#

Tumbuhan memiliki peran yang sentral dalam kehidupan yakni sebagai penghasil makanan sendiri (organisme autotrof) melalui suatu proses sangat sistematis yang dikenal dengan fotosintesis. Proses ini yang menjadikan tumbuhan disebut sebagai Produsen makanan (energi) alamiah satu-satunya dalam suatu mata rantai makanan (food chain).

Gambar 1 menunjukkan bahwa makhluk hidup lain, yakni hewan dan manusia (organisme heterotrof) dinamika kehidupannya sangat tergantung pada tumbuhan. Di samping penghasil makanan,  berapa juta ton oksigen (O2) yang telah dihasilkan dan berapa juta ton juga gas karbon dioksida (CO2-polutan) yang diserap oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis yang dilakukan setiap saat secara berkesinambungan. Semua itu dilakukan untuk mendukung kehidupan makhluk hidup lainnya, namun hal itu seringkali tidak kita sadari (QS Ali Imran:190 –191). Walaupun demikian, tumbuhan tetap menjalankan amanahnya, tidak pernah berhitung dan tidak pernah mengeluh tentang apa yang akan diperolehnya (QS Al Zalzalah:7). Lalu, bagaimanakah dengan MANUSIA?

            Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna, baik dari segi fisik maupun non fisik dibandingkan makhluk lainnya, tentunya akan dapat berbuat yang lebih baik. Pada Gambar 1, dapat kita pahami bahwa harmonisasi kehidupan (Sunnatullah) akan terwujud dan terpelihara apabila masing-masing komponen kehidupan saling menghargai satu dengan lainnya, terutama menghargai yang lemah adalah suatu keharusan. Contoh, tumbuhan yang dari segi fisik dan non fisik jelas lemah dibandingkan yang lain, tetapi keberadaannya sangat menentukan. Oleh karena itu, kalau kita ingin dalam kehidupan ini terbangun harmonisasi yang baik dan tentram serta damai maka utamakan dan biasakan menghargai yang lemah.

Dapatkah kita memiliki kebiasaan atau perilaku seperti itu? Tentunya dapat, CARANYA: dalam kehidupan sehari-hari, kita coba membiasakan untuk menghargai tumbuhan yang ada di sekitar kita. Misalkan, kita tidak berjalan di atas (menginjak) rumput selagi ada jalan lain, tetapi apabila terpaksa tidak ada jalan lain maka ucapkan salam dan beristighfarlah. Contoh lain, apabila kita ingin tanaman hias berbunga dengan baik dan indah atau tanaman buah kita dapat berbuah dengan baik maka kita harus berbuat (merawat) baik padanya. Dengan demikian, tanaman tersebut juga akan berbuat baik pada kita yang biasanya diwujudkan dengan munculnya bunga yang indah dan buah yang lebat serta lezat. Insya Allah dengan membiasakan seperti itu, kita akan juga terbiasa membangun interaksi antar manusia (siapapun) dengan baik dan harmonis  sehingga terwujud tata kehidupan yang aman, tentram dan damai. Yakin lah, sekecil apapun kebaikan pasti dibalas dan sebaliknya, sing becik kethitik sing ala ketara (QS Al Zalzalah:7-8).

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018