#

Muhjidin Mawardi

Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah

Guru Besar Konservasi Air dan Tanah UGM

 

Bismillahirrahmanirrahim.

Muhammadiyah merupakan lembaga dakwah dengan misi utama amar makruf nahi munkar, mengajak kepada hal yang makruf (kebaikan) dan mencegah terjadinya kemunkaran dalam segala aspek kehidupan masyarakat termasuk aspek lingkungan hidup. Mensikapi berbagai bencana lingkungan hidup yang terjadi di tanah aiar akhir-akhir ini, seperti deforestasi, degradasi lahan, banjir, erosi, tanah longsor, pencemaran udara dan air, kekeringan dan sebagainya,  Muhammadiyah terpanggil untuk bersikap dan terlibat dalam setiap upaya penyelesaian permasalahan lingkungan yang  dihadapi oleh masyarakat dan bangsa Indonesia..

  1. Muhammadiyah menyadari bahwa bencana dan kerusakan lingkungan yang telah terjadi di tanah air seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan, degradasi lahan, hilangnya keragaman hayati, polusi udara dan air dan bencana-bencana lainnya, adalah akibat dari perilaku dan perbuatan manusia.  Perilaku dan perbuatan manusia ini merupakan cerminan dari akhlak pelakunya, sehingga permasalahan lingkungan bukanlah semata-mata permasalahan teknis. Oleh karena itu, penyelesaian permasalahan dan bencana lingkungan yang telah terjadi di tanah air, tidak mungkin bisa dilakukan hanya dengan pendekatan teknis semata. Diperlukan pendekatan yang serba cakup, dimulai dari melakukan perubahan fundamental cara pandang (mind set) masyarakat tentang alam lingkungannya. Dibutuhkan revolusi moral agar terjadi perubahan sikap, perilaku dan gaya hidup (akhlak) masyarakat. Perubahan sikap dan perilaku ini bukan hanya orang perorang, akan tetapi harus menjadi sebuah gerakan perubahan masyarakat dan seluruh komponen bangsa.
  2. Muhammadiyah sejak awal menyadari bahwa penyelamatan dan perlindungan lingkungan merupakan kewajiban sekaligus amanah yang harus diemban dalam rangka membangun masyarakat menuju masyarakat sejahtera lahir dan batin yang diridhoi Allah swt. Gerakan penyadaran dan perubahan perilaku masyarakat ini bisa dilakukan melalui dakwah dan pendidikan lingkungan kepada jutaan siswa dan mahasiswa di lembaga pendidikan Muhammadiyah dan kepada semua pemangku kepentingan serta seluruh masyarakat di tanah air. Tanggungjawab ini telah diwujudkan melalui pembentukan Majelis Lingkungan Hidup sebagai organ resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang bertugas untuk ikut menangani permasalahan lingkungan lewat jalur dakwah, advokasi dan edukasi kepada masyarakat. Muhammadiyah juga terlibat langsung dalam menangani masalah lingkungan  bekerjasama dengan Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, lembaga swasta dan pemerintah serta LSM lingkungan lingkup nasional maupun internasional.
  3. Terkait dengan bencana lingkungan yang diakibatkan oleh deforestasi, degradasi lahan dan kebakaran hutan, melalui berbagai kajian yang telah dilakukan, dapat diidentifikasi beberapa penyebab dan akar masalah sebagai berikut. Akar masalahnya secara umum adalah rendahnya moral para pemangku kepentingan dalam pengalolaan hutan serta Tata Kelola Hutan yang tidak bisa dilaksanakan secara efektif di lapangan. Sebab-sebab tidak efektifnya implementasi Tata Kelola Hutan antara lain : a) tata ruang yang masih lemah dan tak ada inforcement b) kepemilikan lahan, batas-batas kawasan dan hak guna lahan yang tidak jelas, keberadaan masyarakat adat dan status hutan adat yang tak selesai, c) Unit Manajemen Hutan yang tidak efektif karena sistem dan organisasinya belum terbangun dan kapasitas personelnya masih rendah, d) dasar hukum dan penegakan hukum yang masih lemah serta e) tata pengaturan (governance) yang lemah terutama dalam hal koordinasi inter dan antar lembaga yang terkait, kurangnya transparansi dan partisipasi para pihak, serta tidak adanya kesepakatan pembagian pendapatan dari sektor hutan antara daerah dan pusat
  4. Salah satu bencana lingkungan yang juga mengancam kehidupan bangsa adalah terjadinya krisis air yang berupa banjir dan kekeringan, yang merupakan akibat langsung dari deforestasi dan degradasi lahan dan dipicu oleh perubahan iklim. Krisis air yang telah terjadi akhir-akhir ini sudah sampai pada tahap yang serius dan darurat. Oleh karena itu pemerintah dan seluruh jajarannya harus berani menyatakan bahwa krisis air yang terjadi di Indonesia (banjir dan kekeringan) merupakan permasalahan yang serius dan telah berada dalam kondisi darurat, sehingga memerlukan tindakan penyelamatan yang darurat pula.

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018