#

Banjarmasin—lingkunganmu.com--Pelestarian sumber daya air menarik perhatian Muhammadiyah bahkan Muhammadiyah telah menetapkan panduan fikih tentang air, terutama bagaimana melestarikan sumber daya alam ini. Hal ini diungkap Gatot Supangkat, Sekretaris MLH PP Muhammadiyah pada Kuliah Subuh di Masjid Muhammadiyah Kelayan Banjarmasin (25/12/2019).

Fikih air adalah kumpulan kaidah, nilai dan prinsip agama Islam mengenai air yang meliputi pandangan tentang air, pengelolaanya, pemanfaatannya dan solusi mengenai berbagai problem tentang air terutama dari sudut budaya pemakainya. Air merupakan hal yang sangat vital dalam kehidupan manusia, bahkan bagi kehidupan seluruh makhluk hidup. Kita dan semua makhluk hidup lainnya tidak dapat bertahan hidup tanpa air. Hal itu lantaran air menjadi salah satu sumber kehidupan yang amat esensial. Di dalam Al-Qur’an dikatakan “Dan dari air Kami (Allah) jadikan segala sesuatu yang hidup” (QS. 21:30). Artinya segala makhluk hidup sangat tergantung kepada air.

Perlu dibangun kesadaran bersama tentang permasalahan air yang meliputi bagaimana pandangan tentang air, pemanfaatannya, konservasi dan kelestariannya, pengelolaannya, dan mencukupi ketersediaan air bersih secara adil bagi seluruh masyarakat. Agama Islam kita yakini memiliki sejumlah kaidah dan prinsip menyangkut sejumlah aspek mengenai air, tetapi selama ini masih belum terungkapkan secara sistematis.

Menurut Gatot, yang juga menjabat Kepala LP3M UM Yoyakarta ini, “Haram hukumnya bagi Muslim membuang limbah, baik limbah industri maupun rumah tangga ke sungai, karena akan menyebabkan dampak buruk bagi kelestarian lingkungan, air akan menjadi tercemar”.

Tuhan telah menetapkan hak-hak pemanfaatan air (common right) bagi manusia dan semua makhluk hidup. Semua makhluk hidup di alam ini mempunyai hak yang sama untuk memanfaatkan air. Saat berwudhu misalnya, seorang Muslim harus menjelma sebagai panutan dalam penggunaan air secara efisien. Jangan sampai, membuka keran air begitu besar sehingga air yang keluar berlebihan. Pemborosan dalam penggunaan air dilarang.

Mengapa berlaku boros dengan air wahai Sa’ad?”. Sa’ad menjawab “Apakah berwudhu untuk sholat (bermunajat dengan Tuhan) juga tak boleh boros air“. Rasul menjawab, “Ya, walaupun engkau berwudhu menggunakan air sungai yang mengalir” (HR. Iman Ahmad)

Penyalahgunaan peran dan fungsi air, pemborosan dan monopoli penggunaan air dilarang

”Katakan kepada mereka bahwa air harus dibagi dengan baik diantara mereka” (QS. Al-Qamar: 28) dan dalam sebuah hadits setiap Muslim diperintahkan harus berbagi  dalam tigal hal yakni air, padang rumput dan api (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

Muhammadiyah merupakan gerakan Islam untuk berdakwah dengan pembaruan dan ilmu pengetahuan. Sehingga kader-kader Muhammadiyah harus tampil dengan pikiran-pikiran besar untuk bangsa dan kemanusiaan (ddp).

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018