#

Jogyakarta—lingkunganmu.com— Di musim kemarau ini kondisi Kali Code cukup memprihatinkan, betapa tidak, sungai yang legendaris membelah Kota Jogyakarta dipenuhi sampah plastik berupa popok, aneka bekas plastik sungguh memiriskan. Sungai yang berhulu langsung ke Gunung Merapi ini debitnya mengecil dan tampak tumpukan sampah di sana-sini. MLH Kota Jogyakarta, Pemerhati Kali Code, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY bersama masyarakat bantaran Kali Code dari penggal Utara Jetisharjo, Terban, Jogoyudan Kota Baru, Tegal Panggung dan Urejan, Sayidan, Gondomanan, Keparakan Mergangsan serta Sorosutan, Umbulharjo bahu-membahu membersihkan Kali Code dari aneka sampah plastic dan popok, demikian diutarakan Haris, salah satu peserta dari MLH PDM Kota Jogyakarta (21/7/2019).

Haris yang juga aktivis Sekolah Sungai Muhammadiyah ini menegaskan bahwa “upaya ini merupakan penguatan standard Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) Indonesia yang senantiasa terus dilakukan. Salah satunya dengan bersih-bersih Kali Code yang melibatkan lintas sectoral. Sungai adalah potensi wisata alam yang tangible dan tampak mata. Bersih-bersih sungai akan sempurna sekaligus mendongkrak indeks daya saing pariwisata Indonesia pada TTCI WEF di elemen environmental sustainability serta health and hygiene."  

Program Aksi bersih-bersih Kali Code ini, merupakan salah satu bentuk kepedulian seluruh warga bantaran kali, komunitas pemerhati sungai, dunia Pendidikan dan pemerintah harus dilakukan secara massif dengan melibatkan berbagai kalangan. Seperti diketahui bahwa wisatawan termasuk mahasiswa luar negeri sering berkunjung ke daerah bantaran Kali Code ini untuk belajar dan magang di Sekolah Sungai Muhammadiyah yang telah dilaunching oleh Mendikbud beberapa tahun yang lalu.

Respons dari masyarakat untuk kegiatan bersih-bersih Kali Code kemarin terbilang luar biasa, tidak kurang 50 orang setiap penggal dan menghasilkan 1 (satu) truck sampah plastic dan popok. Keberadaan sungai sebagai medium kesejahteraan eksistensi dan fungsinya kurang dipahami dan dimengerti dengan baik oleh manusia sehingga perilakunya terhadap sungai bahkan daerah aliran sungai (DAS) kurang tepat. Oleh karena itu, diperlukan upaya penyadaran masyarakat oleh berbagai pihak secara bersama-sama dan simultan menuju SUNGAI ASRI LESTARI-HIDUP NYAMAN LESTARI.

Aksi bersih-bersih itu dilakukan untuk menjaga kondisi sungai tetap bersih dan kualitas air sungai juga terjaga dengan baik. Kualitas air sungai seringkali mengalami penurunan akibat banyaknya pencemaran yang masuk ke sungai. Banyak limbah terutama dari rumah tangga yang langsung dibuang ke sungai. Keberadaan sungai tidak bisa dilepaskan dalam menjaga kelestarian air.

Untuk itu, membangun kesadaran warga bantaran sungai agar tidak membuang limbah dan sampah ke sungai senantiasa harus dilakukan secara terus menerus. Tanpa ada kesadaran untuk menjaga hak sungai, kelak bisa menjadi persoalan baru. Tapi yang paling penting, kebiasaan membuang sampah sembarangan harus dihentikan. (ht)

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018