#

Jakarta (lingkunganmu.com)— Deklarasi Kolaborasi Umat Berbagai Agama untuk Perlindungan Hutan berlangsung di Halaman Taman Perdamaian Gedung DPR/MPR/DPD RI pada 26 Oktober 2018.

Umat berbagai agama dan masyarakat adat di Indonesia, menyadari bahwa hutan adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dan mesyukuri bahwa Negeri Indonesia dianugerahi sang Pencipta dengan hutan yang luas dan kaya dengan keanekaragaman hayati yang menjadi paru-paru kehidupan umat manusia di dunia.

Elemen agama dan masyarakat adat yang terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Budha Indonesia (PERMABUDHI), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), NU, MUHAMMADIYAH, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan SIAGA BUMI, menyerukan pentingnya melindungi hutan tropis di Indonesia dan mendeklarasikan Kolaborasi Umat Berbagai Agama untuk Perlindungan Hutan (Multifaith Collaboration for Rainfores Protection).

“Kami mengamati dengan penuh keprihatinan bahwa hutan di Indonesia mengalami kerusakan akibat dari berbagai ulah manusia. Oleh karena itu, kami elemen masyarakat madani Indonesia dengan ini menyatakan berkomitmen untuk melindungi, melestarikan dan memuliakan hutan tropis yang ada di Indonesia untuk memberikan kesejahteraan baik bagi penduduk Indonesia maupun penduduk dunia. Kami juga berkomitmen untuk bekerjasama dalam menggalang peran serta masyarakat untuk terwujudnya hutan lestari dan berkelanjutan”.

Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI menegaskan bahwa “Pada Tahun 2012 Pemuka-pemuka Agama berkumpul untuk mendirikan Taman Perdamaian Dunia di sini dan Taman ini didirikan sebagai upaya dalam rangka untuk perdamaian dunia. Ketika itu Ketua MPR RI bapak Taufik Kemas dan saya Menteri Kehutanan”.

Sementara itu, Prof. Din Syamsuddin, Ketua Kehormatan Presidium IRC Indonesia memaparkan bahwa “Telah banyak usaha yang dilakukan dalam upaya melestarikan hutan tropis di dunia. Namun upaya-upaya tersebut tidaklah cukup dan masih banyak ditemukan tantangan dalam pengelolaan alam, yang berakar dari moral manusia dan agama menjadi penting untuk dapat terlibat dalam mengelola moral manusia tersebut”.

Lebih lanjut Ketua Komite Pengarah SIAGA BUMI ini menegaskan bahwa “Agama dan masyarakat adat dapat tampil lebih berperan untuk mengingatkan manusia agar tidak melakukan kerusakan. Di samping itu, sudah lazim, bahwa masyarakat yang berada di kawasan pedesaan dengan adat istiadat yang dijunjung tinggi, mereka lebih mudah melakukan adaptasi atas modalitas dan moralitas yang mereka miliki, sehingga pendekatan dengan para pemuka atau tokoh masyarakat setempat dapat menjadi agen perubahan (agent of change) untuk mendorong perubahan perilaku dalam melestarikan hutan hujan tropis” tandasnya.

Seperti diketahui bahwa Interfaith Rainforest Initiative diluncurkan di Oslo, Norwegia pada 2006 oleh para pemuka agama yang dimotori oleh Bishop Gunnar Stalsett, Ketua Region for Peace (RfP) dan Rev. Kyoichi Sugino, Ketua Inter Religious Council (IRC) yang berkedudukan di New York. Paska peluncurannya, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dikelola oleh sebuah Komite Pengarah (Steering Committee), yang diketuai oleh Rev. Kyoichi Sugino, yang mengadakan pertemuan regular dengan lokasi berpindah-pindah di negara anggota Steering Committee.

Pada tahun 2018, Ketua Steering Committee menawarkan kepada Center for Dialog and Cooperation among Civilization (CDCC) untuk menyelenggarakan pertemuan di Indonesia. CDCC bekerjasama dengan Inter Religious Council (IRC) – Indonesia dan Siaga Bumi dengan dukungan Majelis Permusyawaratan Rakyat RI dan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI.

Turut hadir dala acara ini, Ketua dan Wakil Ketua MPR dan Ketua Majelis-majelis Agama dan Masyarakat Adat  di Indonesia, dari Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah hadir Tachrir Fathoni, Mutia Husein, Hidayat Tri, Lukman Budiman. Acara Deklarasi didahului dengan pembacaan Deklarasi, Do’a dan Penanaman Pohon. (mutia h)

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018