#

Kota Bekasi –lingkunganmu.com. Sumur resapan sebagai salah satu rekayasa teknik konservasi air, yang dibangun sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang berfungsi sebagai tempat menampung air hujan yang jatuh di atas atap bangunan dan meresapkannya ke dalam tanah. Untuk itulah Majelis Lingkungan Hidup PDM Kota Bekasi membangun sumur resapan di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Kota Bekasi (17/2/2019).

Menurut Dudy Setyabudhi, Ketua MLH PDM Kota Bekasi “upaya ini dilakukan sebagai upaya nyata untuk mengurangi aliran permukaan  sehingga dapat mencegah /mengurangi terjadinya banjir dan genangan air, mempertahankan dan meningkatkan tinggi permukaan air tanah, mengurangi erosi dan sedimentasi, mencegah penurunan  tanah (land subsidance) dan dapat mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah”.

Lebih lanjut mantan Sekretaris Daerah Kota Bekasi ini menegaskan bahwa “Pemakaian air tanah harus mempertimbangkan faktor kelestarian air tanah, yang meliputi faktor kualitas dan kuantitas air. Salah satu cara mempertahankan kuantitas air tanah adalah dengan menerapkan sumur resapan ini”.

Sampai saat ini, jumlah sumur resapan yang ada di wilayah Kota Bekasi masih sangat jauh dari jumlah ideal. Padahal peraturan tentang hal itu sudah ada. Untuk itu, baik pemerintah maupun masyarakat perlu lebih berperan dalam meningkatkan jumlah sumur resapan di wilayah Kota Bekasi. Keberhasilan pemerintah bukan dilihat dari seberapa banyak pemerintah mampu membuat sumur resapan, tetapi seberapa banyak masyarakat yang mencontoh pemerintah dalam pembuatan sumur resapan. Untuk itulah MLH PDM Kota Bekasi membangun sumur resapan sebagai percontohan bagi kompleks sekolah yang ada di Kota Bekasi lainnya.

Keuntungan yang dapat diperoleh dari pemanfaatan sumur resapan antara lain dapat menambah jumlah air tanah, mengurangi jumlah limpasan. Infiltrasi diperlukan untuk menambah jumlah air yang masuk kedalam tanah dengan demikian maka fluktuasi muka air tanah pada waktu musim hujan dan kemarau tidak terlalu tajam.

Air hujan yang semula jatuh keatas permukaan genteng tidak langsung mengalir ke selokan atau halaman sekolah/ rumah tetapi dialirkan melalui pipa/seng terus ditampung ke dalam sumur resapan. Akibat yang bisa dirasakan adalah air hujan tidak menyebar ke halaman atau selokan sehingga akan mengurangi terjadinya limpasan permukaan (ddp).

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018