#

Yogyakarta—lingkunganmu.com—Podcast Muhammadiyah For All yang dipandu Ananto Isworo pada Kamis (1/4/2021) mengundang Ir. Hidayat Tri Sutardjo, MM., anggota Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah dengan tema “Gerakan Muhammadiyah Dalam Pelestarian Lingkungan”.

Diawali dengan menguraikan tentang sejarah singkat terbentuknya Majalis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah, Hidayat Tri menuturkan “Sejak tahun 2003, Muhammadiyah telah mendirikan Lembaga Studi dan Pemberdayaan Lingkungan Hidup (LSPLH) dan menjadikan program lingkungan sebagai bagian tidak terpisahkan dari program organisasi. Sejak Muktamar Muhammadiyah ke-45 (tahun 2005) di Malang dirubah menjadi Lembaga Lingkungan Hidup (LLH) dan pasca Muktamar Muhammadiyah ke-46 (1 Abad, tahun 2010) dirubah lagi menjadi Majelis Lingkungan Hidup (MLH) agar lebih memudahkan operasionalisasi program dan kegiatan. Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makasar telah menegaskan Peran Aktif Muhammadiyah dalam penanganan Isu-isu Keumatan, Kebangsaan dan Kemanusiaan Universal terutama yang terkait dengan Penyelamatan dan Pengelolaan Lingkungan melalui Majelis Lingkungan Hidup”.

Lebih lanjut, penasihat PCM Rawalumbu Kota Bekasi ini menegaskan bahwa “Berdasarkan keprihatinan dan pemikiran yang mencerahkan, maka Muhammadiyah bertekad diri untuk terlibat secara aktif dalam gerakan penyelamatan lingkungan, sebagai wujud tanggung jawab selaku khalifah di muka bumi ((Q.S. Al-Baqarah: 30), gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar, dan sebagai upaya untuk memakmurkan bumi dan alam semesta (Q.S. Hud: 61)”, tandasnya.

Berbagai upaya untuk penyelamatan lingkungan memang telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Akan tetapi upaya-upaya yang telah dilakukan melalui pembuatan peraturan perundangan dan dengan pendekatan teknis ternyata belum banyak membawa hasil. Upaya mengatasi krisis lingkungan yang terjadi dewasa ini tampaknya memerlukan pendekatan baru dengan cara merubah secara fundamental dan radikal cara pandang (mind set) dan perilaku manusia terhadap alam lingkungannya.  Cara pandang dan perilaku manusia terhadap lingkungan tidak dapat dirubah dengan peraturan-peraturan penerapan teknologi semata. Tetapi diperlukan pendekatan baru yang bersifat teologis dan kultural

Bagaimana cara pandang Muhammadiyah dalam mencermati situasi, kondisi dan ikhtiar Muhammadiyah dalam menyelamatkan lingkungan, Hidayat Tri menjelaskan “Rendahnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap masalah lingkungan, seperti perubahan iklim dan pemanasan global, dikarenakan kurangnya sosialisasi dan pendidikan lingkungan masyarakat oleh pemerintah dan pemangku kepentingan. Untuk itu, Muhammadiyah memandang bahwa upaya penyelamatan lingkungan tidak bisa hanya dilakukan melalui kegiatan teknis-akademis. Persoalan lingkungan merupakan hak asasi manusia, sehingga pendekatan yang harus dikembangkan dalam penyelesaiannya pun harus berdasar berbagai multi aspek, termasuk pendekatan pendidikan dan keagamaan. Muhammadiyah memandang diperlukannya langkah terpadu berbasis masyarakat untuk melakukan aksi bersama (interfaith action) antar berbagai komponen masyarakat, terutama komunitas beragama, dengan dukungan penuh pemerintah dan berbagai kalangan elit dan bisnis”.

“Dalam Islam, menjaga alam dan memelihara lingkungan sama halnya dengan menjaga dan memelihara kehidupan di alam, dan hukumnya wajib bagi siapapun seperti wajibnya mendirikan sholat, membayar zakat, berpuasa di bulan romadhan dan berhaji. Muhammadiyah sebagai organisasi gerakan harus berperan aktif mencerahkan manusia dalam mengelola bumi berlandaskan Ilmu pengetahuan yang bersumber teologi yang benar”.

“Program-program yang dirintis dan diimplementasi melalui Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah hingga saat ini, terbagi menjadi 2 (dua) hal penting yakni Program Konsepsual dan Program Praksis”.

“Program Konseptual berupa Pengkajian/Penelitian/Pendidikan/Pelatihan/Dahwah dan Penerbitan Buku & Pedoman Praktis. Tidak kurang sudah 14 (empat belas) buku telah diterbitkan oleh Muhammadiyah bahkan saat ini dalam proses penyelesaian 3 (tiga) judul buku lagi”.

“Sedangkan Program Praksis diwadahi dengan “Gerakan Muhammadiyah Menyejukan Bumi, yang kegiatannya berupa Gerakan Shadaqoh Sampah, Audit Lingkungan Mandiri Muhammadiyah (ALiMM), Pendirian Arboretum Tanaman Buah Lokal, Pusat Keanekaragaman Hayati Muhammadiyah, Argo Wisata Kebun Bibit Buah Lokal. Di sisi lain ada edukasi yang senantiasa diselenggarakan PP Muhammadiyah diantaranya Sekolah Sungai Muhammadiyah (SSM), Sekolah Kader Lingkungan, Sekolah Lapang Jaringan Tani Muhammadiyah, Sekolah Shadaqoh Sampah”, tandas Ketua MLH PDM Kota Bekasi (2010-2015).

Berbagai program dan kegiatan yang telah dirancang dan dilaksanakan Muhammadiyah merupakan bagian dari ikhtiar untuk melaksanakan gerakan penyelamatan dan pengelolaan lingkungan, sebagai wujud tanggungjawab seorang khalifah dan bagian dari dakwah amar makruf nahi munkar menuju masyarakat Islam yang sebenar-benarnya (ddp)

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018