#

Jogyakarta –lingkunganmu.com— Muktamar Muhammadiyah ke-48 yang akan berlangsung di Kota Solo pada 1-5 Juli 2020 dengan mengambil tema “Memajukan Indonesia Mencerahkan Semesta” Insya Alllah akan memberikan sumbangan yang berarti bagi Bangsa dan Negara. Untuk itulah, setiap komponen Persyarikatan terus menggelorakan semangat dakwah agar menjadi Gerakan Islam yang membawa kemajuan dan pencerahan bagi masyarakat luas.

 

Muktamar Muhammadiyah tahun depan merupakan ketiga kalinya digelar di Solo. Sebelumnya, Solo menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah ke-18 pada 1929 dan pada 1985. Sedangkan pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah Jawa Tengah menjadi keenam kalinya. Dalam rangka menggelorakan semangat dakwah maka Majelis Lingkungan Hidup PPM telah mengadakan Rapat Koordinasi dengan Kwartir Pusat HW pada Rabu (11/9/2019) di kantor PPM Jalan Ahmad Dahlan Jogyakarta.

 

Beberapa hal telah diputuskan dalam Rakor dimaksud, yakni MLH dan HW akan melakukan kegiatan bersama berupa Napak Tilas Pandu Sudirman (awal Desember 2019) dengan mengambil tema tentang Lingkungan dan Deklarasi Kader Lingkungan. Jambore Nasional Kader Lingkungan Muhammadiyah (April 2020). Penyiapan Penugasan MLH dan HW sebagai Supporting Unit di Muktamar. MLH akan berperan aktif dalam Bina Insan Mandiri HW yang bergerak di bidang lingkungan. MLH akan menjadi Narasumber dan Penguji pada kegiatan-kegiatan HW untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus Lingkungan. MLH akan buka stand khusus di area muktamar yang akan diisi dengan penjualan tumbler dengan harga khusus, tas ramah lingkungan, buku-buku dan leaflet tentang pengurangan sampah dan pelestarian lingkungan guna kampanye lingkungan di persyarikatan.

 

Menurut Ane Permatasari, wakil sekretaris MLH PPM “kegiatan Rakor dengan HW ini merupakan langkah awal dalam menggelorakan dakwah khususnya bagi anggota persyarikatan. Rakor ini akan dijabarkan secara detail dalam rapat-rapat teknis berikutnya mulai minggu depan.”

 

Sementara itu Dr. Gatot Supangkat, yang dihubungi terpisah juga menyambut baik acara Rakor dengan HW ini bahkan beliau juga menekankan bahwa MLH PPM akan pro aktif di arena Muktamar Muhammadiyah nanti agar seluruh kader dan komponen persyarikatan sadar akan perlunya kerjasama dalam upaya pengurangan sampah plastic melalui Gerakan Shadaqoh Sampah, Pemanenan Air Hujan, dan pengembangan sumber-sumber energi selain fosil, termasuk di dalam pencegahan kebakaran hutan, penanaman pohon produktif dan mangrove yang kesemuannya telah diwadahi dalam Gerakan Muhammadiyah Menyejukan Bumi.

 

Menurut Nurcholis, Wakil Ketua MLH PPM menegaskan bahwa “Kerusakan lingkungan hidup memberikan dampak langsung bagi kehidupan manusia. Pada tahun 2004, High Level Threat Panel, Challenges and Change PBB, memasukkan degradasi lingkungan sebagai salah satu dari sepuluh ancaman terhadap kemanusiaan. World Risk Report yang dirilis German Alliance for Development Works (Alliance), United Nations University Institute for Environment and Human Security (UNU-EHS) dan The Nature Conservancy (TNC) pada 2012 pun menyebutkan bahwa kerusakan lingkungan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan tinggi rendahnya risiko bencana di suatu kawasan. Oleh karena itu, MLH PPM akan bekerja keras untuk menangani kerusakan lingkungan baik disebabkan oleh peristiwa alam atau pun akibat ulah manusia”

 

Seperti diketahui bahwa kerusakan yang disebabkan ulah manusia justru lebih besar dibanding kerusakan akibat bencana alam. Ini mengingat kerusakan yang dilakukan bisa terjadi secara terus menerus dan cenderung meningkat. Kerusakan ini umumnya disebabkan oleh aktifitas manusia yang tidak ramah lingkungan seperti perusakan hutan dan alih fungsi hutan, pertambangan, pencemaran udara, air, dan tanah dan lain sebagainya (ddp).

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018