#

Pangkalpinang—lingkunganmu.com—IMM PC Pangkalpinang menggelar Focus Group Action (FGA) bertempat di STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung, Jum’at, 13/12/2019. FGA ini mengambil tema “Islam, Muhammadiyah dan Lingkungan” dengan narasumber Ir. Hidayat Tri Sutardjo, MM dari Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah.

 

Menurut Faizal, Ketua IMM PC Kota Pangkalpinang “kegiatan FGA ini digelar dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-107 dan terselenggara berkat sinergi antara Pimpinan Cabang IMM Kota Pangkalpinang dan Pimpinan Komisariat STKIP MBB. Kita berharap output dari FGA ini dapat merubah mindset, habits serta langsung dilakukan action massive”.

 

Lebih lanjut mahasiswa STKIP Muhammadiyah Babel ini,  mengajak seluruh anggota IMM se-Kota Pangkalpinang dan mahasiswa secara umum untuk menjaga, menyelamatkan, mengelola lingkungan hidup secara benar, terencana, sistematis dan berkelanjutan. “Sebagai mahasiswa yang mengemban predikat sebagai agent social of change tentunya mempunyai upaya ril untuk menjaga kelestarian lingkungan tempat singgah kita. Tidak hanya sebagai penikmat akan tetapi harus mempunyai tindakan ril terhadap hal tersebut. Karena kerusakan demi kerusakan sudah banyak dijumpai di sekeliling tempat singgah kita.

 

Ir. Hidayat Tri Sutardjo, MM, narasumber dari MLH PP Muhammadiyah menegaskan bahwa “Mahasiswa sebagai elemen intelektual harusnya dapat menjadi pelopor pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup dengan benar dan berkesinambungan. Inovasi-inovasi yang timbul haruslah diawali dari mahasiswa yang kemudian disosialisasikan, diinternalisasikan dan diimplementasikan kepada masyarakat. Dimulai dari hal yang sederhana seperti pemanfaatan limbah kecil di sekitar kita, dari hal terkecil itulah yang mampu menjaga dan melestarikannya secara benar dan  keberlangsungan secara terus menerus daripada hal besar yang hanya seperti efek soda yang hanya berdampak di awal saja.

 

Menjaga kelestarain lingkungan adalah tugas semua makhluk hidup yang hidup di bumi ini, karena lingkungan adalah sepenuhnya tanggung jawab kita. Apabila lingkungan kita lestari, kita juga yang akan menikmati hasilnya. Dan sebaliknya apabila lingkungan rusak maka kita juga yang akan menanggung akibat dari kerusakan tersebut.

 

Bumi merupakan satu-satunya planet yang didalamnya beraneka ragam ekosistem yang saling mendukung satu sama lain. Adanya pertumbuhan serta perkembang biakan makhluk hidup sangatlah kompleks terjadi di planet bumi ini. Terjadinya sebuah sistem yang tertata rapih membentuk sebuah ekosistem kehidupan.

 

Namun sampai saat ini bisa diperhatikan bersama adanya beberapa ekosistem yang satu persatu mulai terlucuti. Mulai adanya campur tangan manusia yang tak bertanggung jawab, hanya demi kepentingan pribadi, hutan yang notabene sebagai paru-paru dunia perlahan menjadi jantung kota.


Keberadaan manusia dalam aksi pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup tidak hanya sebagai subjek yang hanya mengambil manfaat saja, melainkan harus mampu mempengaruhi keberlangsungan kehidupan makhluk lain. Setiap kerusakan yang timbul pastilah mampu diminimalisir dengan peningkatan kesadaran manusia terhadap pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup (ddp).

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018