#

Bengkulu—lingkunganmu.com. Dalam rangka mengkoordinasi dan mengevaluasi kinerja Muhammadiyah selama periode 2015-2020 PP Muhammadiyah menyelenggarakan Tanwir. Tanwir Muhammadiyah tahun ini dilaksanakan di Bengkulu lebih tepatnya di salah satu perguruan tinggi muhammadiyah yaitu Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Tanwir sendiri dilaksanakan pada tanggal 14-17 Februari 2019 dengan tema “Beragama yang Mencerahkan”.

Tema tersebut dipilih atas dua pertimbangan. Pertama, Muhammadiyah dan Islam saat ini dituntut untuk menyebarkan praktik Islam yang mencerahkan. "Mencerahkan hati, pikiran, tindakan, yang disinari nilai-nilai Islam," Kedua, dalam kehidupan sehari-hari, dijumpai sebagian pemahaman dan pengalaman Islam kurang menunjukkan pencerahan sehingga muncul ekstrimisme, intoleransi, politisasi agama, ada juga ujaran kebencian membawa aura marah dan kebencian. Islam sesungguhnya membawa rahmatan lil alamin.

Tanwir Muhammadiyah merupakan permusyawaratan tertinggi setelah muktamar. Muktamar sendiri biasanya menjadi acara untuk suksesi kepemimpinan. Sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah, sidang tanwir dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu periode kepemimpinan. Dalam periode kepemimpinan PP Muhammadiyah hasil Muktamar ke-47 di Makassar, Sidang Tanwir di Bengkulu merupakan perhelatan kedua setelah sebelumnya diselenggarakan di Ambon pada 2017.

Dalam sidang tanwir kali in akan dibahas empat agenda besar yang berkaitan dengan persoalan organisasi, keumatan, dan kebangsaan. Sebelumnya. Isu-isu yang dibahas adalah perubahan anggaran rumah tangga Muhammadiyah. Kedua, akan disampaikan pokok-pokok pikiran Muhammadiyah mengenai kehidupan keumatan dan kebangsaan serta ceramah dari tokoh nasional, yaitu Jokowi dan Prabowo. Keduanya diundang dalam kapasitasnya sebaagai tokoh nasional. Agenda pembahasan keempat adalah dinamika persyarikatan Muhammadiyah, baik di tingkat nasional dan wilayah.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyebutkan, terdapat beberapa alasan dipilihnya Bengkulu sebagai tuan rumah Tanwir Muhammadiyah. Salah satu pertimbangannya yakni sejarah lahirnya tokoh-tokoh Muhammadiyah berasal dari Bengkulu. Hal ini disampaikan Haedar dalam sambutannya pada pembukaan Tanwir Muhammadiyah di Balai Semarak Raya, Gedung Daerah Bengkulu (15/2/2019). "Bengkulu memiliki sejarah penting dalam Muhammadiyah, banyak tokoh-tokoh Muhammadiyah lahir dari sini. Ada Hasan Din, konsul Muhammadiyah. Ia pengusaha dan juga ayah Ibu Fatmawati, Ibu Negara," kata Haedar, diiringi gemuruh tepuk tangan seluruh peserta Tanwir.

Selain itu ada point penting yang disampaikan oleh Dr. KH. Haedar Nashir dalam pembukaan tanwir ini adalah harapannya Muhammadiyah mampu menjadi sebuah gerakan yang mendorong beragama yang mencerahkan, taauwun, dan gotong royong bagi negeri.

Tanwir kali ini dibuka secara resmi oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dan dihadiri oleh anggota tanwir (perwakilan setiap wilayah muhammadiyah), peserta (perwakilan dari Majelis, Lembaga, Organisasi Otonom, dan Biro Organisasi tingkat pusat Muhammadiyah), peninjau (Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Rumah Sakit Muhammadiyah, perwakilan daerah muhammadiyah yang di Bengkulu serta beberapa kader muhammadiyah yang di tunjuk langsung oleh pimpinan pusat muhammadiyah), sementara itu dlamkesempatan yang sama undangan di luar muhammadiyah ditunjuk langsung oleh muhammadiyah. Dalam sambutannya Presiden berterima kasih kepada Muhammadiyah yang sudah banyak melahirkan pahlawan bangsa dan telah banyak mendirikan Amal Usaha Muhammadiyah yang sangat bermanfaat untuk umat dari pendidikannya maupun rumah sakit. (ddp)

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018