#

Yogyakarta –lingkunganmu.com--Booming Sampah yang terjadi beberapa waktu lalu (akhir Maret 2019) di Kota Yogyakarta menimbulkan penumpukan sampah di mana-mana. Hal ini mengakibatkan timbulnya bau yang tidak sedap, terjadinya pencemaran  udara oleh gas methan serta menyebarnya bibit-bibit penyakit.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) bersama Majelis Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta tergerak untuk menginisiasi sebuah aksi Gerakan Bersama Peduli Sampah. Kegiatan ini didahului dengan sosialisasi penanganan sampah organik dan pembagian Composter Pengelolaan Sampah Organik kepada seluruh pimpinan dan masyarakat umum. Upaya nyata ini sebagai implementasi dari Undang-undang nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yakni melalui gerakan PILAH dan OLAH sampah mulai dari sumbernya yaitu rumah tangga.

Hery Setiawan, Ketua MLH PDM Kota Yogyakarta menegaskan bahwa “pembangunan dan penyadaran lingkungan dan upaya penyelamatan lingkungan harus menjadi kesadaran bersama dan menjadi gerakan bersama antara kaum perempuan dan laki-laki, anak-anak dan orang dewasa, lembaga swasta dan pemerintah dalam semua level”.

Untuk itulah, kesadaran dan perilaku orang perlu dibangun dan dikembangkan melalui proses Pendidikan. Gerakan membangun kesadaran dan peduli lingkungan hanya akan berhasil apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh, terus menerus, konsisten dan didukung oleh semua komponen bangsa di tanah air.

Lebih lanjut Hery menuturkan bahwa “urgensi gerakan penyadaran dan perilaku orang tersebut merupakan media dakwah bil hal, Penguat modal sosial (tali silaturahim dan kekerabatan), Penguatan kelembagaan persyarikatan (dapat dijadikan amal usaha “alternatif”), Sumber pendanaan dakwah, sosial, dan Pendidikan, Kontribusi real dalam penyelamatan lingkungan (tugas sebagai khalifatullah fil ardl)”.

Gerakan Bersama Peduli Sampah yang diinisiasi PDM Kota Yogyakarta ini memiliki tujuan agar masyarakat tidak membuang sampah tidak pada tempatnya dan melalkukan pemilihan dan pengolahan sampah mulai dari sumbernya, merubah mindset (cara berpikir) bahwa sampah itu adalah sisa energi serta sebagai upaya untk melestarikan lingkungan. (ddp)

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018