#

Cikarang Barat Bekasi---Aulia Candra dan Sesty, mahasiswa Program MBA spesialisasi Manajemen Pembangunan Berkelanjutan dari Nalanda University India, selama 2 (dua) bulan penuh magang di Masjid Baitul Makmur Perumahan Telaga Sakinah Bekasi dan Masjid Al Muharam Kampung Brajan Bantul untuk memperdalam implementasi konsep masjid ramah lingkungan.

“Kami ingin melihat secara langsung dan detail terkait pelaksanaan program masjid ramah lingkungan”, ujar Candra (22/7/2022)

Lebih lanjut, Candra menegaskan bahwa “Kegiatan magang ini bertujuan agar kami dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai implementasi program masjid ramah lingkungan yang digerakan oleh DKM Masjid Baitul Makmur dan Masjid Al Muharam serta agar kami mampu mengenal, mengetahui, dan menganalisis situasi dan kondisi lingkungan di mana masjid berada”.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Baitul Makmur, Muhammad Suhapli ingin agar masjidnya bisa membawa lebih banyak lagi manfaat kepada lingkungan sekitar di tengah kondisi sesulit apapun. Bersama jamaah masjid akhirnya kami mewujudkan keinginan itu secara bertahap dengan menjadikan Masjid Baitul Makmur sebagai Masjid Eco Edu Mosque.

“Konsep masjid ramah lingkungan pada intinya yang paling penting adalah adanya penghematan energi listrik dan juga di air,” ungkap Suhapli

“Air wudu juga kami daur ulang. Didaur ulang untuk digunakan menyiram tanaman dan bisa dipakai juga untuk budidaya ikan lele” sambung dia.

“Masjid bisa berkontribusi kepada masyarakat. Masyarakat bisa memberikan suatu infak/sedekah melalui sampah yang ‘tidak berguna’, yang membuat rumah menjadi sempit,” kata Maryanto, Pengurus DKM.  

“Masjid ini juga mengolah sampah organik menjadi kompos sehingga menambah nilai yang bisa dipakai untuk kebutuhan memupuk tanaman yang di sekitar masjid dan rumah jamaah,” sambungnya.

Menurut Hidayat Tri, Supervisor Independen dalam Program Magang ini menegaskan bahwa

“Ada dua orang Mahasiswa S-2 dari Nalanda University yang magang di MLH PP Muhammadiyah. Aulia Candra ditempatkan di Masjid Baitul Makmur Telaga SakinahCikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dan Sesty ditempatkan di Masjid Al Muharram Kampung Brajan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Keduanya akan berkonsentrasi untuk memperoleh gambaran yang integral mengenai implementasi konsep masjid ramah lingkungan yang digerakan oleh DKM,” ungkap Hidayat Tri ketika melakukan supervisi pada Jum’at (22/7) yang didampingi M Sandi, Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPD IMM Jawa Barat.

Lebih lanjut Hidayat menguraikan bahwa “Pembahasan mengenai integrasi masjid terhadap lingkungan sudah saatnya dijadikan isu utama peradaban. Dalam hal ini, pelestarian lingkungan (hifdh al-bi’ah) mengandung nilai spiritual pada masjid. Apa yang dimaksud peradaban yang relevan saat ini adalah memenuhi target-target tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs)”.

Pengintegrasian masjid terhadap isu lingkungan setidaknya bisa mengakomodasi beberapa target SDGs, seperti climate action (penanganan perubahan iklim), affordable and clean energy (energi bersih dan terjangkau), clean water and sanitation (air bersih dan sanitasi layak), dan sustainable cities and communities (kota dan komunitas berkelanjutan). (ddp).

Artikel Terkait

Lihat Selengkapnya

Komentar

© Majelis Linkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2018