#

Yogyakarta—lingkunganmu.com—MLH PDM Kota Bandung dan PCM Lembang muhibah ke PDM Kota Yogyakarta selama dua hari penuh (12-13 Maret 2021).

Rombongan MLH PDM Kota Bandung dan PCM Lembang diterima langsung oleh PDM Yogyakarta beserta jajarannya antara lain pimpinan MLH PDM Kota Yogyakarta, MPM PDM Kota Yogyakarta dan PCM Mergangsan. Muhibah ini merupakan kunjungan balasan yang telah dilakukan MLH PDM Kota Yogyakarta beserta PSM Kota Yogyakarta pada Nopember 2019.

Saefuddin A Shidiq sebagai pimpinan rombongan menegaskan bahwa “tujuan muhibah kali ini adalah untuk membangun dan menjalin tali silahturahmi antar kader Muhammadiyah, meningkatkan keterampilan dan belajar langsung tentang pengembangan Mina Tani Muhamadiyah, Kampung Iklim, dan Sekolah Sungai Muhammadiyah”

Seperti diketahui bahwa MPM PDM Kota Yogyakarta telah mengembangkan budidaya Lele Bioflok dan Urban Farming (wallplant) untuk tanaman saga, toga dan lai-lain. Budidaya Lele Bioflok dengan 1000 benih Lele dan 3 bulan kemudian bisa dipanen untuk dikonsumsi warga Muhammadiyah dan dijual ke masyarakat bahkan ada yang diolah menjadi Kripik Lele.

Dalam kunjungan ke Program Kampung Iklim (ProKlim) Jatimulyo sebagai salah satu solusi gerakan nasional pengendalian perubahan iklim yang berbasis komunitas ini merupakan respon terhadap dampak perubahan iklim yang telah terjadi di tingkat tapak. ProKlim memuat aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim oleh kelompok masyarakat dalam upaya meningkatkan ketahanan iklim dan mengurangi emisi GRK atau berkontribusi menahan kenaikan suhu rata-rata global di bawah 2°C seperti tertuang dalam Kesepakatan Paris (Paris Agreement) pada tahun 2015.

Sebagai kawasan penyejuk bumi maka di lokasi ProKlim Jatimulyo banyak warga yang menanam tanaman yang bermanfaat bagi hidup dan kehidupan warga seperti tanaman saga, tanaman obat, sayuran.

Muhibah terakhir adalah di Sekolah Sungai Muhammadiyah (SSM), untuk melihat langsung pengelolaan SSM dari dekat baik kegiatan indoor maupun outdoor. Mereka belajar bagaimana memanfaatkan sepadan sungai sehingga menjadi produktif, pengelolaan limbah komunal dan bagaimana penataan sungai sebagai wisata (eco-sungai).

Keberadaan sungai sebagai medium kesejahteraan eksistensi dan fungsinya kurang dipahami dan dimengerti dengan baik oleh manusia sehingga perilakunya terhadap sungai bahkan daerah aliran sungai (DAS) kurang tepat. Oleh karena itu, diperlukan upaya penyadaran masyarakat oleh berbagai pihak secara bersama-sama dan simultan menuju Sungai Asri Lestari Hidup Nyaman.

Dalam sambutannya Saefuddin A Shidiq, menegaskan bahwa “Muhibah kali ini sangat berkesan dan Insya Allah kami akan “meniru” apa yang sudah MLH PDM Kota Yogyakarta lakukan dengan SSM dan rombongan diajak menyusuri sungai dan jelajah Kampung Code, untuk melihat langsung tentang pengelolaan Kali Code, kebersihan sungai, sanitasi lingkungan, kesehatan masyarakat, mitigasi bencana berbasis masyarakat (PRB), bahkan mereka juga bisa berdialog dengan masyarakat bantaran kali secara langsung”.

Sementara itu, Hery Setiyawan yang juga Ketua MLH PDM Kota Yogyakarta menegaskan “kami sangat bergembira menerima rombongan muhibah sebagai ikhtiar  menimba ilmu dari para pegiat lingkungan secara langsung dan berdialog dengan masyarakat di bantaran Kali Code”.

Sejak tahun 2016 sampai sekarang kegiatan Sekolah Sungai Muhammadiyah banyak menerima kunjungan untuk belajar terkait penataan Sungai Code, mitigasi, memanen air hujan, sempadan, sanitasi, mata air, aset sungai, permukiman dan lain sebagainya dari pelajar TK, SD, SMA, Mahasiswa, akademisi, birokrat, komunitas-komunitas dan Guru baik dari dalam maupun luar negeri (ddp).

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018