#

Rasulullah SAW bersabda, tiadalah seseorang dari kalangan orang Islam yang menanam tanaman atau menanam (menabur) benih tanaman, kemudian burung ataupun binatang ternak memakan (buah) tanaman itu, kecuali baginya memperoleh pahala sedekah (H.R. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi, dari Anas). 

Islam memberikan banyak inspirasi, bahwa seorang Muslim adalah khalifah, yang artinya pemelihara dan pelindung bumi. Adalah Ibrahim Abdul-Matin, seorang Muslim warga negara Amerika yang mencoba mendekatkan Islam kepada gerakan cinta lingkungan, sampai menegaskan Bumi adalah Masjid.

Muhammadiyah sebagai organisasi gerakan amar ma’ruf nahi munkar dengan instrumen struktural yang masif didukung kaum intelektual yang lengkap berpotensi mengelola lingkungan dengan dua objek; (1) penguatan internal warga muhammadiyah dalam memahami hak, kewajiban dan peran dalam hubungannya dengan pengelolaan lingkungan (2) melakukan pendekatan terhadap pihak eksternal dari berbagai aspek dalam pengelolaan lingkungan.

Oleh karenanya, warga Muhammadiyah di Sulawesi Tenggara merasa terpanggil moralnya  untuk mempertinggi fitrah ketuhanan dan martabat kemanusiaan yang berorientasi pada nilai dasar penegakan HAM, perbaikan lingkungan hidup yang berkelanjutan, good governance, keadilan gender, demokrasi, dan tata kehidupan yang mengandung serba kebajikan yang bermuara pada pencerahan peradaban.

Lewat MLH PWM Sulawesi Tenggara yang didukung oleh LPPM dan Faperta UM Kendari secara rutin setiap minggu menggelar GERAKAN HIJAU MASJIDKu BERSIH UDARAKu. Kegiatan yang dilakukan secara rutin ini antara lain membersihkan masjid (halaman/tempat wudhu/lingkungan), penghijauan di sekitar masjid, pelatihan perawatan karpet masjid, pelatihan Gerakan Shodaqoh Sampah, gerakan hemat penggunaan air, membuat sumur resapan guna mengembalikan air ke dalam tanah,.

Kegiatan yang dipelopori oleh para pemuda ini dengan pendekatan kegiatan yang cukup menarik yakni dengan 3 Si, yakni SOSIALISASI baik melalui komunikasi, internalisasi dan implementasi agar target pemahaman dapat terwujud,  EDUKASI melalui pendidikan dan pelatihan agar terjadi perubahan sikap dan perilaku, ADVOKASI agar dapat membangun komitmen dan kepedulian.

Masjid merupakan salah satu sarana yang digunakan untuk pembinaan moral keagamaan. Masjid bukan hanya semata-mata dijadikan sebagai sarana ibadah ritual (mahdhah), melainkan juga menjadi sarana dan sekaligus kekuatan dalam membangun dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dan pembaharuan kehidupan umat, baik sekarang maupun pada masa yang akan datang. Oleh karena itu, GERAKAN HIJAU MASJIDKu BERSIH UDARAKu atau program masjid ramah lingkungan atau ecoMasjid ini diharapkan dapat menjadikan masjid mempunyai kepedulian terhadap hubungan timbal balik antar makhluk hidup dan lingkungan guna penghidupan berkelanjutan.

Krisis lingkungan hidup dengan berbagai manifestasinya, sejatinya adalah krisis moral, karena manusia memandang alam sebagai obyek untuk dimanfaatkan semata bukan sebagai obyek yang perlu dipelihara untuk kelangsungan kehidupan manusia. Aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan berdampak langsung pada lingkungan dan kehidupan manusia itu sendiri (hts).

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018