#

Sukabumi—lingkunganmu.com—Fokus pembangunan pada saat ini masih diarahkan pada penanganan masalah kerawanan pangan dan kemiskinan yang berada di pedesaan/perkotaan dengan jalan meningkatkan ketahanan pangan. Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan keluarga, upaya yang dilakukan antara lain melalui penguatan cadangan pangan masyarakat dalam bentuk kelembagaan lumbung pangan.

Pangan merupakan soal mati hidupnya suatu bangsa; apabila kebutuhan pangan rakyat tidak dipenuhi maka “malapetaka”; oleh karena itu, perlu usaha secara besar-besar, radikal dan revolusioner (Ir. Soekarno). Statement Proklamator RI ini menjadi pembuka dalam acara Bimbingan Teknis Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi pada 28 November 2019 di Hotel Agusta Sukabumi.

Dr. Amalia Nur Milla, Sekretaris PDA Kota Sukabumi dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa “ada 4 faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan, yakni; kecukupan ketersediaan pangan, stabilitas ketersediaan pangan, aksesibilitas/keterjangkauan terhadap pangan dan kualitas/keamanan pangan. Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) dapat dijadikan sebagai penunjang stabilitas produksi dan penunjang stabilitas harga”.

LPM dapat menunjang pengadaan input produksi (pupuk, benih, dll). Dengan input yang baik diharapkan produktivitas akan meningkat, di sisi lain LPM dapat menjadi kelompok yang memfasilitasi petani mendapatkan inovasi baru untuk meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu, LPM masih diperlukan bahkan perlu ditingkatkan peranannya. Aspek kelembagaan LPM misalnya perlu dikuatkan baik struktur dan peran kelembagaannya, paling tidak kelembagaannya dapat berperan dalam ketahanan pangan meliputi ketersediaan, keterjangkauan dan keamanan pangan

Strategi pengembangan LPM dapat dijabarkan dengan langkah-langkah; peningkatan kemampuan SDM melalui pelatihan dan pembinaan, pengembangan cadangan pangan yang berkelanjutan, pengembangan usaha ekonomi produktif kelompok dan penguatan kelembagaan kelompok.

Lebih lanjut, Dekan Faperta UM Sukabumi ini memaparkan alasan pentingnya pengembangan cadangan pangan “dampak anomali iklim sulit diprediksi, berpotensi menimbulkan ketidakpastian produksi (gagal panen, banjir, kemarau panjang) dan kejadian bencana, masa panen tidak merata antar waktu dan daerah, mengharuskan adanya cadangan makanan, masih banyak daerah dengan kategori rawan pangan, banyaknya kejadian darurat memerlukan adanya cadangan pangan untuk penanganan pasca bencama, penanganan rawan pangan dan bantuan pangan wilayah”, ujarnya.

Melalui LPM Petani dapat menentukan harga (price maker) bukan sebagai penerima harga (price taker) dengan menyepakati harga terendah (floor price) yang akan dijual dan dapat menjadi lembaga keuangan (simpan pinjam) yang  membantu petani agar tidak terjerat rentenir (ddp).

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018