#

Bantul—lingkunganmu.com—Dalam rangka menguatkan program Green Campuss pada sivitas akademika UM Yogyakarta maka Program Studi Agroteknologi UM Yogyakarta dan MLH PP Muhammadiyah menggelar Kuliah Tamu dengan naras umber Dr. Ir. Darhamsyah, M.Si, CMt., CT.NNLP., CPC (Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia) pada Rabu (26/2/2020) di Gedung Pascasarjana UM Yogyakarta.

Pemaparan Dr. Ir. Darhamsyah, M.Si, CMt., CT.NNLP., CPC diawali dengan memahami Surah Ali Imran 190-191 yang terjemahannya "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 190-191)

Ayat ini merupakan bantahan bagi kaum Yahudi yang mengklaim kefakiran Allah (Innallaha ta’ala faqirun wa nahnu aghniyaa). Maka melalui ayat kauniyah ini, Allah menunjukkan betapa Maha Kaya-Nya Allah, sedangkan hamba-Nya justru sangat membutuhkan-Nya. Hanya Allah lah yang mampu menciptakan alam semesta dan segala isinya sekaligus mengatur segala urusan makhluk di dalamnya. Namun hal ini tidak dapat dipahami kecuali hanya orang-orang berakal sempurna dan logika yang sehat, yang disebut sebagai ulul albab.

Al Quran mengarahkan hati dan pandangan manusia secara berulang-ulang dan intens untuk memperhatikan kitab yang terbuka (alam) ini, yang tidak pernah berhenti halaman-halamannya berbolak-balik,” kata Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zilalil Quran. “Maka dalam setiap halamannya tampaklah ayat yang mengesankan dan mengkonsentrasikan dalam fitrah yang sehat perasaan terhadap kebenaran dan desain alam ini.”

“Alam adalah tanda kebesaran Allah SWT, oleh karena itu, untuk memicu kesadaran lingkungan kita perlu sering tadabbur alam. Mengingat Allah dalam kondisi apapun, berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring itulah kunci mindset. Seperti halnya handphone atau komputer yg bisa 'hang', otak kitapun bisa hang, karenanya kita harus sering membersihkan pikiran kita, mengganti mindset yang menghambat hidup kita (fixed mindset) dengan mindset yang bertumbuh (growth midset)”, tegas Sekretaris MLH PWM Sulawesi Selatan.

Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa “Eco-life mindset atau mindset ramah lingkungan sangat berguna untuk kita bertumbuh, karena pada hakikatnya manusia perlu selalu dekat dengan alam. Keterhungangan dengan alam ini ada hasil riset yang membuktikan bahwa semakin tinggi indeks keterhubungan dengan alam, hidup manusia akan semakin menyenangkan. Sebaliknya orang yang disconnected atau terputus hubungan dengan alam, hidupnya gelisah, baper, dan mellow”.

Di akhir pemaparan Darmansyah mengeluarkan sebuah adegium “Kita Tidak Pernah Kehabisan IDE, tapi Sering Kehabisan WAKTU”. Segala sesuatu itu mengalir dan kita pun terlarut di dalam aliran waktu. Menyesal mungkin itu yang terbayang di benak kita. Sungai yang dulunya jernih, sudah berubah kotor. Hujan yang dulu sewaktu kita kecil adalah kesenangan, sekarang berubah menjadi ancaman. Laut yang bersih, sekarang penuh sampah plastic. Semua karena kita larut dengan ego kita, mengalir Bersama waktu. Pertanyaanya, dapatkah kita ke masa lalu untuk memutar kembali jarum kehidupan? Jawabnya tentu tidak bisa. Namun kita punya peluang besar di waktu sekarang untuk melakukan tindakan korektif (corrective action). Tindakan korektif yang dimaksud adalah menerapkan eco life. Berbicara eco life, percayakah kita bahwa dengan eco life hidup kita dapat menjadi enjoy? Mari kita menguji bersama dengan formula sederhana, apabila kita membesarkan ego dengan mengkonsumsi makanan berlebih akan berdampak gangguan (annoy) terhadao diri kita, misalnya berat badan berlebih, cepat lelah dan ruang gerak terbatas, intinya hidup kita menjadi terganggu dan kurang enjoy. Sebaliknya bila kita memperkecil ego dengan mengkonsumsi makanan secukupnya, berat badan terkendali, tidak cepat Lelah dan ruang gerak lebih leluasa. Intinya hal yang mengganggu (annoy) dapat dieliminasi dan hidup lebih enjoy

Kuliah tamu ini dihadiri oleh Mahasiswa Progran Studi Agroteknologi FP UM Yogyakarta dari Angkatan 2017, 2018 dan 2019 dengan total kehadiran mencapai 200 mahasiswa yang dibuka langsung oleh Ketuia Program Studi Agroteknologi FP UM Yogyakarta Innaka Ageng Rineksane, SP., MP., PhD. (ddp).

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018