#

Bantul—lingkunganmu.com--Gaya hidup ramah lingkungan (eco living) bukan hanya menjadi tren baru, tetapi sudah menjadi kebutuhan, lantaran diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup. Bagi masyarakat urban, eco living adalah pilihan utama sebagai aktualisasi kepedulian terhadap lingkungan keberlanjutan. Hal ini menjadi bahasan yang menarik dalam Sekolah Kader Lingkungan Muhammadiyah yang berlangsung di UM Yogyakarta pada 21-22 Desember 2019. 

Hubungan keterkaitan dan ketergantungan antar komponen ekosistem (manusia, hewan, air, udara, tanah dan tumbuhan) harus dipertahankan dalam kondisi yang stabil dan seimbang. Perubahan salah satu komponen akan mempengaruhi komponen lainnya. Cuaca yang sering tak menentu, tiba-tiba panas, kemudian hujan, itu semua disebabkan oleh perubahan iklim. Perubahan iklim berarti berubahnya kondisi fisik atmosfer bumi antara lain suhu dan distribusi curah hujan yang berdampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan manusia.

Gunawan Budiyanto, Rektor UM Yogyakarta menegaskan bahwa “hubungan kita bukan hanya dengan Allah SWT dan manusia tetapi juga dengan lingkungan. Ego life adalah gaya hidup yang terpusat pada kepentingan manusia. Sedang eco life adalah gaya hidup dengan kesadaran bahwa kita adalah bagian dari alam. Ego life akan membuat manusia memikirkan kepentingannya sendiri sehingga perilakunya cenderung tidak memikirkan kelestarian alam”.

Ada banyak hal sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak perubahan iklim yang terus terjadi saat ini. Suatu langkah kecil dapat berperan besar untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Selalu berpikir bahwa setiap aktivitas manusia selalu menimbulkan pengaruh terhadap lingkungan, sadar akan eratnya keterkaitan antara manusia dan kerusakan alam akibat keseharian pola hidup manusia. Hal ini merupakan pola pikir dan beraktivitas yang mencerminkan eco life.

Menjaga eco living atau menjaga ekosistem hidup merupakan cara mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup yang harmonis dan selaras dengan keseimbangan lingkungan hidup tempat tinggal. Oleh karena itu, pemahaman eco living sangat bermanfaat bagi kita dan kelangsungan hidup manusia. 

Hidup ramah lingkungan adalah gaya hidup yang mencoba untuk mengurangi penggunaan sumber daya alam dan harta pribadi yang dilakukan oleh pribadi maupun masyarakat. Pelaku gaya hidup hidup ramah lingkungan sering mencoba untuk mengurangi jejak karbon yang mereka hasilkan dengan mengubah moda transportasi, konsumsi energi, dan konsumsi makanan. Para pendukung gaya hidup ramah lingkungan bermaksud untuk menjalani kehidupan mereka dengan cara yang konsisten dengan keberlanjutan, keseimbangan alam dan menghargai hubungan simbiosis antara manusia dengan ekologi dan siklus alam. Praktik dan filosofi umum dari hidup ramah lingkungan sangat terkait dengan prinsip-prinsip keseluruhan pembangunan berkelanjutan.

Hidup ramah lingkungan pada dasarnya merupakan penerapan dari keberlanjutan atas keputusan dan pilihan gaya hidup. Salah satu konsepsi tentang hidup ramah lingkungan adalah untuk mengungkapkan apa yang dimaksudkan dari "tiga pilar besar", yaitu sebagai pemenuhan kebutuhan ekologi, sosial, dan ekonomi tanpa mengorbankan faktor-faktor tersebut bagi generasi mendatang (ddp).

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018