. Perilaku manusia yang salah dan tidak bertanggungjawab terhadap alam itulah yang mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan. Semua itu tidak hanya dampak siklus perubahan alam, tetapi juga akibat perbuatan dan rekayasa tangan manusia (Q.S. Ar-Rum: 41).

Berbagai upaya untuk penyelamatan lingkungan memang telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Akan tetapi upaya-upaya yang telah dilakukan melalui pembuatan peraturan perundangan dan dengan pendekatan teknis ternyata belum banyak membawa hasil. Upaya mengatasi krisis lingkungan yang terjadi dewasa ini tampaknya memerlukan pendekatan baru dengan cara merubah secara fundamental dan radikal cara pandang (main set) dan perilaku manusia terhadap alam lingkungannya. Cara pandang dan perilaku manusia terhadap lingkungan tidak dapat dirubah dengan peraturan-peraturan penerapan teknologi semata. Diperlukan pendekatan baru yang bersifat teologis dan kultural. Islam merupakan agama yang memandang lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari keimanan seseorang terhadap Tuhan. Dalam Islam, menjaga alam dan memelihara  lingkungan sama halnya dengan menjaga dan memelihara kehidupan di alam, serta hukumnya wajib. Islam merupakan agama yang amat peduli lingkungan (eco-friendly), baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Konsep Islam tentang lingkungan ini ternyata  sebagian telah diadopsi dan menjadi prinsip etika lingkungan yang dikembangkan oleh para ilmuwan lingkungan.  Konsep (ajaran) Islam yang sangat jelas ini tampaknya masih belum banyak dipahami apalagi dijadikan pedoman dalam bersikap dan berperilaku terhadap lingkungannya oleh sebagian besar umat Islam yang jumlahnya tak kurang dari sepertiga penduduk dunia. Barangkali hal itu disebabkan oleh kesalahan dalam pemahaman ajaran agama serta cara pendekatan yang dipilih oleh para pemeluk Islam di negara kita khususnya dan juga umat Islam pada umumnya.

Berdasarkan keprihatinan dan pemikiran di atas, Muhammadiyah bertekad diri untuk terlibat secara aktif dalam gerakan penyelamatan lingkungan, sebagai wujud tanggung jawab selaku khalifah di muka bumi (Q.S. Al-Baqarah: 30), gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar, dan sebagai upaya untuk memakmurkan bumi dan alam semesta (Q.S. Hud: 61). Sejak tahun 2003, Muhammadiyah telah mendirikan Lembaga Studi dan Pemberdayaan Lingkungan Hidup (LSPLH) dan menjadikan program lingkungan sebagai bagian tidak terpisahkan dari program organisasi. Sejak Muktamar Muhammadiyah ke-45 (tahun 2005) di Malang dirubah menjadi Lembaga Lingkungan Hidup (LLH) dan pasca Muktamar Muhammadiyah ke-46 (1 Abad, tahun 2010) dirubah lagi menjadi Majelis Lingkungan Hidup (MLH) agar lebih memudahkan operasionalisasi program dan kegiatan. Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makasar telah menegaskan Peran Aktif Muhammadiyah dalam penanganan Isu-isu Keumatan, Kebangsaan dan Kemanusiaan Universal terutama yang terkait dengan Penyelamatan dan Pengelolaan Lingkungan melalui Majelis Lingkungan Hidup.

 

VISI    

Terwujudnya kesadaran, kepeduliaan dan perilaku ramah lingkungan warga Muhammadiyah dan masyarakat pada umumnya dalam rangka melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar

 

MISI  

  1. Melakukan kajian lingkungan secara obyektif, menyeluruh dan berkeadilan sebagai masukan yang akurat kepada Pimpinan dan warga Muhammadiyah serta masyarakat pada umumnya.
  2. Menyelenggarakan pendidikan dan da’wah lingkungan kepada masyarakat dalam rangka peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat.
  3. Melakukan advokasi kepada masyarakat dan mendorong pemerintah pusat dan daerah dalam rangka pembuatan dan implementasi kebijakan lingkungan yang berkeadilan serta berkelanjutan.
  4. Menjalin kerjasama yang setara dan bersinergi dengan majelis dan/atau lembaga internal Muhammadiyah dan institusi lingkungan di dalam maupun di luar negeri dalam rangka pengembangan dan keberlanjutan lingkungan.  

 

PROGRAM PENGEMBANGAN DAN BENTUK KEGIATAN

Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Periode 2015 – 2020 akan mengembangkan program dan kegiatan yang bersifat penguatan dan pemantapan program periode lalu yang masih relevan serta perintisan dan pengembangan baru. Adapun program dan kegiatan yang akan diwujudkan dalam lima tahun ke depan sebagaimana tabel di bawah.

 

Tabel Program dan Kegiatan MLH PP Muhammadiyah 2015 - 2020

Program Kegiatan
Kajian Konsep dan Pengembangan  Model Pengelolaan Lingkungan 1.1. Mengalih-bahasakan (asing)  dan menerbitkan buku Teologi lingkungan
1.2. Menyelenggarakan seminar/Diskusi/Workshop Fiqih Lingkungan
1.3. Menerbitkan Buku/ Pedoman/Panduan Fiqih Lingkungan
1.4. Inventarisasi masalah lingkungan dan pilihan gerakan lingkungan Muhammadiyah di masing-masing wilayah/daerah
1.5. Menerbitkan Buku Himpunan Khotbah Perspektif Lingkungan
1.6. Menyusun Program pendidikan, pelatihan dan da’wah lingkungan
1.7. Menyusun buku Panduan Pengembangan Eco Village
Pengembangan Konsep  Pengelolaan Lingkungan 2.1. Mengembangkan Gerakan Shadaqah Sampah
2.2. Penghijauan dan pemanfaatan lImbah Organik untuk pengembangan Lahan Minimalis
2.3. Konsultasi dan layanan masyarakat
2.4. Mengembangkan HTR dan Konservasi Alam
2.5. Pilot project pelaksanaan pendidikan lingkungan di amal usaha pendidikan Muhammadiyah (TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, Pon Pes, PTM)
2.6. Pilot Project pelaksanaan kegiatan Audit Lingkungan Mandiri Muhammadiyah (ALiMM) di kantor dan amal usaha Muhammadiyah
2.7. Membangun Instalasi dan Melatih Pengelolaan Biogas di Pesantren
2.8. Kajian pemecahan masalah aktual lingkungan
2.9. Membuat Pilot project “Eco Village” sesuai Buku Pedoman Eco Village MLH
Peningkatan Kesadaran dan Kepedulian warga Muhammadiyah dan Masyarakat serta Advokasi 3.1. Menyelenggarakan Pendidikan, Pelatihan dan Da‘wah lingkungan
3.2. Menerbitkan Pedoman (praktis) pengelolaan lingkungan (Shadaqah Sampah, ALiMM, pemanfaatan air, aksi hijau, dll)
3.3. Advokasi bagi Warga Muhammadiyah dan masyarakat yang terkena dampak lingkungan
3.4. Advokasi kebijakan Tata Kelola Lingkungan
Penguatan Kelembagaan Gerakan Lingkungan Muhammadiyah 4.1. Rakernas dan Rakornas Majelis Lingkungan Hidup
4.2. Penyusunan Pedoman Pengembangan Majelis Lingkungan Hidup
4.3. Membangun Komunikasi Intensif dengan Pusat Studi Lingkungan (PSL) PTM  dan Ortom
4.4. Mendirikan Amal Usaha Lingkungan (Lembaga Kajian dan Layanan Lingkungan)
4.5. Bersama Majelis Pendidikan Tinggi dan Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muh mendorong terbentuknya Pusat Studi Lingkungan dan Bencana (PSLB) di seluruh PTM
Pengembangan Kerjasama, kemitraan dan Networking dengan Stakeholders 5.1. Menjalin Komunikasi dan Kerjasama (MoU) dengan Pemerintah (KLHK, Kemristek-Dikti, Kemendikbud, ESDM, BMKG, dan lainnya yang terkait)
5.2. Menjalin Komunikasi dan Kerjasama Kegiatan/Program dengan LSM atau ormas baik nasional maupun internasional
5.3. Menjalin Komunikasi dan Kerjasama dengan Swasta yang konsen dengan program pengelolaan lingkungan melalui Program Corporate Social Responsibility/CSR

 

JARINGAN DAN KERJASAMA

Muhammadiyah menyadari bahwa untuk melakukan gerakan lingkungan tidak dapat dilakukan secara sendiri. Jaringan Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Provinsi (Wilayah), Kabupaten/Kota (Daerah) hingga tingkat grass-root (Cabang/kecamatan dan Ranting/Kelurahan) hampir di seluruh Indonesia, dengan didukung oleh keberadaan 177 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), 1450 SMA/SMK/MA, 1723 SMP/MTs, 65 Pondok Pesantren, 1950 SD/MI, TK dan PAUD, Rumah Sakit, Panti Asuhan, Masjid, dan Koperasi/BMT yang dimiliki oleh Muhammadiyah, merupakan modal sosial utama yang dapat dikembangkan dan digerakkan dalam kegiatan penyelamatan dan pengelolaan lingkungan. Kekuatan yang dimiliki ini merupakan kekuatan bagi Muhammadiyah untuk melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas beragama, kelompok bisnis, LSM baik dalam maupun luar negeri melalui prinsip persamaan dan kesepahaman untuk melakukan gerakan penyelamatan dan pengelolaan lingkungan. Kerjasama yang sudah dibangun oleh Muhammadiyah di antaranya dengan KLH RI (sejak tahun 2003), Kemenhut RI (sejak tahun 2005).

 

SUMBER PENDANAAN

Proses pendanaan kegiatan lingkungan Muhammadiyah bersumber dari berbagai pihak yang halal dan tidak mengikat. Berbagai sumber tersebut di antaranya; Pemerintah (KLH, Kemenhut, dan lain-lain), LSM (Dalam dan/atau Luar Negeri), Kelompok Bisnis, Zakat/Infaq/Shodaqoh, dan lain sebagainya.

 

ALAMAT DAN NOMOR KONTAK

Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah

Jalan K.H. Ahmad Dahlan 103 Yogyakarta 55262

Telp. 0274-375025 Pswt 105 Fax. 0274-381031

Email: mlh@muhammadiyah.id

Website: http://lingkunganmu.com/in

 

"SEJUK BUMIKU NYAMAN HIDUPKU AMAN DAN TENTRAM MASA DEPAN ANAK CUCUKU"

 

 

penanggung jawab :

 

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018