#

Sleman—lingkunganmu.com—Refleksi Akhir Tahun 2020 diisi dengan acara Sosialisasi dengan tema "Pemanfaatan Lahan Pekarangan” untuk budidaya buah (pakel enak-manis, asam-manis, sawo lukumo, jeruk pecel dan pisang) & pangan yang terlupakan (suweg, uwi, bili, bolo, ganyong, garut & gadung) untuk meningkatkan gizi keluarga dan ketahanan pangan keluarga di masa pandemi covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan oleh MLH PWM DIY, MLH PDM Sleman dan PCM Ngemplak pada Ahad (27 Desember 2020).  

Kegiatan Sosialisasi dalam arti luas ini menunjukkan komitmen yang kuat dari Warga Muhammadiyah untuk menjalin hubungan yang erat dengan Alam Lingkungan sekitar rumah. Menurut  Nurcholis, Wakil Ketua MLH PP Muhammadiyah menegaskan bahwa

“Kegiatan Sosialisasi sekaligus penanaman ini menjadi sesuatu yang sangat strategis untuk menyejukan bumi secara berkelanjutan.  Menyejukkan bumi dengan menanam pohon sebagai penyerap CO2 adalah suatu keniscayaan.  Namun, untuk menjaga keberlanjutan perlu ada faktor nilai keekonomian dari yang ditanam, sehingga dengan menanam tanaman yang bernilai ekonomi tinggi yang dapat melestarikan alam dari aspek lingkungan dan kesehatan, terlebih di era pandemic Covid-19”. 

Suyanto, Ketua MLH PDM Sleman menambahkan bahwa “sebagian besar Warga dan Simpatisan Muhammadiyah Sleman ini memiliki Lahan Pekarangan yang cukup luas dan belum termanfaatkan dengan baik. Untuk itulah dalam kegiatan ini Warga dan Simpatisan Muhammadiyah mulai membudidayakan buah (pakel enak-manis, asam-manis, sawo lukumo, jeruk pecel dan pisang) dan membudidayakan tanaman pangan yang terlupakan seperti suweg, uwi, bili, bolo, ganyong, garut dan gadung di Lahan Pekarangan mereka”.  

Pandemi Covid-19 yang telah melanda berbagai negara termasuk Indonesia ini berdampak terhadap berbagai sektor di Indonesia, salah satunya adalah sektor pertanian dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan infografis dari katadata.co.id ada beberapa bahan pangan di sejumlah daerah yang mengalami defisit. Hal ini disebabkan oleh terhambatnya pasokan impor lantaran kebijakan pembatasan sosial di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini merupakan upaya nyata dengan mengoptimalisasi pekarangan dan lahan rumah tangga (ddp).

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018