#

Pangkalpinang—lingkunganmu.com-- Pemahaman akan pentingnya peran serta mahasiswa dalam meningkatkan pemeliharaan dan penjagaan kesehatan serta kelestarian lingkungan merupakan hal yang perlu ditelaah lebih dalam sehingga potensi mahasiswa akan kesadaran dan kemauan dalam aksi dan gerakan pro-lingkungan dapat terjalankan dengan baik. Mengingat mahasiswa merupakan agen perubahan dan berada pada usia produktif maka gerakan kemandirian mahasiswa dalam menjawab kebutuhan akan interaksi mahasiswa dengan lingkungan harus dimassifkan agar Mahasiswa Muhammadiyah mampu menjadi pelopor pelestarian sumber daya alam.

Harapan di atas sejalan dengan arahan Ketua Umum PP Muhammadiyah dalam acara Milad Muhammadiyah ke-107 di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (18/11/2019) yang berharap banyak dengan generasi penerus saat ini yang bakal memimpin Indonesia ke depan. Menurutnya, generasi muda termasuk kader Muhammadiyah, harus mengasah kecerdasan diri. Tak hanya mempertajam akal pikiran namun kebudayaan memahami lingkungan dan sistem yang di masyarakat.  

Untuk itulah, IMM Pimpinan Cabang Pangkalpinang bekerjasama dengan Pimpinan Komisariat STKIP MBB menggelar Focus Group Action (FGA) dengan mengambil tema “Islam, Muhammadiyah dan Lingkungan” yang akan berlangsung di Kampus STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung pada tanggal 13 Desember 2019 dengan narasumber Ir. Hidayat Tri Sutardjo, MM (MLH PP Muhammadiyah).

Grand design dari FGA ini diarahkan pada kesadaran yang mendalam sehingga kemudian dapat mendorong peserta berkontribusi nyata pada aksi-aksi penyelamatan lingkungan bukan sekadar gerakan reaksioner tetapi juga gerakan pencegahan dan edukasi pada masyarakat seperti yang di lakukan oleh Arnie Naaes seorang filsuf Norwegia, (2007) yang memberikan gagasan tentang suatu gerakan lingkungan, yang kemudian ia namakan dengan Deep Ecology. Deep Ecology sendiri berarti kesadaran mendalam dalam mengatur hidup selaras dengan alam.

Tentunya konstruksi kesadaran gerakan lingkungan oleh IMM akan berbeda dengan gerakan yang terlebih dahulu ada, IMM akan mengkonstruk gerakan lingkungan yang bersifat profetik berkerangka Islam sehingga tidak sekadar menjadi gerakan sosial tetapi juga sebagai gerakan Spiritual.

Kegiatan ini dilaksanakan karena melihat masih minimnya kesadaran masyarakat terkhusus masyarakat kota Pangkalpinang tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ini terbukti dengan maraknya pembuangan sampah secara sembarangan didaerah aliran dan resapan air, apalagi saat ini Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai masuk musim penghujan.

Kota Pangkalpinang sempat dilanda hujan satu hari penuh  dan air dengan sangat cepat naik ke pemukiman warga yang akhirnya menyebabkan banjir, salah satu penyebab terjadinya banjir adalah tersumbatnya aliran drainase air oleh sampah-sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat. Sebelumnya pemerintah Kota Pangkalpinang telah mengambil langkah awal untuk mengantisipasi terjadinya banjir tersebut dengan cara membersihkan sampah-sampah di berbagai tempat yang menjadi titik langganan banjir. Tetapi hal tersebut belum efektif karena masyarakat masih saja membuang sampah sembarangan. Perlu adanya tindakan secara persuasif untuk men-edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar.

Bertolak dari hal-hal di atas, Pimpinan Cabang IMM Kota Pangkalpinang menegaskan bahwa “kami akan berusaha mengajak kader-kader Muhammadiyah dan juga masyarakat untuk peduli serta berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan yang ada di sekitar dan mewujudkan Kota Pangkalpinang yang Bersih, Indah, Nyaman dan Bebas Banjir. Hasil FGA ini diharapkan bisa membangkitkan rasa tanggungjawab kader Muhammadiyah terhadap kebersihan lingkungan dan juga diharapkan untuk kader muhammadiyah bisa ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan dengan turun k elapangan serta men-edukasi secara persuasif kepada masyarakat sekitar tentang pentingnya " Zero Waste ", tandas Faizal sang ketua IMM PC Pangkalpinang.

Muhammadiyah sebagai organisasi gerakan amar ma’ruf nahi munkar dengan instrumen struktural yang masif didukung kaum intelektual yang lengkap berpotensi mengelola lingkungan dengan dua objek yaitu; Penguatan internal warga muhammadiyah dalam memahami hak, kewajiban dan peran dalam hubungannya dengan pengelolaan lingkungan serta melakukan pendekatan terhadap pihak eksternal dari berbagai aspek dalam pengelolaan lingkungan (ddp).

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018