#

Lumajang-lingkunganmu.com-Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah sedang menyiapkan program recovery Ekosistem Semeru, demikian pesan diutarakan Dr. Gatot Supangkat, Sekretaris MLH PPM via WA yang disampaikan kepada Hidayat Tri, Divisi Humas dan Kerjasama MLH PPM Ketika meneruskan donasi bagi kurban erupsi semeru di Pronojiwo Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur (29/12/2021).

Lebih lanjut Dosen UM Yogyakarta ini telah berkoordinasi dengan infrastruktur organisasi Muhammadiyah lainnya seperti mulai dengan Pos Koordinasi Muhammadiyah di Pronojiwo Kabupaten Lumajang, Pos Layanan Muhammadiyah Erupsi Semeru di Pronojiwo, UM Malang, dan MDMC Jawa Timur.

Menurut M Rofi’I, Ketua MLHPB PWM Jawa Timur menegaskan bahwa “MDMC Jawa Timur akan membangun 200 hunian di Kabupaten Lumajang, bukan rumahnya saja tetapi rumah beserta isinya. Sehingga mereka yang terkena erupsi Semeru tinggal memasuki rumah dimaksud. Untuk itu, MDMC sudah menghitung kebutuhan dananya, berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang agar hunian yang dibangun Muhammadiyah sama dengan yang dibangun Pemerintah”, tandas dosen UM Surabaya.

Menurut Hidayat Tri, menambahkan bahwa “Bagaimanapun juga lahan merupakan sumberdaya yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Bahkan sejengkal tanah adalah kehidupan. Kerusakan lahan akibat erupsi terlihat dua aspek lahan yang melingkupi, yakni sumberdaya fisik dan sumberdaya sosio-ekonomi. Aspek fisik meliputi tanah, topografi dan juga iklim serta hidrologi di dalamnya. Sedangkan aspek sosio-ekonomi mencakup besaran skala usaha tani, tingkat pengelolaan yang akan dilakukan, ketersediaan sumber daya manusia, aspek pasar dan juga aktivitas-aktivitas manusia lainnya”.

Secara teori, kerusakan lahan akibat erupsi adalah hilangnya beberapa atau banyak plasma nutfah dan berubahnya biodiversitas tumbuhan, hilangnya daerah tangkapan air, rusaknya hutan, dan bahkan tertutupnya sumber air, serta hilangnya saluran-saluran air. Terkuburnya tanah dan terhambatnya pembentukan tanah akibat erupsi yang berulang-ulang, hilangnya jalan-jalan akses ke lahan pertanian dan hilangnya batas-batas kepemilihan lahan oleh erupsi dan lahar dingin.

Oleh karenya, upaya pemulihan lahan dapat dilakukan dengan tata guna lahan dengan penghutanan kembali pada lahan milik pemerintah untuk pengembalian fungsi tangkapan air, agroforestry berbasis rumput pakan, ladang penggembalaan pada lahan milik desa dan warga, dengan penggunaan amelioran bahan organik pada tanah pasiran dan hal-hal lainnya.

Melihat kompleksitasitas recovery inilah maka perlu perencanaan yang matang, sinergi dan dukungan secara terus menerus dan berkelanjutan antar semua stakeholders. (ddp).

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018