#

Fokus Discussion Group dengan mengambil tema “Partisipasi Kelompok Keagamaan dalam Mendukung Pembangunan Rendah Emisi DKI Jakarta” berlangsung di Kantor Gubernur DKI Jakarta pada 14 Pebruari 2019. FGD ini bertujuan untuk mengidentifikasi target dan rencana aksi kelompok Keagamaan dalam mendukung “Ikhtiar Jakarta” untuk penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di DKI Jakarta, mendiskusikan  gagasan  aksi  nyata  dan  bentuk  keterlibatan  kelompok  keagamaan  dalam mendukung pembangunan rendah emisi di DKI Jakarta melalui program Ambitious City Promise (ACP), mendiskusikan  bentuk  media  atau  platform  komunikasi  yang  paling  efektif  bagi  Kelompok keagamaan untuk dapat lebih berperan aktif dalam pembangunan rendah emisi dan penurunan emisi GRK.

Dalam kesempatan itu, Hidayat Tri, utusan dari Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah sangat berharap bahwa “FGD ini dapat mengeluarkan skala skala  prioritas   komitmen,   strategi   dan   rencana   aksi-aksi   kelompok   keagamaan dalam mendukung pembangunan kota rendah emisi, adanya aksi nyata bagi kelompok keagamaan dalam mendukung pembangunan kota rendah emisi, dan adanya kesepakatan tentang bentuk  media  atau  platform  keterlibatan  kelompok  keagamaan  dalam  untuk mendukung pembangunan rendah emisi”.

Seperti diketahui bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 30% di tahun 2030 yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 131 tahun 2012 tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD GRK) DKI Jakarta. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI tahun 2018, disebutkan hingga 2017, DKI Jakarta telah mencapai penurunan emisi hingga 22.46%. Pencapaian angka ini terbesar berasal dari peralihan bahan bakar fosil ke gas dengan angka 8 juta ton CO2 di 2016.

Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang juga tergabung dalam program Ambitious City Promise (ACP) berupaya keras untuk mendorong pembangunan kota rendah emisi di kota-kota besar di Asia Tenggara melalui akselerasi aksi dan komitmen iklim yang ambisius di tingkat lokal.  Program seperti ini juga telah dilaksanakan di Indonesia, Filipina, dan Vietnam, dan masing-masing negara. ACP yang didanai oleh Kementerian Federal Jerman untuk Lingkungan, Konservasi Alam, dan Keselamatan Nuklir (BMU) melalui program International Climate Initiative (IKI); dilaksanakan oleh ICLEI - Local Government for Sustainability dan didukung oleh Seoul Metropolitan Government (SMG). Di Indonesia, kota-kota yang berpartisipasi dalam ACP adalah Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, dan Kota Bekasi.

Sejauh ini kegiatan program ACP ini telah dapat mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam agenda perubahan iklim DKI Jakarta secara simultan. Dalam proses tersebut telah dilakukan pemetaan  para  pemangku kepentingan yang potensial  terlibat  dan telah teridentifikasi  aksi-aksi konkrit pembangunan rendah emisi yang tengah berlangsung maupun yang direncanakan oleh pemerintah DKI Jakarta, kelompok/komunitas maupun institusi di DKI Jakarta. Hasil kegiatan pemetaan tersebut menjadi acuan awal untuk menuju kolaborasi semua pemangku kepentingan untuk merumuskan komitmen bersama dalam sebuah dokumen “Ikhtiar Jakarta” (Promise of Jakarta).

Salah satu bagian penting dalam seluruh proses program ACP ini adalah mendorong semaksimal mungkin warga dan pemangku kepentingan untuk terlibat secara aktif dalam merumuskan komitmen/target dan mendukung secara aktif dalam menyelenggarakan aksi-aksi konkrit penurunan emisi GRK ditingkat tapak. (ddp)

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018