#

Yogyakarta—lingkunganmu.com—Setelah selama Bulan Ramadhan 1441 H kerja bareng antara Badan Restorasi Gambut (BRG) dengan Muhammadiyah melalui “Dakwah Digital Spiritualitas” yang meliputi kegiatan-kegiatan talkshow di tvMu, penyusunan dan penyebaran Quote tentang pemulihan dan perlindungan lahan gambut di media sosial Muhammadiyah, pembuatan dan penyebaran video kalam ulama dan pakar gambut di tvMu, maka agar kerjasama ini berlanjut Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah kedatangan tamu DR. Suwignyo, Kapokja Sosialisasi dan Edukasi BRG di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta (4/6/2020). 

Kedatangan Suwignyo diterima langsung Gatot Supangkat (Sekretaris MLH PP Muhammadiyah) dan Budi Nugroho (Wakil Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah). Beberapa hal penting yang menjadi pembahasan serius adalah penjabaran program yang bisa dikerjasamakan antara BRG dengan Muhammadiyah. Beberapa usulan program yang diusulkan Muhammadiyah antara lain Kuliah Umum di  7 PTM,  penerbitan buku, penyelenggaraan sekolah da’i lingkungan/sekolah kader lingkungan/sekolah siaga bencana karhutla/sekolah ramah lahan gambut/sekolah ekonomi kreatif lingkungan, workshop penyusunan buku panduan KKN tematik lahan gambut, workshop peningkatan kapasitas JATAM (Jaringan Tani Muhammadiyah), Penelitian Efektivitas Program Sosiasilisasi, Edukasi, Partisipasi dan Kemitraan, Takshow di tvMu tentang peningkatan wawasan keilmuan dan teknologi. Usulan program-program ini sudah dirumuskan dalam bentuk matrik dan merupakan hasil rapat daring dengan MLH PWM di 7 Provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Papua. 

Sementara itu Gatot Supangkat menambahkan bahwa “Program-program yang diusulkan ini merupakan upaya konkrit yang terencana, sistematis dan berkelanjutan sesuai dengan peran dan kewajiban masing-masing institusi. Seperti diketahui bahwa infrastruktur organisasi Muhammadiyah ini cukup lengkap dan siap bekerjasama dengan siapa pun, termasuk dengan Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia. Oleh karenanya, kerjasama ini diharapkan mampu memberikan dorongan kepada semua pihak yang berusaha dan berproduksi di lahan gambut sebagai amal ibadah, bukan lagi mengusahakan lahan gambut yang berpandangan eksploitatif dan hanya mementingkan keuntungan sesaat yang tidak memperhitungkan penurunan kualitas lingkungan”, ungkapnya.
 
Sedangkan menurut Suwignyo, “program-program yang diusulkan Muhammadiyah cukup relevan guna mewujudkan kondisi ekosistem gambut yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong dan untuk mempercepat pemulihan fungsi hidrologis gambut yang rusak terutama akibat kebakaran. Untuk itu akan segera kami bahas dan tindaklanjuti”.

Lebih lanjut Suwignyo menegaskan bahwa  “BRG sangat berharap Kerjasama ini bisa ditindaklanjuti dengan program-program yang bisa dikerjasamakan dalam upaya pemulihan dan perlindungan ekosistem gambut yang terencana, sistematis dan berkelanjutan”.

Akhirnya semoga apa yang menjadi harapan bersama ini dapat mewujud sebagai upaya nyata dalam mengembangkan kegiatan restorasi ekosistem gambut secara efektif, efisien, berkualitas dan tepat sasaran. (ddp).

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018