#

Dalam berinteraksi dan mengelola alam serta lingkungan hidup, manusia mengemban tiga amanat dari Allah, yakni Al-intifa’, Allah mempersilahkan kepada umat manusia untuk mengambil manfaat dan mendayagunakan hasil alam dengan sebaik-baiknya demi kemakmuran dan kemaslahatan, Al-i’tibar, Manusia dituntut untuk senantiasa memikirkan dan menggali rahasia di balik ciptaan Allah seraya dapat mengambil pelajaran dari berbagai kejadian dan peristiwa alam, Al-islah, Manusia diwajibkan untuk terus menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan itu.

Pesantren maupun sekolah sangat berpotensi sebagai agen untuk penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Melalui pesantren atau sekolah akan mampu melakukan pemahaman, kesadaran, dan mengintegrasikan nilai lingkungan, nilai konservasi, dan budaya pada seluruh warga pesantren/sekolah agar membentuk perilaku dan pola pengelolaan pesantren/sekolah yang ramah lingkungan.

Bertolak dari hal di atas, Majelis  Lingkungan  Hidup (MLH) PDM Kota Metro Lampung menginisiasi pemeliharaan lebah Trigona di beberapa tempat pendidikan, komunitas  warga dan pondok  pesantren.     Bertempat  di Pondok  Pesantren At Tanwir  UM Metro telah dilaksanakan upaya Sosialisasi dan Pelatihan  bersama mudir  dan santri tentang Budidaya lebah Trigona dan Optimalisasi  ruang  terbuka hijau  untuk usaha produktif pada Sabtu, 5 Januari 2019.

Lebah Trigona di samping mudah dipelihara, memiliki  banyak  keunggulan lain seperti tidak menyengat, tidak pecah koloni, kandungan fenolitik  tertinggi diantara madu lain, menghasilkan  bee pollen  dan propolis  serta  harga jual  produk  yg tinggi, seperti  penuturan  Dimas Wicandra alumni pendidikan biologi  UM  Metro  pegiat  lebah Trigona dalam paparannya.

Lebih lanjut Dimas menantang kepada Manajemen Pondok Pesatren At Tanwir untuk mengembangkan Budidaya Trigona. Keberadaan Trigona  terbukti meningkatkan produktivitas  tanaman karena penyerbukan bunga lebih  optimal. Di akhir paparannya beliau berharap sekali ke depan  Pondok  At Tanwir  bisa mengembangkan unit produksi Trigona  mengingat tanaman  di lokasi  pondok  potensial untuk budidaya lebah ini,  bahkan santri ditantang untuk wirausaha  Trigona,   produksi madu  siap  dibeli  dengan  harga 400-600  ribu/liter” tantang Dimas. (AS Metro)

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018