#

Sorong (lingkunganmu.com) --“Muhammadiyah sangat perhatian terhadap pengendalian diri dalam memanfaatkan alam agar fungsinya lestari karena kelestarian alam/lingkungan akan berdampak pada keselamatan dan keberlanjutan kehidupan manusia” demikian ujar Prof. Dr. Ir. Muhjidin Mawardi, M.Eng., Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah saat membuka Rakorwil MLH se-Indonesia Timur di kampus UNIMUDA Sorong Provinsi Papua Barat (21/11/2018).

Lebih lanjut Guru Besar UGM ini menegaskan bahwa “Bagi Muhammadiyah, keterlibatan diri dalam gerakan penyelamatan lingkungan merupakan keniscayaan yang harus terus digerakkan. Hal ini sebagai wujud tanggung jawab selaku khalifah di muka bumi (Q.S. Al-Baqarah: 30), gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar, dan bagian dari upaya memakmurkan bumi dan alam semesta (Q.S. Hud: 61).

Berbagai program telah disusun dan dilaksanakan oleh MLH Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) sesuai amanah di atas, baik yang sifatnya konseptual maupun praksis. Pada tingkatan konseptual telah disusun berupa buku-buku baik filosofis maupun praktis, diskusi lingkungan dan advokasi. Untuk program praksisnya telah dikembangkan aksi-aksi nyata, antara lain pembangunan Kawasan Penyejuk Bumi (KPB), Sekolah/Kampus Sejuk (Green School/Campuss), Shadaqah Sampah (launching 2011) dan kampanye lingkungan. Pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) tahun 2016 di Yogyakarta, MLH PP Muhammadiyah telah Menegaskan dan Menguatkan Program Utamanya, yaitu Pendidikan Lingkungan, yang dikemas dalam suatu langkah komprehensif “Gerakan Muhammadiyah Menyejukkan Bumi”. Program ini perlu ditegaskan kembali, mengingat kerusakan lingkungan yang eskalasinya semakin meningkat hanya dapat dihambat atau bahkan dihentikan melalui Pendidikan. Indikator keberhasilan dalam implementasi program ini, yakni Terjadinya Perubahan Pola Pikir Manusia terhadap Lingkungan yang diujudkan dengan Perubahan Perilaku yang Ramah Lingkungan

Bersamaan dengan Rakorwil MLH Indonesia Timur ini dilaksanakan juga  Peresmian Kampus Sejuk (Green Campuss) dan Pusat Pendidikan Lingkungan (Muhammadiyah Environment Education Center/MEEC) dan Kemah Lingkungan Hidup. MEEC ini diinisiasi oleh Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah dan disambut dengan baik oleh UNIMUDA, kegiatan MEEC bertujuan untuk menunjukkan bagaimana kita bisa hidup bersahabat dengan alam, dengan cara-cara yang sederhana, menggunakan apa yang disediakan oleh alam dan saling menjaga keberlangsungan hidup kita dengan alam di masa depan. Hal ini searah dengan MLH PP Muhammadiyah “Sejuk bumiku, nyaman hidup, aman dan tentram masa depan anak cucuku”.

Di akhir sambutanya Muhjidin berharap bahwa Rakowil ini dapat dijadikan ajang konsolidasi organisasi dan sosialisasi Program Kerja MLH PP Muhammadiyah, Sinkronisasi dan Pengembangan Program Kerja MLH pada semua level infrastrukturnya. Kami berharap melalui program-program tersebut dapat semakin masif “Gerakan Muhammadiyah Menyejukkan Bumi” dari tingkat pusat hingga cabang dan ranting. Oleh karena itu, dalam Rakorwil ini pula diharapkan dapat digali dan dieksplorasi problematika lingkungan spesifik wilayah/daerah dan berkembangnya program-program spesifik dari MLH PWM/PDM, khususnya di wilayah/kawasan Indonesia Timur. Sesuai langkah yang telah dibangun oleh UNIMUDA terkait program lingkungan maka dalam Rakorwil kali ini dicanangkan pula UNIMUDA sebagai Kampus Sejuk (Green Campus) dan sekaligus sebagai Pusat Pendidikan Lingkungan (Muhammadiyah Environment Education Center/EEC) sesuai karakter universitasnya.

Hadir dalam Rakorwil MLH Indonesia Timur ini Kepala Pusat Perencanaan dan Pngembangan SDM Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ketua dan Sekretaris MLH PP Muhammadiyah, Ketua PWM Papua Barat, Rektor UNIMUDA beserta jajaranya, Kepala Pusat, Ketua MLH PDM Kota Sorong dan utusan masing MLH PWM se-Indonesia Timur (Maluku, Sulsel, Sulbar, Sultra, Sulut, Papua, Papua Barat, Maluku Utara dan Maluku) serta utusan dari MLH PDM se-Papua Barat.(ht)

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018