#Berita

#

MTT PPM Gelar Workshop Resistematisasi Buku Fikih Kebencanaan

Yogyakarta –lingkunganmu.com. Dalam upaya merespon minat masyarakat untuk membaca dan memperoleh bimbingan serta adanya perkembangan dampak bencana alam khususnya bagi masyarakat terdampak bencana alam, mendorong Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MTT PPM) untuk melakukan Workshop Resistematisasi Buku Fikih Kebencanaan pada 12 Januari 2019 di Gedung AR Fakhruddin A UM Yogyakarta.

Alasan utama adalah adanya kesulitan memahami dan memaknai isi buku sebagai satu kesatuan pemahaman yang utuh, di sisi lain banyak juga hak-hak masyarakat yang belum terpenuhi sebagai akibat terjadinya bencana alam dan hak pengelolaan terhadap aset masyarakat terdampak bencana.

Dalam kesempaan itu Mutia Hussein, utusan Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah menjelaskan bahwa “MLH PPM menyambut baik acara workshop ini dengan harapan agar Buku Fikih Kebencanaan dapat dipahami secara utuh dan dapat menyelaraskan substansi antara satu bab dengan bab lainnya”.

Lebih lanjut Dosen UM Yogyakarta ini menegaskan bahwa “workshop ini juga melakukan pembahasan aspek-aspek Fikih yang belum tertampung maupun aspek-aspek lainnya serta mengumpulkan ide dan gagasan kritis dari para expert tentang pemberian dan perlindungan hak keperdataan bagi masyarakat terdampak bencana dan pemberian kepastian hukum  akan hak-hak tersebut”.

Narasumber dalam workshop ini adalah Hamim Ilyas (perspektif fikih tarjih), Agus Setyo Muntohar (perspektif kebencanaan), Djafnan Taan Afandie (perspektif kebencanaan), Taqwadin (perspektif hukum) sedangkan peserta workshop adalah utusan MDMC, MPKU, Lazismu, Pusat Studi Bencana UMY, perwakilan Majelis/Lembaga/Ortom PP Muhammadiyah serta para pakar lainnya.

Dalam Sambutannya Syamsul Anwar, Ketua MTT PPM menegaskan bahwa “perlunya melakukan kajian dan meresistematisasi buku Fikih Kebencanaan yang dinilai sebagai ikhtiar dalam memberikan perhatian kepada masyarakat dan menunjukkan keberpihakannya pada kaum dhuafa dan kelompok-kelompok yang berpotensi tereksploitasi dan terpinggirkan”.

Ikhtiar meluruskan cara pandangan atau persepsi masyarakat terhadap penyebab terjadinya bencana itulah mendorong MTT PPM menggagas dan menerbitkan buku Fikih Kebencanaan yang senantiasa akan dilakukan penyempurnaan dengan peninjauan dan resistematisasi sehingga dapat dipahami masyarakat secara utuh. (ddp)

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018