#

Bantul—lingkunganmu.com—Bila kita jalan-jalan ke Kampung Wisata Lingkungan Sukunan yang terletak di Dusun Sukunan, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, maka kita akan menikmati sebuah kampung wisata lingkungan (ecotourism) yang menawarkan berbagai paket wisata berupa pelatihan berbasis lingkungan yang sarat dengan nuansa edukasi dan rekreasi. Demikian diungkap oleh Dr. Iswanto, penggerak lingkungan Dusun Sukunan ketika menjadi narasumber pada Sekolah Kader Lingkungan Muhammadiyah di UM Yogyakarta, 22 Desember 2019.

Lebih lanjut dosen Poltakes ini menjelaskan bahwa “Desa Sukunan telah merintis menjadikan sebuah desa wisata berbasis lingkungan atau disebut ecotourism sejak tahun 2003. Tingginya kesadaran masyarakat akan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan usaha mereka untuk mengubah sampah yang menganggu lingkungan akhirnya tidak sia-sia. Ada begitu banyak hal yang dapat dipelajari di Desa Wisata Sukunan, mulai dari membuat rancang bangun sistem pengolahan sampah, daur ulang kertas dan plastik, membuat biopori secara praktis, membuat kompos, pupuk cair dan inokulan, hidroponik, bertani, beternak, memanfaatkan sterofoam menjadi batako, pot, dan sebagainya hingga membuat aneka kerajinan daur ulang”.

Budaya ramah lingkungan harus menjadi gaya hidup masyarakat (life style), siapapun, kapanpun dan dimanapun dalamkehidupan sehari-hari pada lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, tempat umum, kampung, desa, kota, negara dan dunia. Oleh karenanya sangat dibutuhkan perubahan pola pikir (mindset), sikap dan perilaku masyarakat. Hal inilah yang kemudian diterapkan masyarakat Sukunan untuk memberanikan diri menjadi agen perubahan dengan prinsip “satu keteladanan lebih berharga daripada 1000 nasihat” (luwih becik sithik=sithik ning ajeg, ketimbang gedhe ning mandeg).

Di Sukunan ini juga memiliki peraturan lokal tentang pengelolaan sampah, antara lain Kewajiban; Setiap rumah tangga wajib memilah sampah sesuai jenisnya (kertas, plastik, logam dan organik), setiap tumah tangga wajib membawa dan memasukan sampah ke dalam drum sampah terdekat sesuai jenisnya, setiap rumah tangga wajib mengolah sampah organik sendiri-sendiri menjadi kompos. Larangan; dilarang membakar sampah, dilarang memakai kotak makanan dari gabus styrofoam, dilarang membuang sampah ke saluran irigasi, sungai, saluran IPAL dan tempat lain yang bukan tempatnya. Himbauan; tidak memakai popok sekali pakai pada bayi dan anak, membawa tas belanja dari rumah untuk mengurangi sampah plastik, menyajikan makanan minuman memakai piring dan gelas, melakukan kerja bakti kebersihan lingkungan sebulan sekali.

Kampung Sukunan ini memang merupakan sebuah kampung yang patut dijuluki sebagai Eco-Edu Tourism Village, karena memang kampung Sukunan adalah sebuah kampung yang telah lama melakukan Reduce, Reuse dan Recycle. Kalau kita memasuki kampung Sukunan; pertama-tama yang akan kita lihat adalah sebuah papan nama besar yang berbunyi Sukunan, Kampung Wisata Lingkungan yang terbuat dari botol-botol hasil daur ulang sampah yang terlihat bersih dan sangat artistik, bahkan saat mengunjunginya ada sebuah spanduk tambahan yang berbunyi "Sukunan Gumregah mBangun Lingkungan". Di sepanjang jalan dan setiap RT banyak Drum dan tempat sampah lain yang terpampang rapi yang masing-masing berjumlah tiga dengan tulisan; sampah kertas, sampah plastik dan sampah logam, yang menunjukkan bahwa setiap warga diharuskan membuang sampah ke drum atau tempat-tempat sampah yang telah ditentukan dengan terlebih dahulu memilah-milahnya sesuai dengan jenis sampah (ddp).

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018