#

Muhammadiyah menganggap isu lingkungan sebagai permasalahan yang harus dihadapi dan diberikan solusi menghadapainya. Karenanya Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MLH PWM) Kalimantan Selatan dibentuk untuk menjalankan berbagai program dalam meningkatkan kualitas lingkungan yang lebih baik.

Guna merumuskan program dan kegiatan MLH PDM se-Kaliman Selatan yang efektif dan efisien, maka MLH PWM Kalimantan Selatan menggelar Rapat Kerja Wilayah & Dialog Nasional Lingkungan Hidup yang berlangsung pada 15-16 September 2018 di Hotel Pesona Banjarmasin.

Rakerwil dan Dialog Nasional Lingkungan Hidup ini dihadiri oleh Ketua PWM Kalsel, Ketua dan Sekretaris MLH PP Muhammadiyah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Ortom se-Kalsel (PWA, DPD IPM, DPD IMM), Dosen STIKES dan Dosen Unlam dan MLH PDM se-Kalsel, Sahabat Bekantan Indonesia,  Santri dan Ustadz Pondok Pesantren Al Furqon.

Titik berat dari Rakerwil dan Dialog Nasional ini dimaksudkan untuk meningkatkan  peran MLH baik di Wilayah dan Daerah dalam kepedulian terhadap aksi penyelamatan lingkungan dan mendukung pencapaian target Muhammadiyah dalam hal lingkungan serta memastikan keberlanjutan dan sinergisitas program majelis lingkungan hidup di wilayah Kalimantan Selatan.

Menurut Dr. Ir. Gatot Supangkat, MP, sekjen MLH PPM "Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam yang memiliki jaringan/infrastruktur persyarikatan di 34 Provinsi sampai tingkat Ranting (desa/kelurahan) dengan sebanyak 16.800 sekolah/madrasah dan 173 Perguruan Tinggi/Akademi/Institut, merupakan kekuatan sosial masyarakat yang memiliki peran strategis dalam upaya pelaksanaan gerakan penyelamatan lingkungan", ujar Dosen UM Yogyakarta.

Majelis Lingkungan Hidup (MLH) sebagai bagian Muhammadiyah diharapkan dapat menghimpun seluruh kekuatan yang dimilikinya untuk bersinergi dengan berbagai elemen bangsa lainnya, baik Pemerintah maupun LSM untuk membangun gerakan penyelamatan lingkungan. Paling tidak program MLH dapat diimplementasikan pada lembaga pendidikan Muhammadiyah mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi termasuk Pondok Pesantren dengan konsep Pendidikan Lingkungan sesuai dengan Pedoman Pendidikan Lingkungan yang telah disusun sejak tahun 2009.

“Muhammadiyah selama ini telah berkomitmen untuk melestarikan lingkungan hidup di Kalimantan Selatan, salah satu bentuk kongkritnya adalah dengan meluncurkan program shodaqoh sampah dengan mengambil basis di setiap Amal Usaha Muhammadiyah,” ujar Zulfa Asma Vikra, Ketua MLH PWM Kalsel dalam acara Pembukaan.

Lebih lanjut Zulfa menegaskan bahwa “Ke depan melalui Majelis Lingkungan Hidup PWM Kalsel akan membangun dan mengembangkan Kawasan Penyejuk Bumi, untuk merealisasikannya maka MLH menggandeng Sahabat Bekantan Indonesia, Pondok Pesantren dan beberapa Perusahaan agar Kawasan Penyejuk Bumi ini segera terwujud di Kalimantan Selatan”.

Sebagai langkah awal perwujudan Kawasan Penyejuk Bumi ini, seluruh peserta Rakerwil diwajibkan melakukan penanaman pohon Rambai di Kawasan Hutan Mangrove Pulau Ciruak Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalsel. Tentunya juga setiap MLH PDM se-Kalsel juga merumuskan dan diharapkan merealisasikan program/kegiatan guna mewujudkan Kawasan Penyejuk Bumi ini tujuan yang SMART (spesific, Measurable, Attainable, Relevant and Timebond). Di sisi lain, guna mempercepat meralisasikan program dan kegiatan dimaksud, MLH PWM Kalsel telah menetapkan Duta Lingkungan yang bertugas khusus dalam upaya (ht).

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018