#

Jakarta—lingkunganmu.com--Eco Bhinneka merupakan program yang sedang dikembangkan dan dijalankan oleh Muhammadiyah yang bertujuan merawat kerukunan melalui aksi-aksi pelestarian lingkungan. Program ini diharapkan dapat mengokohkan kontribusi Muhammadiyah dalam upaya merawat kerukunan bersama komunitas lintas agama melalui aksi-aksi pelestarian lingkungan.

Salah satu kegiatannya adalah menyelenggarakan Workshop “Kesalehan Lingkungan dan Praktik Pembelajaran Lintas Iman” di Aula1 Gedung Pusat Muhammadiyah Jakarta Pusat (27/7/2022) dengan menghadirkan narasumber Prof. H Syafiq Mughni, MA., Ph.D., Nani Zulminarni (Direktur Regional Ashoka Indonesia), Hidayat Tri Sutardjo (Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah), Astono Chandra Dana (Ketua PHDI Pusat), Philip K. Widjaja (Ketum Permabudhi), Jimmy Sormin (Sekretaris Eksekutif KKC PGI) dan Peter Lesmana (Sekretaris Bidang keorganisasian MATAKIN).

Menurut Hening Parlan, Ketua Divisi LLPB PP Aisyiyah menegaskan bahwa “Eco Bhinneka (ecology Bhinneka) ini mengusung isu pelestarian lingkungan melalui pendekatan lintas iman, pada prinsipnya juga bersentuhan dengan berbagai sektor kehidupan, tidak hanya pada sektor lingkungan dan kebebasan beragama dan berkeyakinan semata”.

Lebih lanjut dia memaparkan “Isu lingkungan tidak hanya menjadi perhatian para pemerhati lingkungan, tapi juga seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang social, Pendidikan, ekonomi, usia, bahkan mereka yang rentan. Sehingga pedekatan dalam pengelolaan lingkungan hidup membutuhkan pendekatan yang holistik, karena menyangkut berbagai sendi kehidupan, baik dari segi Kesehatan, perlunya Pendidikan, social, budaya, kebijakan. Hukum dan ekonomi”, ujarnya.

Prof. Syafiq Mughni, MA., Ph.D dalam keynote speakernya menyatakan bahwa “Program Eco Bhinneka merupakan program yang sedang dikembangkan dan dijalankan oleh Muhammadiyah, yang bertujuan merawat kerukunan melalui aksi-aksi pelestarian lingkungan”.

“Program yang termasuk dalam JISRA (Joint Initiative for Strategic Religious Action) ini diharapkan mampu membangun komunitas yang tangguh dan inklusif dengan melibatkan para tokoh agama secara berkelanjutan mendukung kebebasan beragama atau berkeyakinan (Freedom of Religion or Belief/ FoRB) dan perdamaian antar agama”, tandas Ketua PP Muhammadiyah.

Hidayat Tri Sutardjo, Divisi Humas dan Kerjasaa MLH PP Muhammadiyah dalam paparannya menyatakan “Orang-orang dari berbagai keyakinan sudah berkesimpulan bahwa masalah kerusakan lingkungan dan penanganan perubahan iklim ini merupakan masalah moral. Untuk itu, suara moral umat beragama perlu didengarkan dan keputusan tepat terhadap kerusakan lingkungan dan perubahan iklim harus diambil”.

“Bukan berarti upaya pemerintah dan pemimpin politik tidak ada, tetapi tidak;ah cukup dan belumlah memadai untuk mempercepat penanganannya. Oleh karena itu, kita harus melakukan upaya-upaya nyata baik konseptis maupun praksis, untuk membawa keadilan lingkungan bagi semua orang dan planet bumi”, ujar Sekretaris LPLH-SDA Majelis Ulama Indonesia.

Lebih lanjut Hidapat mengusulkan 3 program yang mungkin bisa diimplementasikan melalui program eco bhinneka ini, yakni

“Pertama, mengarusutamakan Islamic environmentalism (adalah pandangan sekaligus Gerakan ummat Islam yang terorganisir, kuat, dan berkelanjutan untuk menegakan keadilan ekologis serta melindungi keberlanjutan planet bumi dari berbagai ancaman kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas manusia, dengan berpijak pada pesan–pesan Islam sebagaimana yang terekam dalam al-Qur’an maupun hadits serta karya-karya para ulama (filosof,sufi,dan metafisikawan muslim). Kedua, Membangun Gerakan Antar Agama dan Ketiga adalah Membangun Nalar Kritis
Kaum Milenial (Pemuda/Remaja)”.

Workshop ini dihadiri oleh perwakilan mitra dari lintas iman dan kepercayaan, Majelis, Lembaga dan Ortom dan tim pelaksana program Eco Bhinneka sebanyak 51 (lima puluh satu) orang. Di mana Tim Pelaksana program baik di Pusat maupun Regional (4 area) yakni Surakarta, Banyuwangi, Pontianak, dan Maluku Utara (ddp)

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018