#

Yogyakarta –lingkunganmu.com-- Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) walau belum dideklarasikan sudah mulai berkibar. KHM adalah organisasi dakwah yang berbasis komunitas dan baru ada di kota Surabaya. KHM memberi fokus pada gerakan atas persoalan sosial-ekologis di abad ini dan saat ini KHM baru bergerak di lingkup Jawa Timur dengan melakukan pendampingan atas perampasan ruang hidup Waduk Sepat Surabaya oleh PT Ciputra Surya.

Pergerakan KHM dilakukan sejak 2018 dan mendapat respon serta sorotan dari berbagai pihak, sehingga sering kali akun instagram KHM mendapat pesan masuk via Direct Message (DM). Berdasarkan pantauan, pesan masuk mayoritas dari Kader Muhammadiyah lintas Provinsi yang sangat berharap agar KHM dapat melebarkan sayapnya ke seluruh daerah.

Untuk itulah, para inisiator dan pegiat KHM bersilaturrahmi dengan Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Kantor Yogyakarta pada Senin (1 April 2019) lalu. Hery Setiawan yang menerima dari MLH PP Muhammadiyah menegaskan bahwa “Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan dakwah dengan misi utama al amr bil ma’ruf wa nahyu ’anil munkar  mempunyai tanggung jawab dan peran yang strategis dalam gerakan penyelamatan dan perlindungan lingkungan. Muhammadiyah sejak awal menyadari bahwa penyelamatan dan perlindungan lingkungan merupakan kewajiban sekaligus amanah yang harus diemban dalam rangka membangun masyarakat menuju masyarakat sejahtera yang diridhoi Allah SWT”.

Oleh karena itu, gerakan penyadaran dan perubahan perilaku masyarakat terhadap perlindungan alam dan lingkungan harus senantiasa dilakukan melalui dakwah dan pendidikan lingkungan kepada jutaan siswa dan mahasiswa di lembaga pendidikan Muhammadiyah dan kepada semua pemangku kepentingan serta seluruh masyarakat di tanah air.

Upaya perlindungan dan konservasi  alam dan sumberdaya alam sama dengan hukum menjaga keberlangsungan kehidupan  seluruh makhluk, termasuk manusia. Menjaga alam dari kerusakan untuk keberlanjutan fungsi alam serta memakmurkan bumi merupakan penunaian amanah yang telah diberikan oleh Allah kepada manusia sebagai wakil (khalifah) Allah di muka bumi, yang merupakan bagian dari misi al amr bil ma’ruf wa nahyu ‘anil munkar. Akhlaq yang baik terhadap   lingkungan merupakan cermin keimanan dan keberagamaan seseorang dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Dr. Gatot Supangkat, Sekjen MLH PP Muhammadiyah yang dihubungi secara terpisah “menyambut baik Silaturrahmi KHM ini dan berharap KHM ini dapat menjadi sayap dari Gerakan Muhammadiyah Menyejukkan Bumi”.

Berkenaan dengan waduk Sepat di Surabaya yang digunakan sebagai tukar guling dengan PT. Ciputra Surya, karena waduk Sepat merupakan lahan termasuk dalam konservasi dengan adanya tukar guling nantinya fungsi waduk tidak akan berfungsi sebagai penyimpan air, tetapi sudah berubah ke arah pengurukan waduh dan pengeringan untuk pembangunan perumahan. (ddp)

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018