#Berita

#

Gelar Budaya Amal Muhammadiyah; New Normal Dengan Budaya Tanpa Tembakau Menuju Generasi Emas

Jakarta—lingkunganmu.com--Hari Tanpa Tembakau Sedunia(HTTS) yang diperingati setiap tanggal 31 Mei ini, menjadi sangat spesial di tengah pandemic Covid-19 di seluruh penjuru dunia. Covid-19 sebagai penanda betapa pentingnya budaya hidup sehat di masyarakat. Muhammadiyah secara berjamaah akan melakukan advokasi melalui pendekatan kultural dengan menggelar Gelar Budaya Amal secara daring, diawali pada Sabtu (30/5/2020) yang disiarkan secara live juga di tvMu.

Menurut Roosita Meilani Dewi, Direktur CHED ITB-AD, tujuan dari kegiatan ini adalah “menguatkan gerakan pengendalian tembakau di Muhammadiyah secara berjamaah, menampilkan potensi dan spesialisasi setiap lembaga dalam pengendalian tembakau di Muhammadiyah secara kultural, menggunggah kesadaran masyarakat umum terutama anak muda/remaja akan bahaya rokok bagi kesehatan dan masa depan, serta menjadi kritik dan masukan untuk pemerintah pentingnya kebijakan untuk Industri rokok di Indonesia yang berpihak untuk kepentingan rakyat”.

Seperti diketahui bahwa tembakau merupakan salah satu yang akan merusak budaya hidup sehat di masyarakat, bahkan meracuni generasi muda. Generasi Emas yang kita idamkan sebagai Bonus Demografi Indonesia mustahil tercapai, jika generasi muda masih disuguhi dengan berbagai macam penjualan tanpa batas yang dimodifikasi industri tembakau demi meraih keuntungan semata.

Muhammadiyah sebagai organisasi islam yang berkomitmen dalam perlindungan terhadap masyarakat dan generasi muda Indonesia, melalui pengendalian tembakau berupaya memberikan pencerahan kepada masyarakat Indonesia dengan berbagai pendekatan struktural dan fungsional. Berbagai upaya struktural dan fungsional melalui lembaga dan amal usaha Muhammadiyah sudah dilakukan. Untuk itu, pendekatan kultural dalam gerakan pengendalian tembakau diharapkan dapat menggunggah kesadaran masyarakat terutama generasi muda terhadap pentingnya hidup sehat tanpa rokok dalam menghadapi masa depan di era New Normal.

dr. Agus, Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi kesehatan ini bangga kepada kader, partisipan dan stakeholder yang bahu membahu bersama Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) sebagai usaha penyelamatan generasi muda dari bahaya merokok.

“MTCC yang bekerja sama dengan lintas kelompok, untuk bersama-sama melakukan kegiatan penyelamatan negara tercinta ini, terutama penyelamatan generasi muda kita akan pengaruh-pengaruh yang akan mempengaruhi kualitas-kualitas anak muda kita untuk menjadi pribadi yang tangguh dalam menyambut generasi emas. Umtuk itu, saya mendukung penuh gerakan MTCC, dengan spirit menyelamatkan anak-anak dan pemuda sebagai gernasi pelanjut perjuangan " ungkapnya.

Selanjutnya, ia juga mewanti-wanti kepada para pemerhati kualitas generasi bangsa, “mengajak supaya bersunguh-sunguh mewujudkannya yang meliputi tiga hal, yakni semangat berkarya, persiapan risk management, dan pendekatan yang terstruktur dan terarah. Perjuangan yang dilakukan MTCC tidak boleh dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan harus saling bergandengan dengan yang lain supaya aksi atau gerakan yang dijalankan menjadi masif dan meluas”.

Acara ini juga dihadiri banyak pihak bahkan Kak Seto (LPAI), ibu Nurhayati Subakat (Pengusaha) juga memberikan testimoninya, termasuk juga hadir seluruh Majelis di lingkungan Muhammadiyah, perwakilan MLH yang hadir Hery Setiawan, Ikhwanudin, Hidayat Tri,  kalangan akademisi, IPM/pelajar dan masyarakat umum mengikutinya hingga acara berakhir (ddp).

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018