#

Ketua Umum PP Muhammadiyah pada pertengahan Nopember 2018 nanti akan me-launching Environment Education Center (EEC) dan Green Campus di Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong (UNIMUDA) Papua Barat. Kampus yang hijau dan luas ini akan menjadi Pusat Biodiversity Muhammadiyah sebagai upaya membangun hutan rakyat mandiri. UNIMUDA yang memiliki kampus dengan luasan 54 Hektar dan 14 Hektar terhampar di Sorong merupakan kampus yang besar dan asri (Green Campuss) dengan kekayaaan sumber daya alam yang luar biasa banyaknya sehingga layak menjadi laboratorium biodiversity center.

EEC didirikan sebagai upaya nyata Muhammadiyah terhadap berbagai persoalan lingkungan di Indonesia terutama pencegahan kerusakan lingkungan sebagai dampak pembangunan. Sehingga EEC ke depan perlu ada kerjasama denga seluruh stakeholders serta masyarakat untuk melakukan perbaikan lingkungan terutama bagi lingkungan yang telah mengalami kerusakan atau gangguan. Kemitraan secara professional dengan berbagai pihak adalah keniscayaan bagi EEC sebagai wujud kepeduliaan dan tanggungjawab terhadap kelestarian fungsi sumberdaya alam dan lingkungan.

EEC ini diinisiasi oleh Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah dan disambut dengan baik oleh UNIMUDA, kegiatan EEC bertujuan untuk menunjukkan bagaimana kita bisa hidup bersahabat dengan alam, dengan cara-cara yang sederhana, menggunakan apa yang disediakan oleh alam dan saling menjaga keberlangsungan hidup kita dengan alam di masa depan. Hal ini searah dengan motto Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah “Sejuk bumiku, nyaman hidup, aman dan tentram masa depan anak cucuku”.

Pendidikan dan pelatihan dalam rangka membangun kesadaran dan perilaku ramah lingkungan senantiasa diupayakan oleh Muhammadiyah melalui berbagai media, seperti penerbitan buku-buku Teologi Lingkungan, Pedoman Pendidikan Lingkungan, gerakan Shadaqoh Sampah, Audit Lingkungan Muhammadiyah Mandiri (ALiMM), Mengelola Air (Hemat Air) dan Hemat Energi (Aksi Hijau di Kantor).   

Model pendekatan yang dicoba dioperasikan dalam EEC meliputi tiga hal, yakni SOSIALISASI secara langsung mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan lingkungan hidup, terbuka, santai tapi tetap serius. EDUKASI melalui pendidikan dan pelatihan dengan memadukan antara belajar lingkungan sekaligus menikmati keragaman hayati. ADVOKASI dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam, peningkatan keterampilan dan kreativitas masyarakat.

Ruang lingkup EEC mencakup Laboratorium Biodiversity, Community Development dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam melalui peningkatan keterampilan dan kreativitas masyarakat serta sanitasi lingkungan, memberikan pengetahuan tentang pentingnya pertanian organik terhadap kesehatan, memberikan pengetahuan (keterampilan) tentang cara mengelola sampah organik untuk bisa dikelola menjadi bahan yang lebih bermanfaat, menginformasikan teknologi ramah lingkungan (energi baru terbarukan) dengan membuat contoh-contoh sederhana sebagai media pendidikan, mengembangkan metode dan materi pendidikan lingkungan hidup di kalangan pendidik dan pelajar, melakukan pendidikan lingkungan hidup di semua kalangan mulai dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi.

Diharapkan dengan didirkan EEC ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memelihara dan melestarikan lingkungan hidup dan dapat bekerjasama dengan seluruh stakeholders bidang pendidikan lingkungan hidup baik dalam dan luar negeri. (ht)

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018