#

Yogyakarta—lingkunganmu.com--Muhammadiyah sejak awal menyadari bahwa penyelamatan dan perlindungan lingkungan merupakan kewajiban sekaligus amanah yang harus diemban dalam rangka membangun masyarakat menuju masyarakat sejahtera yang diridhoi Allah SWT. Gerakan penyadaran dan perubahan perilaku masyarakat ini bisa dilakukan melalui dakwah dan pendidikan lingkungan kepada jutaan siswa dan mahasiswa di lembaga pendidikan Muhammadiyah dan kepada semua pemangku kepentingan serta seluruh masyarakat di tanah air. Tanggungjawab ini telah diwujudkan melalui pembentukan Majelis Lingkungan Hidup sebagai organ resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang bertugas untuk menangani masalah-masalah lingkungan. Muhammadiyah juga terlibat langsung dalam menangani masalah lingkungan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pusat-pusat studi lingkungan dan LSM lingkungan nasional maupun internasional.

Kedepan, tantangan bagi generasi milenial terhadap persoalan lingkungan akan semakin kompleks, ditandai dengan berbagai perubahan pola hidup dan perkembangan zaman. Perubahan pola hidup ditunjukkan dengan perkembangan teknologi yang beroriantasi serba cepat dan instan, hal itu nantinya akan mempengaruhi sikap generasi milenial terhadap lingkungan.

Untuk itulah, MLH PP Muhammadiyah menggelar Sekolah Kader Lingkungan pada 21-22 Desember 2019 di UM Yogyakarta. Menurut Ketua Panitia Muhamad Rifandi, SE., M.Ak., Akt., CA. menegaskan bahwa “Sekolah Kader Lingkungan ini merupakan upaya konkrit untuk melibatkan generasi muda, khususnya siswa SMA yang aktif di Hizbul Wathan (HW) agar berperan aktif guna penyelematan dan pengelolaan lingkungan”.

Menjaga lingkungan adalah gerakan yang harus bisa melibatkan sebanyak mungkin komponen masyarakat untuk bisa berperan di dalamnya.  Pemilihan kader lingkungan muhamnadiyah dari kepanduan HW dengan dasar pemikiran bahwa anggota gerakan kepanduan memiliki anggota dengan militansi dan kreativitas yang tinggi. Kelompok umur SMA dipilih karena usia SMA adalah usia yg penuh semangat berkegiatan dan memiliki kreativitas tinggi. HW adalah representasi generasi milenial Muhammadiyah yang memiliki fokus kepanduan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Lebih lanjut Rifandi, Ketua panitia pelaksana menguraikan bahwa “peserta Sekolah kader lingkungan ini akan diikuti sebanyak 75 orang yang berasal dari anggota HW dan Ortom Muhammadiyah. Peserta akan mendapatkan materi-materi seperti Teologi dan Fiqh Lingkungan, Gerakan Shadaqoh Sampah, Pemanenan Air Hujan, eco building, Sanitasi Lingkungan, eco falming dan eco life”.

Muhammadiyah sebagai mitra Pemerintah selalu berupaya untuk menjadi mediator dan melakukan advokasi dalam permasalahan lingkungan yang timbul di masyarakat. Namun demikian, apa pun upaya yang dilakukan, sudah seharusnya dengan tujuan untuk mencapai Kesepahaman Bersama sesuai Hak-nya, untuk mendukung dan mengantispasi timbulnya permasalahan lingkungan ke depan. Keberhasilan atas pengelolaan dan perlindungan terhadap lingkungan berpulang kepada kita semua, terutama pemangku kepentingan negeri tercinta ini (ddp).

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018