#

Bantul—lingkunganmu.com--Ketika kita membaca istilah Green Building tentunya yang terbesit adalah sebuah konsep tentang merencanakan suatu bangunan yang ramah terhadap lingkungan. Banyaknya gedung-gedung yang tidak ramah lingkungan menjadi perhatian khusus Muhammadiyah. “Melalui MLH PP Muhammadiyah telah dikembangkan Audit  Lingkungan Mandiri Muhammadiyah (AliMM) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kondisi dan pengelolaan bangunan dan lingkungan sekitarnya sehingga dampak merusak pada lingkungan hidup dapat diminimalisasi serta untuk menjaga kesehatan manusia dan ekosistem”, demikian pemaparan Dr.Eng. Ahmad Sarwadi di hadapan peserta Sekolah Kader Lingkungan Muhammadiyah di Kampus UM Yogyakarta 22 Desember 2019.

Lebih lanjut staf pengajar di Fakultas Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM ini menguraikan bahwa “AliMM ini dapat disepadankan dengan konsep bangunan yang mempunyai performa tinggi tetapi juga memperhatikan faktor-faktor dan kondisi lingkungan serta berkelanjutan (sustainable). Oleh karenanya, bangunan  harus menerapkan prinsip-prinsip desain berkelanjutan (sustainable design) dalam konteks rancangan meliputi penghematan sumber daya alam (economy resources), perancangan selama daur hidup (life cycle design), dan rancangan yang manusiawi (human design)”. 

Diharapkan sekali ALiMM ini dapat digunakan oleh masyarakat pada umumnya dan pengelola bangunan pada khususnya agar pengelola bangunan dapat mengevaluasi tingkat keramahtamahan bangunan terhadap lingkungan dan dapat mengidentifikasi hal-hal yang harus diperbaiki atau ditingkatkan kinerjanya.

Seperti diketahui bersama bahwa persoalan lingkungan hidup yang makin komplek telah memberi dampak pada persoalan keberlanjutan pemanasan global, perubahan iklim, banjir, polusi udara, air dan tanah, menipisnya sumberdaya serta kualitas ekosistem yang menurun adalah contoh-contoh persoalan lingkungan yang dihadapi dunia pada saat ini. Berbagai kegiatan seperti industri, transportasi, pembangunan dan operasionalisasi bangunan merupakan kontributor pada kerusakan lingkungan hidup pada umumnya dan memunculkan terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim.

Upaya-upaya pembangunan dan pengelolaan gedung yang ramah pada lingkungan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kerusakan lingkungan hidup. Pendekatan perancangan bangunan yang ramah lingkungan seperti Green Building, Eco Architecture, Sustainable Architecture telah muncul demikian juga dengan sistem rating untuk menilai tingkat keramahtamahan bangunan pada lingkungan seperti yang dikeluarkan oleh US Green Building Council (LEED) dan Green Building Council Indonesia

Pada kenyataannya, suatu bangunan, sejak dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengoperasiannya juga telah memberikan andil dalam permasalahan global warming dan kerusakan lingkungan. Dasar dalam setiap proyek konstruksi bermula pada tahap konsep dan desain. dalam Tahap konsep, pada  kenyataannya ini merupakan salah satu langkah utama dalam proyek yang memiliki dampak terbesar pada biaya dan kinerja proyek. Tujuan utama adalah merencanakan bangungan yang memiliki konsep green building adalah untuk meminimalkan dampak yang akan disebabkan dalam bangunan tersebut baik itu selama pelaksanaan dan selama penggunaan. Perencanaan bangunan gedung yang tidak efisien dalam struktur juga memberikan efek buruk terhadap lingkungan, yaitu pemakaian bahan bangunan yang sangat banyak sehingga terjadi pemborosan. 

Oleh karenanya, dalam melakukan suatu perencanaan bangunan seharusnya melakukan kajian yang matang terhadap Analisis Dampak Lingkungan, apakah dalam pengadaan bangunan tersebut dapat mempengaruhi lingkungan sekitar baik itu segi sosial, ekonomi ataupun alam sekitar. Karena jika itu memberikan pengaruh yang cukup besar maka bangunan tersebut sudah menyalahi konsep dasar dari green building (ddp).

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018