#

Pangkal Pinang—lingkunganmu.com—Pendidikan lingkungan hidup berperan sangat penting dalam pelestarian dan perbaikan lingkungan di dunia terutama dalam mewujudkan hidup yang berkelanjutan. Tujuan dasar dari pendidikan lingkungan adalah untuk membuat individu dan masyarakat memahami sifat kompleks alam dan lingkungan yang dibangun dan dihasilkan dari interaksi aspek biologi, fisik, sosial, ekonomi, dan budaya dalam mengantisipasi dan memecahkan masalah serta pengelolaan kualitas lingkungan dengan benar.

STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung (STKIP MBB) akan menggelar Seminar Nasional Lingkungan Hidup dengan mengambil tema “Meningkatkan Peran Muhammadiyah dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang Berkeadilan dan Berkemajuan” pada tanggal 13-15 Desenber 2019. Seminar Nasional ini akan mengundang Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Prof. Dr. Ir. Muhjidin Mawardi, M.Eng (Guru Besar UGM Yogyakarta), Dr, Ir. Gatot Supangkat, MP (Kepala LP3M UMY), Dr. Yeni Widowaty, SH., MH (Ahli Hukum Lingkungan), Dr. Ane Permatasari (Ahli Kebijakan Publik) dan Ir, Hidayat Tri Sutardjo, MM (Aktivis Lingkungan/MLH PPM). Seluruh kegiatan akan berlangsung di Kampus STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung Jl. KH Ahmad Dahlan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Belitung.  

STKIP MBB merupakan perguruan tinggi di Provinsi Bangka Belitung yang konsen di bidang pendidikan yang sudah berusia 7 (tujuh tahun) dengan 4 (empat) Program Studi (PGSD, PJKR, Pendidikan Matematika, Pedidikan Bahasa Inggris) yang telah mendapat akreditasi dari BAN PT. Saat ini STKIP MBB akan bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. 

Menurut Dr. H. Asyraf Suryadin, M,Pd., Ketua STKIP MBB “seminar nasional lingkungan hidup ini digelar sebagai upaya untuk pengenalan, internalisasi dan bahkan implementasi pengelolaan lingkungan hidup dengan benar kepada para pendidik dan mahasiswa. Selain pengetahuan dan kesadaran tentang hidup bersih, diperlukan juga teknologi pengolahan limbah dan sampah yang memungkinkan umat melakukan daur ulang air dan sampah serta memanfaatkannya secara produktif untuk pertanian, energi terbarukan, dan industri kreatif berbasis rumah tangga dan komunitas.

Bila kita perhatikan secara saksama, Pulau Sumatera merupakan pulau dengan potensi sumberdaya alam dan lingkungan yang besar. Berbagai sumberdaya alam terdapat di pulau ini, seperti perkebunan, hasil hutan, mineral logam, minyak bumi, gas, petanian, perikanan, dan lainnya. Keragaman lanskap wilayah dan budaya menghasilkan sejumlah destinasi menarik mulai dari wisata alam pegunungan sampai dengan wisata pantai. Besarnya potensi ini menjadi modal utama dalam pembangunan dalam rangka mensejahterakan rakyat. Pengelolan dan pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan untuk tujuan pembangunan selain memberikan dampak positif bagi kesejahteraan rakyat, juga menimbulkan dampak negatif. Berbagai dampak lingkungan seperti kerusakan hutan dan lahan, kerusakan dan penurunan sumber air baku, penurunan kualitas air permukaan akibat pencemaran air, pencemaran udara oleh polutan dari pabrik dan kendaraan, peningkatan limbah B3, peningkatan timbulan sampah anorganik terutama sampah plastic, kemerosotan keanekaragaman hayati, kerusakan ekosistem pesisir dan laut, dan lainnya. Luasan, dan besaran dan frekuensi kejadian bencana alam sebagai akibat menurunnya daya tampung dan daya dukung lingkungan juga semakin meningkat, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, dan kekeringan.

Untuk itulah, “Kami akan mengundang pakar lingkungan, akademisi dan pemerhati lingkungan se-Sumatera dan dari Pusat (Jakarta & Yogyakarta), untuk memberikan kontribusi dan solusi terhadap permasalahan lingkungan di Sumatera pada umumnya dan Bangka Belitung pada khususnya. Kami sangat berharap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dapat hadir sebagai Keynote Speech”, tandas Asyraf di ruang kerjanya.

Lingkungan hidup memberikan jasa/layanan yang beragam untuk menopang kehidupan manusia. Lingkungan menyediakan air, pangan, bahan bakar, serat, dan sumber-sumber genetic. Lingkungan juga mengatur iklim, tata aliran air dan banjir, pencegahan dan perlindungan dari bencana alam, pemurnian air, pengolahan dan penguraian limbah, dan pemeliharaan kualitas udara hidrologi dan udara. Selain itu lingkungan juga menyediakan tempat tinggal, estetika, dan rekreasi. Oleh akrena itu, agardaya dukung dan daya tampung lingkungan hidup tersebut mengalami penurunan, maka dalam pemanfaatan dan pengelolaannya harus benar-benar mempertimbangkan aspek kelestarian. Lingkungan hidup yang baik bukan hanya dinikmati oleh generasi sekarang, tetapi juga diwariskan untuk generasi mendatang (ddp).

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018