#

Sleman—lingkunganmu.com--Kebun Bibit Muhammadiyah (KBM) merupakan salah satu wujud partisipasi penyediaan bibit tanaman produktif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pemenuhan akan hasil tanaman berupa pangan, pakan, energi, estitika, rempah/obat, pengendalian erosi, banjir, kekurangan air, dan kesejukan/kerindangan lingkungan. KBM ini adalah aksi kolaborasi antara MLH PWM DIY, MLH PDM Sleman dan PCM Turi yang telah di-Soft Launching kemarin (25/12/2019) oleh Bupati Sleman dengan memanfaatkan tanah wakaf seluas 3.000 m² yang berlokasi di Desa Bangunkerto Turi Sleman.

Menurut Totok Pratopo, Ketua MLH PWM DIY, “KBM ini bertujuan menjadi konservasi kawasan DAS hulu Yogyakarta, dimana wilayah Turi Pakem Kabupaten Sleman merupakan cathmen area air untuk air tanah wilayah perkotaan Yogyakarta, pemuliaan bibit-bibit hortikultura unggul, merupakan Kebun edukasi dan produksi bibit aneka macam jenis unggul buah-buahan”.

Lebih lanjut Totok mengungkapkan bahwa “permukaan air tanah di Kota Yogyakarta turun 20 cm setiap tahun (Dinas PU-ESDM DIY). Hal ini disebabkan oleh tingginya alih fungsi lahan di daerah hulu Kabupaten Sleman sehingga perlu adanya usaha-usaha nyata untuk menanganinya, KBM merupakan salah satu solusinya”.

Sementara Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam kesempatan soft launching ini menyumbang 40 buah bibit Alpukat jenis Kendil dan Botol juga menyambut baik dan sangat mendukung keberadaan KBM ini. “Saya merasa prihatin dengan tingginya nilai impor komoditi buah di Indonesis (2,5 trilyun rupiah per bulan). Untuk itulah saya berharap tanah-tanah wakaf Muhammadiyah di wilayah Kabupaten Sleman yang nganggur segera bisa ditanami buah-buahan untuk mengurangi atau menekan, bahkan menghapus impor buah yang sekarang ini masih luar biasa besar. Jenis tanaman juga memberikan dampak positif bagi kesehatan yang mengkonsumsinya. Mengkonsumsi buah dapat memberikan nutrisi, mengapa yang dipilih adalah buah alpukat? Karena Alpukat itu mudah ditanam, dirawat, aman, dan memberikan  kesehatan, kecantikan, dan menjadikan awet muda”.

Nurcholis, Wakil Ketua MLH PP Muhammadiyah menegaskan bahwa “ Inisiasi KBM ini menjadi sesuatu hal yang sangat strategis untuk menyejukan bumi secara berkelanjutan.  Menyejukkan bumi dengan menanam pohon sebagai penyerap CO2 adalah suatu keharusan.  Namun, untuk menjaga keberlanjutan perlu ada faktor nilai keekonomian dari yang ditanam, sehingga dengan mengembangkan bibit tanaman yang bernilai ekonomi tinggi dapat lestari di samping  aspek lingkungan dan kesehatan yang perlu dicapai dari KBM”. 

Suyanto, Ketua MLH PDM Sleman menambahkan bahwa “di dalam KBM ini tidak semua tanaman akan ditangani, namun memilih tananan prioritas saja, tentunya tanaman buah-buahan yang laku dijual baik buahnya maupun bibit tanamannya yang akan menjadi prioritasnya antara lain kelapa kopyor yang mempunyai nilai tambah bagi masyarakat penanamnya untuk menunjang DI Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata”.

Diharapkan KBM ini dapat berkembang dengan baik, oleh karenanya perlu penanganan oleh pengelola yang ahli dan kompeten. Ke depan KBM ini akan menjadi plasma nutfah tanaman buah-buahan dan dikembangkan menjadi sebuah tempat wisata baru berupa Agritourism. Sehingga bagi pengunjung nantinya selain menikmati kesejukan udara, melihat tanaman buah-buahan tropis (langka) juga akan mendapatkan pelatihan tentang pembibitan, transplanting, pembuatan lubang tanam, penanaman, pemeliharaan, pemanenan dan perlakuan paska panen (ddp).

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018