#

Bandung Barat—lingkunganmu.com--Dalam upaya meningkatkan wawasan, pengetahuan dan keterampilan pemberdayaan SDA warga Muhammadiyah, khususnya warga PDM Kota Yogyakarta telah melakukan Muhibah Lingkungan ke Balai Pengembangan Sayuran (Balitsa), Peternakan dan Perikanan di Lembang, Subang Bandung Barat pada 29 November 2019 -1 Desember 2019  yang diikuti 44 orang, dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Ketua dan anggota Majelis Lingkungan hidup, MPM, LPCR, Lazismu Kota Yogyakarta.

Muhibah lingkungan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi menyeluruh mengenai pengembangan pertanian, peternakan dan perikanan dan best practice yang telah dilaksanakan oleh Badan Pengembangan sayuran (Balitsa), perikanan dan peternakan. Sistem pertanian sayuran ramah lingkungan, sistem Hidroponik, sayuran organik, pemanfaatan rumah kaca, pemanfaatan dan pembuatan pupuk organik, biogas, teknik pemeliharaan ikan lele serta pemanfaatan lahan pertanian yang ekonomis, efisien, dan efektif.

Di Indonesia, pembangunan berwawasan lingkungan merupakan implementasi dari konsep pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani secara luas, melalui peningkatan produksi pertanian, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas, dengan tetap memperhatikan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan.

Sistem pertanian yang berkelanjutan (sustainable agriculture) adalah back to nature, yaitu sistem pertanian yang tidak merusak, tidak mengubah, serasi, selaras, dan seimbang dengan lingkungan atau pertanian yang patuh dan tunduk pada kaidah-kaidah alamiah (Karwan A. Salikin, 2003).

Seperti diketahui bahwa permasalahan serius dalam sistem pertanian adalah semakin; meningkatnya biaya dan ketergantungan thd input eksternal (bahan kimia dan energi), menurunnya produktivitas tanah akibat erosi tanah dan kehilangan (pencucian) hara dari tanah, meningkatnya pencemaran air akibat pupuk dan pestisida, dan meningkatnya ancaman residu bahan agrokimia terhadap kualitas dan keamanan pangan. Untuk itulah Muhibah Lingkungan ini  akan melihat secara langsung tentang sistem pertanian berkelanjutan yang berisi suatu ajakan moral untuk berbuat kebajikan pada lingkungan sumberdaya alam dengan mempertimbangkan tiga aspek, yakni aspek kesadaran lingkungan (ecologically sound), bernilai ekonomis (economic valueable), dan berwatak sosial atau kemasyarakatan (socially just).

Pada kesempatan muhibah lingkungan ini, Hery Setyawan (Ketua MLH PDM Kota Yogyakarta) berharap kepada seluruh peserta “agar terjadi diskusi dua arah yang dinamis mulai dari konsep pertanian, peternakan, perikanan terpadu dan berkelanjutan hingga persoalan yang dihadapi. Sehingga para peserta muhibah lingkungan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman tentang sistem pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan”.

Dr. Ir. Gatot Supangkat, MP., Sekretaris MLH PP Muhammadiyah menegaskan bahwa “Muhibah Lingkungan ini sebagai salah satu upaya pembelajaran (pendidikan lingkungan) untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang harus dihadapi dan diberikan solusi pemecahannya. Oleh karenanya MLH PP Muhammadiyah memberikan apresiasi kepada PDM Kota Yogyakarta yang telah menjalankan berbagai program dalam upaya nyata meningkatkan kualitas lingkungan yang lebih baik” ujar Kepala LP3M UMY ini.

MLH PP Muhammadiyah senantiasa secara terencana, sistematis dan berkelanjutan menanamkan pemahaman dalam memperlakukan bangunan, udara, air, sungai, sampah, limbah dan energi serta memeliharanya secara baik dan benar bukan hanya secara pemahaman lingkungan tetapi juga pemahaman dan amaliyah agama (ddp).

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018