#

Upaya perlindungan dan konservasi air sangat penting, agar fungsi dan manfaat air tetap terjaga dan berkelanjutan. Perlindungan dan pemeliharaan terhadap air dan sumber air hukumnya wajib, sama dengan kewajiban memelihara kehidupan di muka bumi. Sebaliknya, setiap tindakan yang mengganggu atau merusak fungsi biologis dan sosial air, baik yang berupa perusakan atau pencemaran air dan sumber air sehingga mengakibatkan air tidak bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup selayaknya.  Perusakan terhadap fungsi dasar air sebagai sumber kehidupan berarti  telah melakukan perusakan terhadap kehidupan di muka bumi, atau sama halnya melakukan “pembunuhan” di muka bumi.

Untuk itulah Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah memiliki program-program strategik, baik dalam dataran konsepsual  (meliputi penerbitan buku dan panduan praktis) maupun PRAKSIS (melalui Gerakan Peduli Lingkungan, Gerakan Menyelamatkan Bumi, Gerakan Menyejukan Bumi) yang kesemuanya bermuara pada Eco Friendly (eco house, eco village, eco mosque, eco tourism).

Seperi diketahui bahwa air dari mata air (hulu) sampai di beberapa tempat (hilir) untuk dapat dimanfaatkan melalui jalannya sendiri, yakni Sungai. Keberadaan sungai sebagai Medium Kesejahteraan eksistensi dan fungsinya kurang dipahami dan dimengerti dengan baik oleh manusia sehingga perilakunya terhadap sungai bahkan daerah aliran sungai (DAS) kurang tepat. Oleh karena itu, diperlukan upaya penyadaran masyarakat oleh berbagai pihak secara bersama-sama dan simultan menuju SUNGAI ASRI LESTARI - HIDUP NYAMAN LESTARI. Untuk itulah Muhammadiyah sebagai bagian dari masyarakat ambil bagian dalam upaya tersebut dengan mengembangkan SEKOLAH SUNGAI MUHAMMADIYAH (SSM). 

SSM yang telah dilaunching pada 18 Mei 2017 di kawasan Jetisharjo Kali Code Yogyakarta didisain menjadi institusi pendidikan berbasis sungai dan satu-satunya Sekolah/Pesantren Sungai di Indonesia yang nantinya bisa menjadi wujud nyata upaya mengembalikan kondisi sungai-sungai seperti sedia kala.

Sifat pendidikanya informal dan non formal serta berbasis komunitas sehingga MLH PP Muhammadiyah juga menggandeng kalangan perguruan tinggi dan pegiat sungai agar bisa berjalan maksimal. Menurut Muhjidin Mawardi (2017) bahwa Di SSM  ini mengedepankan pendidikan non-formal, artinya siapa saja bisa ikut dalam kegiatan Sekolah/Pesantren Sungai. Terbuka untuk siapapun, bukan hanya untuk orang Muslim saja.

SSM ini merupakan bagian dari dakwah Muhammadiyah. Salah satunya dengan cara memuliakan air dan melestarikan lingkungan hidup. harapanya semoga keberadaan SSM menjadi amal ibadah bagi para penggagas dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Program SSM ini merupakan pilot project yang akan dikembangkan di seluruh negeri guna memelihara lingkungan dan ke depannya menjadi model untuk penanganan bantaran sungai se-Indonesia.

Menurut Gatot Supangkat (2017) SSM sebagai bagian dari Program Besar MLH PP Muhammadiyah yakni Pendidikan Lingkungan. SSM merupakan lembaga pendidikan non formal yang dilaksanakan baik dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor). Implementasi SSM didasarkan pada Panduan Pendidikan Lingkungan yang telah disusun MLH PP Muhammadiyah. Implementasi SSM didasarkan pada Teologi Lingkungan, Akhlak Lingkungan, Fikih Air dan Panduan Pendidikan Lingkungan yang telah disusun oleh MLH PP Muhammadiyah (hts).

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018