#

Bantul (lingkunganmu.com) Desa Potorono Kecamatan Banguntapan Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai Desa Peduli Sampah menjadi sebuah gerakan penjagaan kelestarian lingkungan melalui kepedulian terhadap sampah dengan memilah dan mengolah sampah mulai dar sumbernya yakni rumah tangga. Serangkaian kegiatan pun telah dilakukan guna menegaskan Desa Potorono sebagai desa peduli sampah mulai dari bersih sampah sungai, sarasehan budaya air, lomba irigasi bersih dan pelatihan pengelolaan sampah.

Desa Potorono ini adalah Desa pertama di Bantul yang telah mencanangkan diri sebagai Desa Peduli Sampah sebagai upaya nyata guna berpartisipasi aktif dalam Gerakan Bebas Sampah. Sedangkan bentuk kegiatan mulai dari yang sederhana dengan mendorong masyarakat untuk secara aktif mengurangi dan memilah sampah dari rumah tangga. “Jika dikelola dengan baik, bisa menjadi sarana peningkatan ekonomi selain pula lingkungan yang lebih bersih dan sehat”, ujar kepala Dukuh Potorono dalam memberikan penjelasan kepada peserta magang di sela-sela kesibukannya (Senin, 17/6/2019).

Untuk itulah, peserta Magang dari Universitas Curtin Australia sebanyak 5 (lima) orang selama seminggu mereka dibawa ke Desa Potorono untuk belajar secara langsung bagaimana model pengelolaan sampah di Desa Potorono tersebut mulai Senin (17/6/2019) hingga Sabtu (22/6/2019) yang dibimbing langsung oleh Hery, Haris dan Jumali yang berasal dari MLH PP Muhammadiyah.

Menurut Hery Setiawan, “kelima mahasiswa yang berasal dari Universitas Curtin Australia ini akan mendapatkan materi-materi tentang Profil dan Konsep Desa Bersih, Sehat dan Mandiri pada aparatur Desa, Observasi pemilihan dan pengolaan sampah dari sumbernya, Praktik pemilahan sampah, Praktik Pembibitan Tanaman, Pengenalan dan Pengembangan Usaha berbasis Sampah (organic dan anorganik) dan Praktik Pembuatan Kompos”.

Lebih lanjut Hery Setiawan menambahkan bahwa “tujuan kegiatan magang ini ada tiga aspek, yakni: Aspek Motivasi, dengan membangun nilai kesadaran dan membangkitkan motivasi peserta magang terhadap permasalahan lingkungan pada umumnya, khususnya pada masalah sampah baik organik maupun anorganik. Aspek Pengetahuan, memberikan pengetahuan bagi peserta magang terhadap pengembangan dan penerapan teknologi tepat guna dalam mengelola sampah Organik/Anorganik. Aspek Keterampilan, meningkatkan keterampilan peserta  magang dalam memilah dan mengolah sampah Organik/Anorganik serta praktik pembibitan tanaman”.

“Antusiasme peserta magang sangat besar, hal ini bisa dilihat dari keseriusan mereka dalam mengikuti kegiatan magang dan bahkan sering bertanya tentang hal-hal baik pada aspek motivasi, pengetahuan dan keterampilan. Seluruh peserta mengikuti kegiatan magang ini dengan tertib, dimulai pagi hari hingga sore hari”, penegasan Harris, salah seorang pendamping dari MLH PPM.

Grand design dari kegiatan MAGANG ini diarahkan pada pembangunan dan pengembangan kesadaran yang mendalam sehingga kemudian dapat mendorong peserta magang untuk berkontribusi nyata pada aksi-aksi penyelamatan lingkungan melalui pendekatan sosialisasi, edukasi dan advokasi. (ht).

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018