#

Banjarmasin—lingkunganmu.com— Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) sangat berperan penting dalam mendukung  perlindungan keanekaragaman hayati (ekosistem, spesies, dan keanekaragaman genetik). Karena kawasan tersebut melindungi terancamnya kawasan di luar kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam yang mempunyai keunikan baik spesies flora maupun fauna. Bilamana dibiarkan akan ada kerusakan di kawasan tersebut dengan adanya penurunan keanekaragaman hayati, penurunan kualitas air, maupun pencemaran lingkungan. Selain itu KEE mempunyai posisi penting yang memberikan kontribusi berupa barang dan jasa lingkungan serta menunjang tumbuhnya sektor-sektor ekonomi,  namun hampir semua sektor ekonomi yang secara tidak sadar memanfaatkan ekosistem ini tidak menyentuh atau memberi kontribusi terhadap investasi pengelolaan ekosistem esensial.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan segera menetapkan wilayah yang menjadi KEE untuk menjaga dan melestarikan flora dan fauna di provinsi yang kaya sumber daya alam ini. KEE adalah ekosistem esensial yang ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi dan dikelola berdasarkan prinsip-prinsip konservasi sebagaimana yang dianut dalam pengelolaan kawasan hutan konservasi.

Menurut Zulfa Asma Vikra, yang menjabat Ketua MLH PWM Kalsel menegaskan bahwa “bulan depan pemerintah provinsi akan menyerahkan Surat Keputusan KEE untuk Kabupaten Tanah Laut, tepatnya di desa Panjaratan dan juga untuk  Disamping itu Kabupaten Tapin, Balangan dan Barito Kuala, tandasnya usai diskusi tentang perkembangan konservasi di Kantor Pusat Pemasaran Hasil Hutan (PPHH) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (27/11/2019).

 

Ada efek pengganda dalam pengembangan KEE adalah selain untuk pelestarian sumber daya alam endemik, juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan kawasan wisata di Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran, kepedulian dan pemahaman tentang manfaat besar dari KEE.

Ketua Forum Konservasi Flora dan Fauna Kalimantan Selatan, Zulfa Asma Vikra dalam diskusi tersebut mengatakan bahwa "upaya melaksanakan program konservasi flora dan fauna harus mendapatkan dukungan yang serius, terencana dan berkelanjutan terutama dari masyarakat dan pemerintah sebagai upaya nyata peningkatan peran masing-masing pihak di bidang pelestarian dan konservasi flora dan fauna”.

Berdasarkan informasi dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, bahwa di Tahun 2020 capaian perlindungan terrestrial direncanakan mencapai 17% dari wilayah daratan dan kawasan perairan darat (32,48 juta ha) dan 10 % dari kawasan pesisir dan laut. Dimana capaian kawasan perlindungan terestrial saat ini adalah 22,48 juta Ha.  Masih terdapat kekurangan 10 juta hektar diharapkan adanya dukungan peran dari optimalisasi pengelolaan KEE, Koridor satwa liar, dan Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (ABKT). Untuk itu perlu pelestarian dan pengelolaan secara efektif dan selaras kawasan yang penting bagi keanekaragaman hayati dan jasa lingkungan, dengan memperhatikan keterwakilan ekologis (ddp).

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018