#

Yogyakarta—lingkunganmu.com 54 Mahasiswa Australia dari berbagai jurusan yang konsen terhadap persoalan lingkungan, permukiman, sanitasi, sepadan sungai, M3K (mundur, munggah, madhep kali) serta penanganan kebencanaan melakukan Observasi dan Studi Tour (OST) ke Sekolah Sungai Muhammadiyah pada Selasa 27 Nopember 2018. Kegitan OST dimulai dengan menyusur kali Code dan menjelajah kampung Code di Kota Yogyakarta.

Haris Syarif Usman, Sekretaris MLH PDM Kota Yogyakarta yang menerima OST Mahasiswa Australia tersebut menuturkan bahwa “Kegiatan OST ini merupakan OST yang ketiga kalinya dan peserta OST diajak menyusuri sungai dan jelajah kampung code, untuk melihat langsung tentang pengelolaan Kali Code, kebersihan sungai, sanitasi lingkungan, kesehatan masyarakat, mitigasi bencana berbasis masyarakat(PRB), bahkan mereka juga bisa berdialog dengan masyarakat bantaran kali secara langsung”.

Sementara itu, Hery Setiyawan yang juga Ketua MLH PDM Kota Yogyakarta menegaskan “kesan peserta OST kali ini menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi dalam mengikuti kegiatan OST ke Sekolah Sungai Muhammadiyah, mereka dapat menimba ilmu dari para pegiat sungai secara langsung dan berdialog dengan masyarakat di bantaran Kali Code. Kegatan seperti ini di Australia tidak ada relawan atau pegiat sungai untuk mengebalikan fungsi sungai ke situasi dan kondisi semula” tandasnya.

Keberadaan sungai sebagai medium kesejahteraan eksistensi dan fungsinya kurang dipahami dan dimengerti dengan baik oleh manusia sehingga perilakunya terhadap sungai bahkan daerah aliran sungai (DAS) kurang tepat. Oleh karena itu, diperlukan upaya penyadaran masyarakat oleh berbagai pihak secara bersama-sama dan simultan menuju SUNGAI ASRI LESTARI-HIDUP NYAMAN LESTARI. Untuk itulah Muhammadiyah sebagai bagian dari masyarakat sudah sewajarnya ambil bagian dalam upaya tersebut dengan mengembangankan SEKOLAH SUNGAI MUHAMMADIYAH (SSM).

SSM merupakan lembaga pendidikan non formal yang dilaksanakan baik dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor). Implementasi SSM didasarkan pada Teologi Lingkungan, Akhlak Lingkungan, Fikih Air dan Panduan Pendidikan Lingkungan yang telah disusun oleh MLH PP Muhammadiyah.

Sementara itu menurut Dr. Gatot Supangkat, sekjen MLH PP Muhammadiyah yang kami hubungi terpisah, menegaskan bahwa “SSM ini bersifatnya informal dan berbasis komunitas sehingga MLH PP Muhammadiyah juga menggandeng kalangan perguruan tinggi dan pegiat sungai agar bisa berjalan maksimal. Selain itu MLH PP Muhammadiyah di SSM ini kami mengedepankan pendidikan non-formal. Artinya siapa saja bisa ikut dalam kegiatan Sekolah/Pesantren Sungai. Terbuka untuk siapapun, bukan hanya untuk orang Muslim saja. SSM ini juga merupakan bagian dari dakwah Muhammadiyah. Salah satunya dengan cara memuliakan air dan melestarikan lingkungan hidup”. (ht)

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018