#

Ir. Moh. Arief  Hidayat, MS

Ketua MLH PW Muhammadiyah Kalimantan Tengah di Palangka Raya

 

  1. Polusi udara dan dampak bagi kesehatan manusia

Dampak polusi udara yang dirasakan bagi kesehatan manusia, antara lain adalah:

  1. Lebih dari 92 persen penduduk dunia menghirup udara dengan kualitas dibawah ambang batas sehat (WHO), yang didalam antara lain terdapat jenis polutan Particulate Matter (PM) yang berbahaya yaitu PM 2,5 (partikel halus di udara, ukuran 2,5 mikron atau lebih kecil, lebar atau 30 kali lebih kecil dari lebar rambut manusia) yang bisa mengurangi jarak pandang dan terlihat agak berkabut ketika jumlahnya tinggi (Departement of Health New York, AS) dan PM 10 (partikel udara berukuran lebih kecil dari 10 mikron). PM 10 lebih besar ukurannya dari PM 2.5 namun resikonya sama bahayanya. (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika).
  2. PM 2,5 yang menumpuk di paru-paru dan organ lain menyebabkan penyakit pernapasan, asma, penyakit jantung, penyakit paru-paru, risiko kanker paru-paru, meningkatkan kerja infeksi virus tertentu hingga bisa memicu kematian dini, Anemia gastro-entritris (muntaber, akibat residu timbal yang masuk ke dalam tubuh), Angina pektoris (nyeri dada, supply darah berkurang akibat pembuluh darah arteri jantung menyempit), arterosklerosis-perifier (aliran darah ke tungkai tersumbat akibat penyempitan pembuluh darah arteri jantung), bronkhitis dan emfisema (kerusakan kantong udara pada paru-paru), merangsang sekresi lendir pada saluran pangkal paru-paru, gangguan otak, mempengaruhi sistem imun seseorang dengan cara sistem imun bekerja lebih keras sehingga rentan terserang penyakit dari virus/kuman dan polusi udara telah membunuh manusia di bumi  6 juta orang per tahun (WHO; Departement of Health New York, AS; Endes Dahlan,  1989; Dr. Suci Sutinah Diah Suksmasari, Regional Medical Lead Redoxon).
  3. PM 2,5 berasal dari polusi asap mobil, truk, bus, dan kendaraan bermotor lain, pembakaran kayu, minyak, batu bara, kebakaran hutan dan padang rumput, cerobong asap pabrik, asap rokok, asap memasak (goreng-bakar), membakar lilin atau minyak lampu, atau dari asap perapian. (catatan Departemen Kesehatan New York).

 

  1. Covid 19 dan infeksinya pada manusia

Mutasi genetik membuat spike protein pada virus SARS-CoV-2 (penyakitnya disebut Covid 19) mengembangkan ridge atau "daerah khusus" molekuler yang lebih rapat dibanding SARS-CoV. Struktur yang lebih padat dan adanya beberapa perbedaan kecil memungkinkan SARS-CoV-2 menempel lebih kuat pada reseptor ACE2 manusia atau menginfeksi manusia dengan lebih baik dan mampu menyebar lebih cepat dibanding virus corona yang menyebabkan SARS (Tim dari Universitas Minnesota). 

Potensi ini membuat Covid 19 mampu menginfeksi manusia dalam Jumlah pasien terinfeksi didunia dari  awal Desember 2019 sampai 14 Mei 2020 tercatat 4.428.236 kasus, 298.083 pasien meninggal dan 1.657.905 pasien dinyatakan sembuh (Kompas, 14 Mei 2020). Indonesia sampai dengan 13 Mei 2020 tercatat jumlah pasien terinfeksi covid 19 adalah 15.438 kasus, 1.028 pasien meninggal dan 3.287 pasien dinyatakan sembuh. Di Indonesia Covid 19 sebagai Bencana Nasional. (Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Indonesia, 13 Mei 2020).

 

  1. Sisi lain pemikiran kedepan

Peneliti dunia belum bisa memastikan bahwa polusi udara dapat mendorong mutasi gen SARS-CoV-2 dapat menginfeksi manusia, namun polusi udara dapat menurunkan daya imun manusia dan menimbulkan penyakit, akhirnya semakin menambah turunnya imunitas tubuh sehingga terjadi lebih dari 6 juta orang meninggal dunia pertahun di dunia. Covid 19 yang muncul belakangan menjadi lebih mudah cepat menjangkit, meluas dan bermutasi di dunia sehingga menambah lagi orang meninggal dunia. Kondisi ini membuat dunia tidak siap walau upaya maksimal telah dicoba mengatasinya. Kedepan yang perlu ditempuh sebagai langkah dasar adalah meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah penyakit kronis dengan mengendalikan polusi udara.

Upaya mengatasi polusi udara dalam bentuk kebijakan regulasi yang memadai, minimal diperlukan adanya :

  1. Perencanaan pembangunan semua sektor wajib menggunakan energi non fuel dan aktivitas non energi dengan tingkat polusi katagori sehat, insentifnya, sanksi hukum dan kepegawaian bagi ASN.
  2. Optimalisasi riset, kerjasama riset yaitu energi non fuel, sampah, aktivitas rumah tangga, menghindari pembukaan lahan baru dengan intensifikasi teknologi pertumbuhan tanaman  dan ekonomi konservasi dengan tingkat polusi  katagori sehat.
  3. Program wajib tokoh agama ceramah rutin pada tempat-tempat ibadah tentang kewajiban agama memelihara lingkungan hidup dan sanksinya.
  4. Kurikulum sekolah tentang menjaga keseimbangan lingkungan hidup dari aspek agama dan teknis polusi udara, darat, sungai dan laut.
  5. Penilaian pembangunan daerah dengan tingkat polusi katagori sehat akan mendapatkan insentif  tambahan anggaran dari APBN.
  6. Visi Misi dalam Pilpres, Pilkada dan Pilkades wajib mengangkat isu kerusakan lingkungan hidup dan ekonomi konservasi.

 

 

Sumber :

Endes Dahlan,  1989. Dampak pencemaran udara terhadap kesehatan manusia dan beberapa komponen sumberdaya alam. Media Konservasi Vol. I1 (2), Januari 1989. Pustaka sumber dari WHO, Perguruan tinggi, Institusi dan Pakar diambil dari situs internet http.

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018