#

Pekanbaru—lingkunganmu.com— IRI (Interfaith Rainforest Initiative) Indonesia menggelar TOT Pemuka Agama di Riau dengan peserta perwakilan Masyarakat Adat, Tokoh Agama, LSM dan Pemerintah di Kabupaten Kampar, Utusan Pemerintah Provinsi Riau (16-17/3/2021).

Yang menjadi latar belakang mengapa TOT Pemuka Agama ini diselenggarakan adalah bahwa hutan tropis menopang semua kehidupan di planet bumi, baik sebagai sumber makanan, tempat bermukim, tempat mata pencaharian, penghasil obat-obatan, dan tempat penyimpanan air bersih dan karbon yang melindungi manusia dari penyakit dan racun, serta menjaga keseimbangan iklim dengan meregulasi ekosistem yang tertata sempurna dan tak bisa di replikasi.

Hutan juga adalah rumah bagi masyarakat adat dan sekaligus sekaligus rumah bagi umat dari  beragam agama dan kepercayaan.  Sebagai bentuk kepedulian kelompok agama atas kondisi kerusakan hutan dan pemanasan global serta keberlangsungan hidup masyarakat adat di Indonesia.

Menurut Dr. Gatot Supangkat, anggota Dewan Penasihat IRI Indonesia menguraikan bahwa maksud dari kegiatan ini adalah “untuk  mendorong dan memperkuat peran tokoh agama di daerah yang memiliki umat/jemaat yang tinggal di sekitar  hutan. Di mana hidup mereka bergantung dari hutan; untuk menjadi champion dan sekaligus  mensosialisasikan ajaran agama masing-masing kepada umat beragama di Provinsi Riau terkait dengan dampak deforestasi, perubahan iklim dan masa depan serta penghidupan masyarakat adat di Indonesia”.

Sementara itu, Dr. Hanafi, Fasilitator Nasional IRI Indonesia meyakini bahwa “peran tokoh agama tidak kalah pentingnya dengan peran pemerintah dan masyarakat sipil telah tiba saatnya bagi gerakan kelompok agama untuk ikut merawat hutan tropis, didasarkan pada nilai yang melekat pada masyarakat hutan, dan diilhami oleh nilai-nilai, etika, dan panduan moral komunitas agama dan kearifan lokal masyarakat adat, untuk menyuarakan ajaran dan sikap moral dan kepemimpinan berbasis agama untuk mengakhiri deforestasi di hutan tropis di Indonesia”.

Untuk merealisasikannya maka IRI Indonesia menggelar TOT Pemuka Agama di Riau dengan materi-materi tentang isu-isu kerusakan hutan, perubahan iklim dan peran masyarakat adat serta menggali isu-isu spesifik/lokal yang terkait dengan kehidupan umat beragama di sekitar hutan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas tokoh agama di daerah untuk menjadi pejuang lingkungan (Pendakwah Lingkungan), yang mengaktualisasikan  ajaran etika agama tentang keseimbangan alam.

Secara lebih rinci keluaran yang diharapkan dari TOT Pemuka Agama ini adalah memperdalam pemahaman para pemuka agama tentang masalah deforestasi (dan opsi-opsi solusi kehutanan berkelanjutan dan strategi sustainable livelihood), masalah perubahan iklim khususnya di sector kehutanan (dan strategi mitigasi dan adaptasi bagi masyarakat hutan) dan masalah masyarakat di hutan adat (dengan cara memberdayakan masyarakat adat bersama tokoh agama di daerah), memahamkan tentang strategi, teknik dan pendekatan dalam menyampaikan pesan yang efektif dan mengubah cara pandang masyarat untuk dapat berpartisipasi aktif dalam mengurangi laju deforestasi, memberdayakan masyarakat di pinggir hutan, dan kutbah-kutbah agama yang sesuai konteks lokal dan umat/jemaatnya, serta para pemuka agama mampu menggali kearifan lokal masyarakat adat dan mengkaitkannya dengan penyelamatan lingkungan serta ajaran agama.

Adapun pemateri/narasumber dari TOT ini adalah Prof. Rizaldi Boer (Akademisi dari IPB), Prof. Bambang Hero (Akademisi IPB), Hidayat Tri Sutardjo (Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan SDA Majelis Ulama Indonesia), Datuk Seri Al-Azhar (Lembaga Adat Melayu Riau), Jhony S Mundung (KIP Riau), Dr. Gatot Supangkat (Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah)

Dengan adanya pelatihan ini disamping untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian hutan dan memperkenalkan IRI Indonesia kepada masyarakat luas, juga untuk mewujudkan partisipasi masyarakat dalam pelestarian hutan dan mitigasi bencana (perubahan iklim) dan diharapkan kelompok agama akan menjadi aktor penting membantu Pemerintah dalam penyelamatan lingkungan (ddp).

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018