#

Oleh

Hidayat Tri Sutardjo

 

Alam memberikan berjuta-juta manfaat kepada manusia, jika manusia itu memperhatikan alam dengan mata akal dan budinya. Pohon misalnya dalam kehidupan sehari-hari punya makna filosofi sendiri. akar selain tempat duduk bersila bagi manusia, akar yang menancap kebawah tanah juga sebagai lambang kekokohan dan kekuatan, batang tempat bersandar, ranting tempat bergantung, dan daun tempat berteduh dari teriknya matahari.

Dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 24-26, yang terjemahannya sebagai berikut; “Tidak lah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit. (Pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun”.

Dalam ayat ini digambarkan bahwa perumpamaan mengenai kata-kata ucapan yang baik, misalnya kata-kata yang mengandung ajaran tauhid atau kata-kata lain yang mengajak kepada kebajikan dan mencegah mereka dari kemungkaran. Kata-kata semacam ini diumpamakan sebagai pohon yang baik, akarnya teguh menghujam ke bumi. Akar bagi pohon memiliki fungsi menghisap air dan unsur hara dari dalam tanah dan menopang tegaknya pohon. Apabila akar tidak dapat lagi mengambil unsur-unsur hara dari dalam tanah maka lambat laun pohon akan mati. Sedangkan akar pohon yang berfungsi dengan baik akan dapat menyalurkan unsur-unsur hara dari dalam tanah ke bagian atas pohon sehingga pertumbuhan dan perkembangan pohon akan berjalan dengan baik.

Pohon yang baik itu selalu memberikan buahnya pada setiap manusia dengan seizin Tuhannya. Adapun proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman diperlukan berbagai unsur hara yang cukup banyak macamnya. Unsur hara sendiri dibedakan menjadi unsur ara makro yang diperlukan dalam jumlah banyak, dan unsur hara mikro yang diperlukan dalam jumlah sedikit, tetapi keberadaannya mutlak diperlukan. Untuk sampai terjadinya buah, akar harus dapat memasok semua kebutuhan unsur hara ini dalam jumlah yang cukup dan seimbang. Ada beberapa unsur hara yang apabila dipasok melebihi kebutuhannya akan menjadi racun bagi tanaman dan dapat menyebabkan kematian bagi tanaman. Oleh karena itu, manusia yang mengambil manfaat dari pohon itu, hendaklah bersyukur kepada Allah karena pada hakikatnya ilmu pengetahuan yang telah diperolehnya melalui seseorang adalah karunia dan rahmat dari Allah SWT.

Di dalam dunia manajemen strategik misalnya, sebuah perencanaan dapat ditamsilkan dengan sebuah pohon. Sebuah Pohon hanya akan tumbuh jika memiliki akar. Akar merupakan komponen utama yang berfungsi menyerap air dan unsur hara tanah yang amat diperlukan pohon. Selain itu, akar juga berfungsi sebagai penopang pohon. Akar yang kuat memberikan daya tahan kepada pahon, termasuk menahan pohon dari terpaan angin dan bahkan badai.  Dalam pohon perencanaan, akar  adalah visi yang akan dicapai dari sebuah perencanaan.

Perencanaan akan mewujud apabila dikelola oleh personal atau aparatur yang berkomitmen mengimplementasikannya. Akar yang kuat sangat diperlukan untuk menopang tegaknya pohon, dan membuatnya tetap kokoh berdiri meski ada terpaan angin bahkan badai yang datang. Akar yang kuat menggambarkan kesamaan visi, persatuan dan kesatuan, serta rasa kebersamaan aparatur untuk mewujudkan perencanaan pada tataran implementasi meskipun dalam perjalanannya ada masalah, kendala dan ancaman.

Batang pohon merupakan salah satu tempat penyimpanan sisa hasil fotosintesis. Fungsi batang juga menjadi bagian yang membuat pohon bisa berdiri  tegak. Tanpa adanya batang, maka pohon tidak akan disebut pohon melainkan  tumbuhan bawah ataupun semak belukar. Ibarat sebuah bangunan, batang merupakan pilar dan tembok. Runtuhnya pohon adalah karena rusak atau tak berfungsinya batang. Di dalam batang, terdapat fungsi vital pohon, yaitu tempat menyalurkan air dari akar sampai ke daun, ataupun mengalirkan sumber makanan dari daun ke seluruh tubuh. Batang juga merupakan organ yang membentuk model arsitektur pohon, karena menghasilkan tunas, ranting, dan cabang baru. 

Sebuah pohon yang lengkap terdiri dari akar, batang, cabang, ranting, dan daun. Di dalam daun terdapat kloroplas yang didalamnya berlangsung proses fotosintesis.  Fotosintesis adalah proses pembuatan energi yang diperlukan tumbuhan yang dibantu oleh cahaya matahari serta bahan-bahan pendukung seperti CO2, air dan unsur hara yang berguna untuk kelangsungan hidup suatu tumbuhan. Proses fotosintesis ini hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan yang memiliki klorofil, tanpa adanya klorofil suatu tumbuhan tidak akan dapat membuat makanannya sendiri.  Klorofil yang terdapat di dalam kloroplas inilah yang mampu menangkap energi matahari. 

Sebagian pohon hanya berbunga, sebagian lagi juga menghasilkan buah. Pohon yang memberikan manfaat yang lebih banyak bagi manusia adalah pohon yang menghasilkan buah. Sebelum menghasilkan buah, pohon terlebih dahulu menumbuhkan bunga.  Proses yang lazim adalah didahului dengan penyerbukan, yaitu jatuhnya benang sari ke kepala putik yang biasanya terjadi karena peran seranga ataupun angin, baru kemudian dilanjutkan dengan proses pembuahan.

  1. Akar;  menggambarkan visi yang akan dicapai dari sebuah perencanaan.
  2. Batang; menggambarkan misi yang diemban dalam rangka mewujudkan visi.
  3. Cabang; menggambarkan Tujuan Umum
  4. Ranting; menggambarkan Tujuan Khusus
  5. Daun; menggambarkan sasaran strategis.
  6. Bunga; secara keseluruhan sebuah bunga menggambarkan sebuah program.

 

Dalam pengambilan sebuah keputusan pun ternyata ditemukan juga pembuatan pohon masalah (problem tree) yang merupakan sebuah pendekatan/metode yang digunakan untuk mengidentifikasi penyebab suatu masalah. Analisis pohon masalah dilakukan dengan membentuk pola pikir yang lebih terstruktur mengenai komponen sebab akibat yang berkaitan dengan masalah yang diprioritaskan.

Pohon masalah memiliki tiga bagian, yakni Batang pohon menggambarkan masalah utama, Akar merupakan penyebab masalah inti, sedangkan Cabang pohon mewakili dampak. Penggunaan pohon masalah ini berkaitan dengan perencanaan sebuah proyek/pekerjaan. Hal ini terjadi karena komponen sebab akibat dalam pohon masalah akan mempengaruhi disain intervensi yang mungkin dilakukan.

Tujuan pembuatan pohon masalah adalah membantu tim kerja organisasi melakukan analisis secara rinci dalam mengeksplorasi penyebab munculnya permasalahan utama yang telah ditetapkan sebelumnya. Eksplorasi penyebab masalah dapat dilakukan dengan menggunakan metode five whys yakni metode menggali penyebab persoalan dengan cara bertanya “mengapa” sampai lima level atau tingkat, membantu tim kerja organisasi menganalisis pengaruh persoalan utama terhadap kinerja/hasil/dampak bagi organisasi atau stakeholder lainnya, membantu kelompok/tim kerja organisasi mengilustrasikan hubungan antara masalah utama, penyebab masalah, dan dampak dari masalah utama dalam suatu gambar atau grafik, membantu kelompok/tim kerja organisasi mencari solusi atas persoalan utama dengan melihat komponen sebab akibat dari suatu permasalahan. Pohon masalah juga membantu proses analisis dan penentuan penyebab masalah semakin jelas dan komprehensif.

Kelebihan pembuatan pohon masalah bagi organisasi bisa dirinci sebagai berikut; membantu kelompok/tim kerja organisasi untuk merumuskan persoalan utama atau masalah prioritas organisasi, membantu kelompok/tim kerja organisasi menganalisis secara rinci dalam mengeksplorasi penyebab munculnya persoalan dengan menggunakan metode five whys. Metode five whys adalah suatu metode menggali penyebab persoalan dengan cara bertanya “mengapa” sampai lima level atau tingkat, membantu kelompok/tim kerja organisasi menganalisis pengaruh persoalan utama terhadap kinerja/hasil/dampak bagi organisasi atau hlainnya, membantu kelompok/tim kerja organisasi mengilustrasikan hubungan antara masalah utama, penyebab masalah, dan dampak dari masalah utama dalam suatu gambar atau grafik, membantu kelompok/tim kerja organisasi mencari solusi atas persoalan utama yang ada.

Sedangkan beberapa kekurangan apabila menggunakan pohon masalah, antara lain membutuhkan waktu yang lama. Jika masalah yang terjadi semakin kompleks akan lebih sulit dan lama dalam menentukan penyebab utama masalah, dapat terjadi overlap terutama ketika kriteria yang digunakan jumlahnya sangat banyak. Hal tersebut juga dapat menyebabkan waktu pengambilan keputusan menjadi lebih lama, hasil kualitas keputusan yang didapatkan dari metode pohon masalah sangat bergantung pada bagaimana pohon tersebut didisain. Sehingga jika pohon masalah yang dibuat kurang optimal, maka akan berpengaruh pada kualitas dari keputusan yang didapat, setiap kriteria pengambilan keputusan dapat menghasilkan hasil keputusan yang berbeda. Sehingga perlu kecermatan untuk menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan dalam menentukan penyebab utama masalah, pengakumulasian jumlah kesalahan dari setiap tingkat dalam sebuah pohon keputusan yang besar.

Perlu diingat juga bahwa pohon juga merupakan lambang kebesaran sebagaimana pepatah mengatakan semakin tinggi pohon semakin kencang angin bertiup, yang melambangan sabar dan tegar terhadap cobaan hidup.

Wallahu ‘alam bishshawab

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018