#Berita

#

Menumbuhkan Progresivitas Menyelamatkan Bumi

Yogyakarta—lingkunganmu.com--Degradasi lingkungan dari waktu ke waktu berlangsung semakin signifikan dan disadari atau tidak telah menimbulkan dampak baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan manusia. Kondisi demikian semakin ekstrim seiring dengan perubahan iklim yang semakin ekstrim pula. Fenomena ekstrim dan kompleks ini berdampak pada kerusakan lingkungan yang terjadi di mana-mana.

Indonesia yang dikarunia lingkungan dengan kekayaan alam yang berlimpah ini, harus menghadapi banyak masalah, mulai dari sampah, pencemaran udara yang berasal dari asap bermotor, industri, bencana alam, krisis air, tanah longsor, banjir, gunung berapi, pemanasan global dan lain sebagainya.

Penanganan kerusakan lingkungan tidak hanya dapat dilakukan melalui pendekatan teknis semata, tetapi diperlukan pendekatan multi-aspek sehingga terjadi sinergi dalam gerakan pengelolaan lingkungan di Indonesia. Lingkungan yang nyaman bukanlah kebutuhan satu kelompok tertentu saja, tetapi kebutuhan bagi kelangsungan kehidupan bersama dan ekosistem makhluk secara keseluruhan.

Dalam rangka menumbuhkan progresivitas menyelamatkan bumi, Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PDM Kota Yogyakarta menggelar Diskusi Lingkungan pada Sabtu (3/8/2019) di Kantor PDM Yogyakarta Jalan Sultan Agung No. 14 Yogyakarta yang bertujuan  membangun nilai kesadaran bagi  Warga Muhammadiyah dan Masyarakat Umum  dalam rangka pengelolaan dan penghematan energi serta air sebagai  edukasi cinta Lingkungan melalui gerakan hemat Air dan energi.

Hery Setiyawan, Ketua MLH PDM Yogyakarta dalam paparan menegaskan bahwa “Indonesia memiliki 327 juta jiwa berbanding lurus dengan produksi sampah setiap harinya. Diperkirakan tahun 2025 produksi sampah di Indonesia akan mencapai 130.000 ton per hari. Beberapa ancaman yang timbul seperti konsumsi masyarakat yang semakin meningkat, keterbatasan lahan untuk menampung sisa konsumsi dan banyaknya sampah yang tidak mudah diurai terutama plastic”.

Dalam kehidupan sehari-hari, sebagian kita mengenal bahan dari plastic, sepertinya plastic tidak bias dipisahkan bahkan kita sangat tergantung dari penggunaan produk-produk dari bahan plastic. Sampah-sampah plastic sampai saat ini menjadi masalah besar sehingga dibutuhkan berbagai aktivitas untuk mengurangi, antara lain dengan gerakan tanpa plastic dan gerakan pembatasan penggunaan plastic.

Sementara itu, Dr. Gatot Supangkat, Sekretaris Jenderal MLH PP Muhammadiyah yang dihubungi terpisah menjelaskan bahwa “Guna menumbuhkan progresivitas menyelamatkan bumi sangat perlu dilakukan kerja bareng (sinergi) semua komponen bangsa. Sinergis antar sesama manusia dan sesama mahluk Tuhan, kerja secara berjamaah, gerakan shadaqoh sampah yang mengubah sampah menjadi berkah dan pendidikan praktis tepat guna lainnya yang dilakukan secara terencana, sistematis dan berkesimbungan”.

Beberapa catatan khusus dari hasil Diskusi Lingkungan ini antara lain bahwa regulasi tentang system pengelolaan sampah harus terintegrasi dan harmoni dari pusat sampai daerah, semua pihak harus dapat mencari solusi bersama dan berbagi peran dan tanggungjawab, semua elemen bangsa harus peduli terhadap sampah plastic melalui aksi-aksi nyata yang berkesinambungan. (ddp)

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018