#

Bantul –lingkunganmu.com-- Ada yang menarik perhatian ketika saya menjadi narasumber di Acara FGD yang diselenggarakan oleh BEM Fisipol UMY (26 Maret 2019). “Para mahasiswa itu memakai gelas untuk tempat minum mereka. Tidak ada satu pun  air minum dalam kemasan di ruangan itu. Kepedulian akan pengurangan sampah yang begitu nyata dan kecintaan akan lingkungan yang bukan hanya kata-kata”, ujar Dr. Ane Permatasari.

Lebih lanjut dosen Ilmu Pemerintahan Fisipol UMY ini menegaskan “Jadi malu, di semua acara dosen,  baik di tingkat Prodi, Fakultas bahkan Universitas, selalu bertebaran air minum dalam kemasan. Kelihatannya kita harus belajar dari anak-anak kita yang penuh dengan kepedulian ini”.

FGD yang berlangsung di Ruang Sidang Fisipol Gedung E3 UMY ini diikuti oleh seluruh Lembaga internal Fisipol UMY yang meliputi Komahi, Komakom, Komap, IMM, Fismo, Fresh Club, BEM Fisipol UMY dan masyarakat Fisipol UMY bertujuan memberikan pengetahuan dasar kepada masyarakat Fisipol tentang kondisi sosial dan kemasyarakatan, meningkatkan rasa kepedulian masyarakat Fisipol terhadap lingkungan sekitar dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat, dihadiri kurang lebih 100 mahasiswa.

Bu Ane, panggilan akrab anggota pimpinan Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah ini mengawali presentasinya dengan membacakan puisi yang berjudul  TAKUT  (oleh Taufik Ismail); Mahasiswa takut pada dosen, Dosen takut pada dekan, Dekan takut pada rektor, Rektor takut pada menteri, Menteri takut pada presiden, Presiden takut pada mahasiswa (1998).

Itulah sepenggal sejarah perjuangan mahasiswa di masa lampau yang getol menyuarakan suara-suara kebenaran. Dari masa-masa itu pula muncul sosok-sosok pejuang yang tanpa mengenal rasa takut terus membela hak-hak kebebasan dan keadilan yang pada rezim masa itu sangat sulit didapat. Mahasiswa adalah agen perubahan. Apa kabar mahasiswa sekarang?

Apabila dicermati mahasiswa sekarang ini menurut bu Ane ada beberapa tipe, yakni Mahasiswa kupu-kupu, Mahasiswa kura-kura, Mahasiswa  Wannabe dan Mahasiswa Cari Muka. Seharusnya mahasiswa sekarang itu paling tidak seperti yang dikatakan WS Rendra bahwa “Mahasiswa sebagai generasi muda yang ideal adalah yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat, kemudian berbakti pada masyarakat”. Apakah mahasiswa saat ini masih bisa dikatakan agen perubahan? Apalagi sekarang sudah memasuki era Revolusi Industri 4.0 di mana digitalisasi di hampir semua bidang, segala sesuatu seakan serba instan, mengkritisi kebijakan pemerintah pun sekarang bisa dilakukan secara daring atau online, Ketergantungan kepada gadget dan media sosial menjadi ajang unjuk eksistensi diri mereka di dunia maya.

Mengapa sekarang ini banyak mahasiswa yang apatis? Jawabannya mungkin mereka itu Kerja, Kuper, Punya kegiatan di luar kampus, Belum adaptasi dengan lingkungan kampus, Larangan orang tua dan Memang sifatnya tidak peduli. Dalam menyusun sebuah kegiatan, mahasiswa harus sukses. Sukses acara sangat dipengaruhi oleh kepanitian yang solid, Kemampuan panitia membreakdown tujuan acara menjadi format acara yang menarik, dan Publikasi yang masif dan terkoordinir dengan baik serta yang tak kalah pentingnya adalah kerjasama tim (teamwork). Seperti Ide peringatan Hari Bumi, maka kegiatan yang diselenggara  seperti Bersih-bersih (kampus, pantai, jalan), Kampanye Caleg Peduli Lingkungan, Gerakan membersihkan paku di pohon, dan lain sebagainya. (ddp)

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018