#

Jogjakarta—lingkunganmu.com—Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah menggelar Rakornas dan Silaturrahmi pada Sabtu (5/6/2021) bertepatan juga Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia. Acara ini didesain berbeda dengan tahun sebelumnya karena Rakornas dilakukan pada masa perpanjangan masa kepengurusan dan masih dalam suasana Idul Fitri 1442 H.

Acara didahului dengan Tausiyah Idul Fitri yang disampaikan oleh Prof, Dr. Syafiq Mughni, MA, Ketua PP Muhammadiyah dihadiri oleh mitra kerja MLH PP Muhammadiyah seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Interfaith Rainforest Initiative Indonesia, Wahana lLingkungan Hidup Indonesia, Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia (Perwaku), Ikatan Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (IALHI), Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indoesia (LPLH & SDA MUI) serta utusan khusus dari Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia.

Dalam Sambutan Iftitahnya, Prof. Ir. Muhjiddin Mawardi, M.Eng., Ph.D, Ketua MLH PP Muhammadiyah menegaskan bahwa

“Permasalahan dan bencana lingkungan yang terjadi di tanah air dan di beberapa belahan dunia yang lain, tidak bisa dilepaskan dari cara pandang dan perilaku manusia. Manusia, secara sadar maupun tidak, telah melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat merubah ekosistem bumi, mengancam kesetimbangannya dan pada saatnya akan mengancam seluruh kehidupan di muka bumi.  Manusia sebagai salah satu komponen dalam sistem kehidupan, telah secara berlebihan dalam memanipulasi alam dan mengeksploitasi sumberdaya alam untuk memenuhi kerakusannya dengan dalih untuk “peningkatan kesejahteraan” hidupnya, tanpa mempertimbangkan keberlangsungan kehidupan makhluk yang lain. Kesalahan manusia dalam  cara pandang dan cara memahami alam yang terbangun berdasarkan cara pandang  antroposentris, telah membentuk budaya dan perilaku manusia yang tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu,  penyelesaian permasalahan lingkungan tidak cukup jika hanya menggunakan pendekatan teknis saintifik. Diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, meliputi aspek  akhlak dan pendidikan bagi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat luas”.

 Lebih lanjut, beliau menandaskan

“Oleh karena itu, kesadaran manusia akan perannya sebagai Khalifatullah fil ‘ardh (Al An ‘aam: 165) yang mengemban amanah sebagai wakil Allah di muka bumi dalam pemeliharaan alam, harus didesakkan secara lebih kuat di tengah-tengah masyarakat dan bangsa yang saat ini sedang SAKIT PARAH. Manusia harus memahami bagaimana selayaknya berhubungan dengan alam, berhubungan dengan manusia lain dan berhubungan dengan Tuhan Allah swt, (hablun minal ‘alam, hablun min an-nas dan hablun minAllah) sehingga  terjaga hubungan yang harmonis (saling memberi manfaat, bukan saling merugikan atau mematikan). Hal ini merupakan bagian tak terpisahkan dari misi utama gerakan dakwah Muhammadiyah yakni: amar ma’ruf nahi munkar.’’

Sementara itu, Dr. Ir. Gatot Supangkat, MP., IPM, Sekretaris MLH PP Muhammadiyah menguraikan bahwa

“Sejak dideklarasikan MLH pada tahun 2005 hingga saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam upaya menanganai isu-isu strategis di bidang Keumatan, Kebangsaan dan Kemanusiaa. Berbagai program telah disusun dan dilaksanakan oleh MLH baik di tingkat Pusat maupun Wilayah/Daerah/Cabang/Ranting.baik yang sifatnya konseptual maupun praksis. Oleh karena itu, melalui Rapat Koordinasi Nasional  (Rakornas) MLH kali ini dapat dijadikan sebagai ajang konsolidasi organisasi dan sosialisasi Program Kerja MLH PP Muhammadiyah, Sinkronisasi dan Pengembangan Program Kerja MLH pada semua level”.

Gerakan Muhammadiyah Menyejukkan Bumi yang sudah dideklrasikan pada tahun 2005 yang lalu, saat ini telah mewujud secara bertahap di beberapa tempat seperti Kawasan Penyejuk Bumi di Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan, Arboretum Tanaman Buah Lokal di Kalimantan Selatan, Kebun Bibit Muhammadiyah di Kabupaten Sleman DIY, Pusat Keanekaragaman Hayati Muhammadiyah di Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat, Kawasan Penyejuk Bumi (Mangrove dan masih banyak lagi karya-karya MLH PWM/PDM/PCM/PRM lainnya seperti Gerakan Muhammadiyah Peduli Sampah (GMPS), Gerakan Shadaqoh Sampah, Sekolah Kader Lingkungan (Daratan, Sungai dan Laut) yang sudah terimplementasi di beberapa PWM dan ini sangat menggembirakan, tidak saja bagi Muhammadiyah tetapi langsung dirasakan oleh Umat.(ddp).

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018