#

Brondong (lingkunganmu.com), Sebagai Gerakan Islam tertua, Muhammadiyah dengan semangat dakwah dan tajdid serta kekayaan jaringan amal usaha dan pengorganisasian yang relatif mapan, memiliki kewajiban iman (Ilahiyah) untuk berperan aktif dalam pengembangan peradaban global melalui Gerakan Muhammadiyah Menyejukan Bumi. Panggilan moral Muhammadiyah ini tiada lain untuk mempertinggi fitrah ketuhanan dan martabat kemanusiaan yang berorientasi pada nilai dasar penegakan HAM, perbaikan lingkungan hidup yang berkelanjutan, good governance, keadilan gender, demokrasi, dan tata kehidupan yang mengandung serba kebajikan yang bermuara pada pencerahan peradaban.

 

Seperti diketahui bahwa persoalan lingkungan merupakan hak asasi manusia (HAM), sehingga pendekatan yang harus dikembangkan dalam penyelesaiannya pun harus berdasar berbagai multi aspek, termasuk pendekatan pendidikan dan keagamaan. Oleh karenanya, diperlukan langkah terpadu berbasis masyarakat untuk melakukan aksi bersama (interfaith action) antar berbagai komponen masyarakat, terutama komunitas beragama.

 

Menurut Dr. Nurcholis “sebagai sebuah gerakan, maka kita harus memanfaatkan alam yang tidak eksploitatif (tidak berlebihan) dan sekaligus melakukan konservasi adalah wujud syukur atas karunia-Nya, bertindak yang bijak terhadap alam-lingkungan dalam harmonisasi hubungan dengan alam untuk mencapai Sistem Kesetimbangan Alam (Natural Equilibrium System), mengembangkan dan memanfaatkan teknologi yang berdamai dengan alam, memulai dari dirisendiri, keluarga dan masyarakat”. Tandas Wakil Ketua MLH PP Muhammadiyah ini dalam acara Syawalan Lingkungan yang bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah PCM Brondong Lamongan pada 11 Juni 2019.

 

Syawalan Lingkungan 1440 H sengaja mengambil lokasi di PCM Brondong Lamongan, sebagai penghargaan MLH PP Muhammadiyah kepada PCM Brondong yang telah aktif merealisasikan Gerakan Muhammadiyah Menyejukan Bumi, dengan program-program Green and Clean, penghijauan dan konservasilahan, pengelolaan dan penataan lingkungan, pedirian bank sampah, sehingga Brondong menjadi Desa Mandiri Berseri dengan program unggulan Kampung Iklim, bahkan pada tahun 2013 mendapat penghargaan Desa yang Green and Clean.

 

Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah (MLH-PPM) dalam merealisasikan mottonya “Sejuk Bumiku Nyaman Hidupku Aman dan Tentram Masa Depan Anak Cucuku” sebagai upaya peran aktif dalam menyejukan bumi telah menetapkan 3 (tiga) pendekatan dalam program dan kegiatannya, yakni: SOSIALISASI, pengertian sosialisasi ini meliputi komunikasi, internalisasi dan implementasi. Sedangkan focus dari sosialisasi ini adalah Pemahaman. Kegiatan yang sudah dilakukan seperti penerbitan Maklumat terkait kabut asap di Provinsi Kalimantan Selatan  (2018), Diseminasi tentang Pengelolaan Kelembagaan dan Dampak Kebakaran Hutan (2017), Pelatihan Mubaligh/Mubalighot tentang pencegahan kebakaran hutan (2017) dan lain sebagainya. Yang kedua adalah EDUKASI yang berfokus pada perubahan sikap dan perilaku dengan kegiatan yang telah dilakukan seperti penyusunan kurikulum tentang Pelestarian Lingkungan Hidup (2016 hingga sekarang), Pelatihan Kader Lingkungan (2017), Penelitian “Tata Kelola & Dampak Kebakaran Hutan (studi kasus kebakaran hutan di Riau, Jambi dan Bengkulu” (2016), Pengelolaan Hutan Pendidikandi Palangkaraya (UM Palangkaraya), Bengkulu (UM Bengkulu), Palu (UM Palu), Palembang dan Malang (UM Malang) (2018), Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Lingungan Hidup (2016 hingga sekarang), Gerakan Muhammadiyah Menyejukan Bumi melalui Pembangunan Hutan Rakyat Mandiri dengan nama KAWASAN PENYEJUK BUMI di Anjir Muara Kabupaten Barito Kuala Kalsel (Mangrove) dan Kota Sorong (Pusat Biodiversity) (2018). Dan yang ketiga adalah ADVOKASI dengan focus membangun komitmen dan kepedulian, wujud kegiatannya meliputi kerjasama/sinergitas dengan stakeholders seperti KLHK, Perguruan Tinggi, Private Sector, dan Society (NGO, Asosiasi). 

 

Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup adalah menjadi tugas Bersama. Oleh karenanya dalam acara Syawalan Lingkungan ini hadir perwakilan dari MLH PPM, MLH-PB PWM Jatim, MLH PDM Lamongan, PCM Brondong & KHM (Kader Hijau Muhammadiyah), serta perwakilan pegiat pelestraian lingkungan hidup di Jatim dan Lamongan (ddp).

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018