#

Jakarta—lingkunganmu.com--“Guna mewujudkan kondisi ekosistem gambut yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong dan untuk mempercepat pemulihan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut yang rusak terutama akibat kebakaran dan pengeringan, maka Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia (BRG) akan menggaet Muhammadiyah untuk bekerjasama dalam hal merancang dan mengembangkan pemanfaaatan gambut yang berkelanjutan, memfasilitasi pemulihan gambut yang terdegradasi, menggalang partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan restorasi gambut dan memfasilitasi aksi riset untuk mendukung pengelolaan ekosistem gambut”. Hal ini diungkap oleh Myrna Safitri dalam Rapat Koordinasi Online antara BRG dengan Muhammadiyah pada 9 April 2020.

 

Lebih lanjut Myrna Safitri, Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG menegaskan bahwa  “BRG percaya bahwa upaya restorasi ekosistem gambut di Indonesia adalah tanggung jawab berbagai pihak. Dukungan dari mitra seperti Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia, NU dan Ormas-ormas lainnya sangatlah diperlukan guna membuat upaya restorasi di ekosistem gambut berkelanjutan,”.

 

Sementara itu Gatot Supangkat, Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah mengungkap bahwa “Muhammadiyah sebagai mitra Pemerintah selalu berupaya untuk menjadi mediator dalam melakukan sosialisasi, edukasi dan advokasi dalam permasalahan lingkungan yang timbul di masyarakat, termasuk di dalamnya pemulihan/restorasi ekosistem gambut yang berkelanjutan. Oleh karenanya perlu upaya konkrit yang terencana, sistematis dan berkelanjutan sesuai dengan peran dan kewajiban masing-masing institusi”.

 

Untuk itu, Myrna mengusulkan “agar mulai Ramadhan 1441 H ini akan diselenggarakan Seminar atau Diskusi Online dengan melibatkan Ormas-Ormas yang sudah bekerjasama dengan BRG seperti MUI, NU dan Muhammadiyah”. Hal ini pun disambut baik oleh Muhammadiyah melalui Nurcholis bahwa “Muhammadiyah dengan infrastruktur yang dimilikinya seperti Amal Usaha Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia termasuk Pimpinan Wilayah/Daerah/Cabang/Ranting baik Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah akan dilibatkan dalam program kerjasama yang akan dilakukan ini”.

 

Lebih lanjut Nurcholis, Wakil Ketua MLH PP Muhammadiyah menegaskan bahwa “Pendekatan saintifik dan teologi Islam sebagai ruh yang akan dibangun melalui kerjasama antara BRG dan Muhammadiyah. Oleh karenanya, kerjasama ini diharapkan mampu memberikan dorongan kepada semua pihak yang berusaha dan berproduksi di lahan gambut sebagai amal ibadah, bukan lagi mengusahakan lahan gambut yang berpandangan eksploitatif dan hanya mementingkan keuntungan sesaat dan tidak memperhitungkan penurunan kualitas lingkungan”, ujarnya.

 

Program kerjasama antara BRG dengan Muhammadiyah ini Insya Allah akan dimulai dengan menerbitkan buku saku yang memuat pedoman praktis mengenai pemanfaatan lahan gambut untuk produksi pertanian tanpa bakar.  Di bulan Ramadlan 1441 H ini akan dibuat video tentang kultum yang bertemakan ajakan mengelola lahan gambut yang dilandasi spirit keagamaan sehingga mempunyai nilai amar makruf nahi munkar. 

 

Sehubungan dengan kondisi yang berkembang dengan adanya wabah Covid-19, maka koordinasi akan terus dilakukan antara BRG dengan MLH PP Muhammadiyah guna mewujudkan buku pandunan praktis pengelolaan lahan gambut, pembuatan video durasi pendek mengenai pengertian dan pengelolaan lahan gambut yang dilandasi nilai-nilai Islam yang bersumberkan Al-Quran dan Al-Hadits, penyusunan draft MoU antara Kepala BRG dan Ketua Umum PP Muhammadiyah, dan dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama (ddp).

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018