#

Yogyakarta (lingkunganmu.com).  Lima orang mahasiswa tingkat akhir under dan master Departemen Architecture University of  Curtin yang didampingi dosennya Prof. Shahed Khan akan magang di Muhammadiyah selama 3 (tiga) bulan penuh. Mereka akan belajar di PP Muhammadiyah tentang tata kelola infrastruktur, design yang ramah lingkungan serta peduli local wisdom, khususnya design dan mitigasi pada rumah tahan bencana dan pasca bencana.

Menurut Eko Priyo Purnomo, Kepala Lembaga Kerjasama dan Urusan Internasional UMY menegaskan bahwa program ini akan berlangsung selama 3 bulan dan akan dibimbing langsung oleh personal berasal dari UMY, MDMC dan MLH “program magang ini akan berlangsung mulai dari tanggal 26 Mei 2019 sampai 1 Agustus 2019. Mereka akan belajar secara langsung yang dibimbing dan didampingi personal yang berasal dari UMY, MDMC dan MLH.  Di MDMC akan belajar kecerdasan sosio-psikologis tentang perencanaan partisipatif dan co-design yang dikembangkan MDMC saat ini. Sedangkan di MLH mereka akan belajar tentang Pengenalan dan Orientasi Kebijakan dan Program MLH, seperti Gerakan shadaqoh Sampah, Audit Lingkungan Mandiri Muhammadiyah (ALiMM), Pendidikan Lingkungan, Eco-Mosque, Pendampingan Green School; dan Green Campuss, Sekolah Sungai Muhammadiyah, Pemanenan Air Hujan, Pembuatan Pupuk Organik, Pengelolaan Air dan Pembangunan Kawasan Penyejuk Bumi, Recovery Lingkungan pasca bencana, Pengelolaan Lahan Pesisir Pantai Selatan, Pembangunan Bandara YIA,  Teknologi Budidaya Tananaman Upland, Pengelolaan Hutan Pendidikan dan Konservasi, Kawasan Penyejuk Bumi-Konservasi Flora dan Fauna, Dinamika Peran Pemuda dalam Pelestarian Lingkungan”.

Sementara itu, Dr. Ir. Gatot Supangkat, MP (Sekretaris Jenderal MLH PP Muhammadiyah) yang dihubungi secara terpisah menegaskan bahwa “ada 5 (lima) program unggulan MLH PP Muhammadiyah yang akan dan sedang dijalankan dan direalisir dalam periode 2015-2020 ini, yakni Gerakan Audit Lingkungan Mandiri (audit ini dilakukan terhadap bangunan, terutama gedung-gedung milik Muhammadiyah), Pendidikan Lingkungan (salah satunya melalui Sekolah Sungai Muhammadiyah sebagai institusi non formal yang berperan meningkatkan kesadaran masayarakat bantaran sungai untuk menjaga lingkungan agar bisa merestorasi dan mengkonservasi sungai), Gerakan Shadaqoh Sampah, bertujuan agar masyarakat mampu memilih, memilah dan mengolah sampah (3M) sehingga dapat mengurangi jumlah sampah plastik, Pelatihan Pengelolaan Limbah (terutama limbah dari Rumah Sakit dan Laboratorium Perguruan Tinggi Muhammadiyah, terutama bagi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), dan Desa Mandiri Energi (saat ini salah satu contoh program yang berhasil adalah Desa Hemat Energi di Potorono, Banguntapan, Bantul. Di sana ada lebih dari 30 KK yang sudah memanfaatkan biogas dalam kehidupan sehari-hari (kompor dan penerangan). Kelima program unggulan MLH ini akan dikasihkan baik secara konsepsi maupun teknis kepada para pemagang yang berasal dari Universitas Curtin Australia”.   

Hery Setyawan, MLH PDM Kota Yogyakarta yang dihubungi secara terpisah juga menyatakan kesiapannya untuk menerima mahasiswa magang ini “mereka akan kami bawa langsung turun dengan menyusuri sungai dan jelajah Kampung Code untuk melihat secara langsung tentang pengelolaan Kali Code, kebersihan sungai, sanitasi lingkungan, kesehatan masyarakat, mitigasi bencana berbasis masyarakat(PRB) bahkan mereka juga kami beri kesempatan untuk berdialog dengan masyarakat bantaran kali dan melihat langsung dari dekat kehidupan masyaralat bantaran Kali Code”, tandas Hery.

Persoalan lingkungan hidup yang makin komplek telah memberi dampak pada persoalan keberlanjutan pemanasan global, perubahan iklim, banjir, polusi udara, air dan tanah, menipisnya sumberdaya serta kualitas ekosistem yang menurun adalah contoh-contoh persoalan lingkungan yang dihadapi dunia pada saat ini. Berbagai kegiatan seperti industri, transportasi, pembangunan dan operasionalisasi bangunan merupakan kontributor pada kerusakan lingkungan hidup pada umumnya dan memunculkan terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim

Pembangunan dan pengelolaan gedung mempunyai kontribusi pada kerusakan lingkungan hidup terkait dengan penggunaan bahan-bahan bangunan, konsumsi energi, dan polusi yang ditimbulkan serta pengelolaan air dan limbah. Upaya-upaya pembangunan dan pengelolaan gedung yang ramah pada lingkungan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kerusakan lingkungan hidup. Pendekatan perancangan bangunan yang ramah lingkungan seperti Green Building, Eco Architecture, Sustainable Architecture telah muncul demikian juga dengan sistem rating untuk menilai tingkat keramahtamahan bangunan pada lingkungan seperti yang dikeluarkan oleh US Green Building Council (LEED) dan Green Building Council Indonesia.

Menurut Dr.Eng. Ahmad Sarwadi, Pengurus MLH PPM menegaskan pula bahwa peserta magang juga akan dibekali juga dengan ALiMM (Audit Lingkungan Mandiri Muhammadiyah) “Audit  Lingkungan Mandiri Muhammadiyah bertujuan untuk meningkatkan kualitas kondisi dan pengelolaan bangunan dan lingkungan sekitarnya sehingga dampak merusak pada lingkungan hidup dapat diminimalisasi dan untuk menjaga kesehatan manusia dan ekosistem”. 

Selanjutnya Dosen Teknik Arsitektur dan Perencanaan FT UGM ini juga menjelaskan bahwa “ ALiMM mencakup komponen-komponen (1) Konservasi Energi (2) Konservasi Air (3) Pengelolaan Air Limbah dan Sampah (4) Keselamatan, Kenyamanan dan Keandalan Bangunan (5) Pengelolaan Tapak dan Lingkungan. Diharapkan ALiMM ini dapat digunakan oleh masyarakat pada umumnya dan pengelola bangunan pada khususnya agar pengelola bangunan dapat mengevaluasi tingkat keramahtamahan bangunan terhadap lingkungan dan dapat mengidentifikasi hal-hal yang harus diperbaiki atau ditingkatkan kinerjanya. Dalam implementasinya AliMM ini akan dilakukan oleh Asesor pada ALiMM Asesmen akan dilakukan oleh Pengguna dan atau pengelola bangunan. Oleh karenanya AliMM dikonsep menjadi instrumen yang simple dan relatif mudah untuk dijalankan. Untuk bangunan tinggi dan kompleks seperti bangunan industri dan rumah sakit bukan menjadi sasaran AliMM”, tandasnya. (ddp)

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018