#

Semakin mencekamnya permasalahan lingkungan baik di tingkat regional, nasional maupun internasional sudah tidak terbendung lagi, bentuk gaya hidup modern serta rentetan kemajuan teknologi membuat lingkungan di nomor duakan oleh manusia, dan tidak lagi menjadi partner dalam keberlangsungan hidup.

“Permasalahan lingkungan terjadi akibat rendahnya kesadaran manusia serta regulasi yang lebih berpihak pada kepentingan investasi dan mengabaikan kepentingan masyarakat dan keselamatan lingkungan” ujar Uslan, Sekretaris Prodi PGSD UM Kupang dalam sambutan iftitah pada Kuliah Umum yang dihadiri 350 mahasiswa semester 1. 3 dan 5 Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UM Kupangdan 150 Mahasiswa Semester 5 dan 7 Pendidikan Biologi Yang mengambil MK Botani Tumbuhan Tinggi dan Ekologi Tumbuhan, 1 Oktober 2018 di Aula FKIP UM Kupang.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Dekan II FKIP Unmuh Kupang (Ernawati, S. Si., M. Si), Ketua Prodi PGSD Unmuh Kupang (Ivo Basri K. S.Si.,M.Pd.), Sekpro Prodi PGSD Unmuh Kupang sekaligus Sekretaris MLH PWM  NTT (Uslan, S. Pd., M. Si.), Bapak/Ibu dosen Prodi PGSD Unmuh Kupang (Abdul Syahril Muh, M. Pd,  Sunimbar, M. Pd, Nuriyah, M.Pd, Ummu Aiman, M. Pd. Julhidayat Muhsam, M. Pd, Ahmad, M.Pd, Ahmad Yani, S. Pd, Beserta 350 mahasiswa semester 1. 3 dan 5 Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (pgsd) Unmuh Kupang dan 150 Mahasiswa Semester 5 dan 7 Pendidikan Biologi Yang mengambil MK Botani Tumbuhan Tinggi dan Ekologi Tumbuhan.

Muhammadiyah menyadari bahwa bencana lingkungan yang terjadi di tanah air seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan, degradasi lahan, hilangnya keragaman hayati, polusi udara dan air dan bencana-bencana lainnya, adalah akibat perilaku dan perbuatan manusia. Perilaku dan perbuatan manusia ini merupakan cerminan dari akhlak pelakunya, sehingga permasalahan lingkungan bukanlah semata-mata permasalahan teknis.

Pendidikan lingkungan yang dikembangkan UM Kupang ini didahului dengan Kuliah Umum yang mengambil tema Gerakan Umat Untuk Penyelamatan Lingkungan disampaikan oleh Ir. Hidayat Tri Sutardjo, MM (Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah), dalam paparannya beliau menyatakan bahwa “penyelesaian permasalahan dari bencana lingkungan yang telah terjadi di tanah air, tidak mungkin bias dilakukan dengan pendekatan teknis semata, melainkan diperlukan pendekatan yang multi aspek, dimulai dari melakukan perubahan fundamental cara pandang masyarakat terhadap alam lingkungannya”.

Lebih lanjut alumni Faperta UGM ini menegaskan “sehingga dibutuhkan Revolusi Moral agar terjadi perubahan sikap, perilaku dan gaya hidup (akhlak) masyarakat dalam upaya penyelamatan lingkungan, bukan hanya orang perorang, akan tetapi harus menjadi sebuah gerakan perubahan masyarakat dan seluruh komponen bangsa”.

Bila dicermati secara saksama, persoalan lingkungan merupakan hak asasi manusia (HAM), sehingga pendekatan yang harus dikembangkan dalam penyelesaiannya pun harus berdasar berbagai multi aspek, termasuk pendekatan pendidikan dan keagamaan. Oleh karena itu, Muhammadiyah melalui Majelis Lingkungan Hidup (MLH) telah merancang dan mengimplementasikan program-program strategis dalam upaya menyelamatkan lingkungan, seperti menyusun pedoman baik prinsip maupun teknis bagi usaha penyelematan lingkungan sebagai wujud dakwah Islam di bidang lingkungan melalui kegiatan kajian dan layanan secara proporsional, mengintensifkan sosialisasi sadar dan perilaku ramah lingkungan dalam berbagai model aksi penyelematan lingkungan, mengembangkan pendidikan lingkungan hidup guna membangun kesadaran dan perilaku ramah lingkungan di seluruh tingkatan dan lini, meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia, kelembagaan, dan jaringan Muhammadiyah dalam gerakan pendampingan, advokasi, dan penyelamatan lingkungan serta mengintensifkan kerjasama dengan berbagai lembaga.

Realisasi konkrit dari program-program strategis MLH tersebut antara lain Pendidikan karakter dengan GERAKAN GENERASI CINTA LINGKUNGAN, Pengelolaan sampah dengan GERAKAN SHODAQOH SAMPAH (SEKOLAH SEDEKAH SAMPAH), Pengelolaan air dengan GERAKAN MEMANEN AIR HUJAN, Pengelolaan lingkungan sungai dengan SEKOLAH SUNGAI MUHAMMADIYAH Pengembangkan Audit Mandiridengan Audit Lingkungan Mandiri Muhammadiyah (ALiMM), Pengembangan Kawasan penyejuk bumi dan Pengawalan/Jihad KONSTITUSI (ht).

Related Article

View More

Comment

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018